KLUB BURUNG INDONESIA

Burung salto, penyakit atau kebiasaan ?

Mempunyai burung yang bertingkah laku ganjil seperti salto atau 'jumpalitan' memang merupakan suatu hal yang menjadi masalah utama para penggemar burung kicauan , selain terlihat jelek karena burung yang tidak mau diam, juga kalau tidak diketahui penyebab saltonya malah akan membuat burung tersebut akan mendapatkan masalah besar di kemudian hari. Burung yang terkenal suka salto adalah cendet, robin, ciblek dan kacer. walaupun demikian masih ada juga burung burung lainnya yang mempunyai kebiasaan buruk tersebut. 
Banyak hal yang menyebabkan seekor burung mempunyai kebiasaan buruk seperti salto atau jumpalitan didasar kandang, seperti burung stress, kelamaan disimpan dalam kandang sempit atau tangkringan terlalu dekat dengan bagian atas sangkar, dan juga penyakit atau bakteri yang menyebabkan burung menjadi hilang keseimbangannya. 
Burung yang memiliki kebiasaan salto dikarenakan stress biasanya banyak dialami oleh burung - burung hasil tangkapan hutan atau burung burung bakalan yang ditempatkan dalam sangkar yang kecil atau tidak sesuai. sehingga burung yang mencoba mencari celah diantara jeruji-jeruji yang ada diatas sangkar dan salto dilakukan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, namun karena hal tersebut menjadi rutin terlebih lagi oleh sikap pemilik yang tidak juga mengganti kandangnya dengan yang sesuai untuk burung tersebut maka akhirnya salto tersebut menjadi kebiasaan si burung dan itu tertanam dalam otaknya. sehingga biarpun kandang sudah diganti dengan yang sesuai dan penempatan tangkringan yang standar si burung tetap saja bersalto. Dan untuk mengatasi masalah kebiasaan tersebut kita bisa memindahkan si burung ke kandang yang lebih luas atau umbaran untuk mencegahnya melakukan kebiasaan saltonya atau juga dengan menambah beberapa tangkringan yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak memberi tempat untuk si burung bersalto, terapi ini hanya untuk membuat si burung melupakan kebiasaan saltonya dan masih ada kemungkinan si burung kembali melakukannya lagi begitu kembali ke kandang yang biasanya. jadi untuk kebiasaan salto karena stress ini sangatlah sulit untuk diobati kecuali dengan terapi yang konsisten dan kontinue hingga siburung benar-benar menghilangkan kebiasaan saltonya. 
Sementara untuk burung yang salto karena penyakit atau bakteri atau juga karena kekurangan mineral magnesium (mg) yang menyebabkan burung kehilangan keseimbangan sehingga burung secara reflek melakukan salto terlihat dari kebiasaan saltonya yang dimulai dari meliuk liukan leher atau jumpalitan di dasar sangkar. biasanya salto karena penyakit ini tidak sering dilakukan dan hanya muncul sekali-sekali tidak terus menerus seperti halnya karena kebiasaan. Burung akan kembali bersikap normal seperti biasanya dan akan melakukan salto begitu penyakitnya mulai terasa, diawali dengan liukan leher dan seterusnya. pencegahannya bisa dengan memberikan anti biotik atau obat-obatan mineral khusus untuk burung. 
sumber: berbagai sumber

0 komentar :

Post a Comment