Membuat Pakan Untuk Insectivore Birds (MB & KC)

11/10/2011
Tulisan ini ditulis berdasarkan pengalaman dan bukan bermaksud untuk meruntuhkan asumsi yang anda yakini semula sekaligus untuk menjawab keigintahuan kicaumania tentang bagaimana membuat pakan (voer). Tulisan ini juga jangan disalah artikan bahwa dengan mengkonsumsi pakan ini, maka 100 % burung dapat berprestasi baik dan juara. Karena yang membuat suatu burung berprestasi bagus ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Dan pakan yang sehat dan mempunyai kandungan nutrisi yang bagus merupakan salah satu dari faktor-faktor tersebut.
Ide untuk membuat kombinasi atau kreasi pakan (voer) ini berawal dari kegelisahan dan keraguan saya terhadap voer pabrik yang beredar dipasaran. Apakah benar laik untuk burung-burung milik saya atau tidak. Akhirnya saya mencari dan bongkar-bongkar jejaring di dunia maya dan mendapat pencerahan dari para expert pakan apa yang sesuai untuk MB dan KC. Melalui jejaring itu pula saya disarankan untuk membuat dan mengkombinasikan sendiri bahan-bahan yang diyakini mempunyai kandungan nutrisi yang sesuai untuk burung-burung pemakan serangga (insectivorous birds).

Komposisi:

(Pakan Harian)

- Bahan dasar voor + 350 gram
- Ikan Sarden/Ikan Basah + 200 gram
- Daging non lemak + 100 – 150 gram
- Kuning Telor sebanyak 3 butir + 18 – 20 gram
- Madu 2 sendok makan 

(Pakan Saat Moulting)

- Bahan dasar voor + 350 gram
- Ikan Sarden/Ikan Basah + 200 – 300 gram
- Daging non lemak + 100 – 150 gram
- Kuning Telor sebanyak 5 butir + 30 – 35 gram
- Madu 4 sendok makan 

Materi:

1. Bahan :

Bahan dasar voor, ikan sarden, daging sapi, telor dan madu.

2. Alat : 

Sediakan alat-alat sbb: Blender, Panci Tekan (Boiler), Alat Pencetak Voor, Kain (Handuk), 
mangkok, saringan, wadah plastik atau dari aluminium.

Persiapan:

1. Bahan dasar voor kita masukkan ke dalam blender dan giling sampai menjadi bubuk halus, Kemudian tempatkan dalam wadah. Voor yang direkomendasikan sebagai bahan dasar adalah voor yang diaplikasikan ke burung peliharaan kita sehari-hari.

 
(Bahan dasar voor) 

setelah diblender menjadi seperti ini:


(Bubuk Voor yang telah di blender)

2. Bersihkan ikan sarden dan tiriskan sampai kering dari rendaman air hangat selama + 30 menit agar kandungan garam yang tersisa dalam tubuh ikan lepas atau berkurang. Setelah bersih dan kering blender sampai halus. Kemudian masukkan dalam wadah.

(Ikan sarden ditiriskan setelah melalui proses perendaman & pengeringan)

3. Rendam daging sapi cincang dalam air hangat selama + 30 menit agar kandungan lemak yang tersisa lepas dan terpisah. Setelah itu masukkan dalam kain/handuk agar kandungan air dan lemak yang tersisa cepat terserap dan bersih. Lalu giling dengan blender sampai halus. Kemudian masukkan dalam wadah.


(Daging dimasukkan ke dalam kain/handuk untuk menyerap kandungan lemak & air)

Membuat Adonan:

Ketiga bahan-bahan yang sudah halus tersebut, dimasukkan dalam blender dan digiling bersamaan agar ketiga materi tersebut benar-benar menyatu dan bercampur dengan baik. Untuk mendapatkan hasil blenderan yang bagus diperlukan waktu sekitar 3 – 5 menit. Jika campuran adonan terlalu kering dan terlihat belum bercampur dengan baik, tambahkan sedikit air agar ketiga bahan tersebut dapat bercampur secara sempurna. Hasil akhir penggilingan akan begini: 


(Hasil setelah digiling)

Setelah itu masukkan kuning telur dan madu agar adonan tersebut dapat melekat dan hasil jadi voor nantinya lebih cepat diserap dan mudah dicerna. 


