Pundi rupiah di dunia kicauan

8/05/2013
Silahkan tebak berapa besar perputaran rupiah di dunia kicau mania dalam satu tahun? Jawabnya mencapai Rp- 7 Triliun. Jumlah yang fantastis menurut hasil Survei Burung Indonesia bersama University of Oxford, Pelestari Burung Indonesia (PBI),  AC Nielsen, Aksenta, dan Darwin Initiative pada tahun 2007 lalu di Pulau Jawa dan Bali. 

Bisa jadi saat ini perputaran rupiah tersebut memiliki nilai yang lebih besar lagi seiring melonjaknya beberapa harga pakan burung. Nilai sebesar itu merupakan akumulasi dari 6 parameter survei, yaitu nilai jual-beli burung, kandang, peralatan, pakan hidup, buah, biji, vitamin, obat, dokter, publikasi media, sampai perjalanan para pehobi.



Burung-burung kicauan populer yang dipelihara pehobi adalah cucakrawa (Pynonotus zeylanicus), kenari, serindit, trucukan (Pynonotus goiavier), kutilang (Pycnonotus aurigaster), muraibatu (Copsychus malabaricus), anis merah (Zoothera citrina), kacer, dan cucak hijau atau cica daun besar( Chloropsis sonnerati ).

Meski demikian beberapa jenis burung populer tersebut mulai sulit dijumpai di alam. Cucakrawa, misalnya, nyaris punah di hutan-hutan di Pulau Jawa. Bahkan menurut data Asosiasi Penangkar Cucakrawa di Ciputat, Tangerang, Provinsi Banten, di alamnya sendiri cucakrawa sudah menjadi barang langka. Jadi pantaslah bila harganya meroket. Sebagai gambaran piyikan umur 1 bulan bisa mencapai Rp4-juta/ekor; induk Rp14-juta/pasang. Inilah peluang besar memetik rupiah dengan cara menangkarkannya.

Harus diakui pula pasca menyebarnya wabah flu burung sekitar 2003–2005, pamor burung kicauan semakin terus menanjak. Lihat saja berbagai kontes dan lomba suara kicauan burung yang marak digelar di berbagai daerah dan kota. Lomba-lomba skala regional selalu dibanjiri ratusan peserta, dari kalangan atas, menengah, hingga bawah dengan hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Pesertanya pun datang dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Samarinda.

Bukan hanya kontes atau lomba-lomba besar saja yang kebanjiran peserta, ajang latihan bersama atau latber pun bisa menyedot kurang lebih 50-an peserta. Nah, sampai saat ini jenis-jenis burung yang  populer di lomba tak bergeser, masih tetap dikuasai jenis muraibatu, anis merah, dan kacer. Ketiga jenis itu memang mencorong sebagai burung kontes sejati. Anis merah dan muraibatu disukai karena memiliki volume suara keras, bagus dan jernih. Khusus anis merah kini berkembang berbagai gaya. Bila sebelumnya populer gaya teler dan pinguin, kini gaya doyong alias merunduk-runduk ke depan menjadi populer.

Yang menarik lagi beberapa kategori lomba burung kontes berasal dari burung-burung master alias pengisi suara seperti lovebird, kenari, dan cucak jenggot. Tak ayal perdagangan burung-burung itu terkerek naik. Piyik lovebird kini dijual dengan harga rata-rata Rp250.000—Rp350.000 untuk kelas burung kontes. 

Dan tampaknya dunia kicau mania semakin hari semakin semarak dan bertambah penggemarnya meski harga burung kicauan saat ini bisa dikatakan bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. 

Salam Kicau ! 

Sumber: Bebeja.com
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

loading...

1 comments:

Write comments
kelana lana
AUTHOR
6 August 2013 at 03:07 delete

♍ƏϞŦƏ:)♧:)♍ƏϞŦƏ

Reply
avatar