(Kuning telor)

dan


(Madu 2 atau 4 sendok makan)

Hasil akhir adonan setelah diberi telur & madu seperti ini:


(Hasil akhir adonan sebelum dicetak)

Membuat Cetakan Voor:

Setelah adonan benar benar mengental dan tercampur dengan sempurna, masukkan dalam mesin pencetak voor dan giling (cetak sampai bahan-bahan tersebut benar-benar habis). Keringkan selama + 3o menit dengan cara diangin-anginkan saja. 


(Mesin Pencetak Voor)

Hasil akhir cetakin voor akan seperti ini:


(Hasil jadi sebelum di steam)

Proses Pengeringan & Sterilisasi

Setelah proses pengeringan selesai masukkan dalam mesin broiler atau dapat juga menggunakan panci tekan dengan temperatur yang rendah dibawah 30 derajat celcius selama 30 – 60 menit atau jika menggunakan panci tekan atau steamer, usahakan api yang menyala pada posisi yang paling kecil agar diperoleh temperatur yang stabil. 


(Dapat menggunakan Boiler/Panci Tekan/Steamer)

Cara ini dilakukan untuk agar:

1. Menyerap kandungan air yang masih tersisa
2. Membunuh dan mamatikan bakal jamur sehingga voor menjadi steril.

Setelah proses ini selesai, anda dapat menyimpannya selama beberapa bulan untuk persediaan. Simpan dalam wadah kering dan bersih, jangan ditempatkan ditempat yang lembab.

Catatan:

1. Bahan-bahan di atas hanya lah beberapa contoh. Anda dapat menyesuaikan atau menambahkan bahan-bahan lainnya yang anda yakini dapat dijadikan kombinasi yang ideal untuk MB atau KC anda. Kebetulan saya memakai bahan dasar voor merk “Gold Coin” yang teksturnya dan aromanya genuine dan original. Jadi saya tidak perlu menambahkan zat pewarna. Jika anda memakai bahan dasar dengan produk lain, silahkan saja digunakan, tetapi anda perlu menambahkan zat pewarna jika bahan dasar yang anda gunakan berwarna.

Ini sangat penting, mengingat burung peliharaan terutama MB dan KC sangat peka terhadap adanya perubahan dan perubahan yang sangat mencolok adalah warna dari voor bersangkutan. 

2. Apabila hasil kreasi ini akan diaplikasikan ke burung anda, lakukan secara bertahap dengan cara mencampur pakan lama dengan pakan baru. Ini juga penting karena sistem pencernaan MB sangat peka dengan adanya perubahan yang terjadi. Sehingga tidak mengganggu saluran pencernaan burung tersebut.

3. Untuk alasan yang sama, maka proporsi kandungan bahan-bahan juga harus konsisten dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan waktu pengadonan, waktu sterilisasi dan proses pengeringan. Semuanya harus dilakukan dengan konsisten dan tidak berubah.

4. Jika poin ketiga tidak dilakukan dengan baik, maka hal ini dapat memicu ketidak konsistenan dalam sistem pencernaan burung tersebut. Akibatnya burung menjadi stress. Lebih parah lagi jika burung dalam kondisi moulting/mabung. Burung akan mengalami gangguan secara fisiologis. Antara lain pertumbuhan bulu menjadi terganggu dan mabung tidak kelar-kelar. ( last edited by suwarno71:


sumber: kicaumania org 
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

2 comments

Write comments
Suwarno
AUTHOR
6 March 2012 at 15:26 delete

Tulisan ini pernah saya baca di web Kicaumania, isinya sama persis, tapi kok gak dicantumkan sumbernya ya?

Reply
avatar
aries
AUTHOR
7 March 2012 at 09:03 delete

makasih atas infonya, sumber sudah tercantum kok om, cuma linknya ternyata tidak berfungsi, dan sudah di perbaiki sekarang, terima kasih atas kunjungannya :)

Reply
avatar