Membuat inkubator darurat untuk penetasan telur

10/14/2013
Banyak penyebab kegagalan dalam proses penetasan telur oleh indukan, misalnya indukan yang akan meninggalkan sarangnya karena selalu terganggu atau indukan yang memiliki sifat buruk misalnya selalu membuang telur-telurnya. Jika sudah demikian solusi yang bisa dilakukan adalah menitipkan telur burung tersebut pada telur burung babuan. 

Seperti diketahui, agar telur bisa menetas setidaknya beberapa hal sangat dibutuhkan dalam perkembangannya tersebut  yaitu indukan yang berpengalaman atau indukan yang sudah cukup umur, dengan demikian mereka akan dengan mudah melakukan pekerjaannya tanpa terganggu oleh masalah lainnya.


Untuk menetaskan telur indukan tersebut harus melakukan beberapa hal sebagai berikut :
  • Mengerami telurnya dengan tujuan menghangatkan telur.
  • Membolak - balik telur.
  • Membuat atau menjaga kelembaban dalam sarangnya.
Jika salah satu tidak dilakukan, maka sudah bisa dipastikan telur akan gagal menetas, terutama jika indukan yang selalu mengabaikan sarangnya.
Lalu bagaimana jika kita tidak memiliki burung babuan, atau dalam kondisi darurat kita menemukan sebuah sarang yang berisi telur di alam ? Jawaban yang paling rasional tentu kita membutuhkan inkubator untuk membantu menetaskan telur tersebut.

Penggunaan inkubator memang sudah menjadi salah satu kebutuhan dalam sebuah penangkaran, selain untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur juga bisa meningkatkan produktivitas penangkaran, dan dipasaran memang sudah banyak dijual peratalatan inkubator baik yang berukuran kecil maupun berukuran besar.  Kalau pun kita tidak memiliki perangkat inkubator tersebut, maka kita bisa saja membuat sendiri perangkat inkubator sangat sederhana dengan berbahan dasar bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita, hanya untuk tujuan darurat saja.

Membuat sendiri inkubator darurat  

Untuk itu kita bisa membuat Inkubator Darurat atau ISS ( Inkubator Sangat Sederhana ) yang tujuannya untuk menyelamatkan telur yang tidak dirawat dengan semestinya oleh indukan burung.

 
Contoh inkubator darurat untuk menetaskan telur

 Media yang akan digunakan sebagai inkubator darurat ini bisa menggunakan bahan-bahan yang tidak terpakai seperti kotak stereofoam kecil, kotak kayu dari triplek, kontainer plastik atau bisa juga menggunakan kotak kaca /akuarium kecil ( jika menggunakan kotak kaca, maka suhu harus selalu dipantau karena sifat kaca yang bisa menyebarkan panas ), masukan kedalam kotak tersebut beberapa kain handuk yang digulung melingkar di tengah dari dalam kotak tersebut atau dibentuk menyerupai sarang burung, dua buah kain bisa digunakan yang masing-masing dibentuk menggulung dan diletakan ditengah kotak dengan posisi melingkar dengan lingkaran kecil ditengah-tengahnya. Pada bagian tengah tersebut diletakan lagi kain lembut untuk tempat meletakan telur-telurnya.

Siapkan wadah berisi air bisa menggunakan pisin kecil atau gelas kecil yang berisi air, lalu letakan di sudut dari kotak tersebut. Air berguna untuk membuat kelembaban didalam kotak tersebut. Perlu diperhatikan pula disini kita harus sering memantau kondisi air tersebut, karena suhu panas bisa membuat air cepat menguap maka penambahan air perlu dilaukan jika air di dalam wadah tersebut tampak berkurang atau mulai habis.
Lampu pemanas mulai diletakan diatas kotak tersebut, yang berfungsi untuk memberikan panas dan kehangatan pada telur-telur didalamnya, gunakan lampu dengan daya yang rendah misalnya 10 watt , kemudian letakan tepat diatas  telur yang berada dalam kotak tersebut.

Selama pemanasan atau inkubasi jangan lupa untuk selalu memutarkan telur beberapa kali dalam sehari, ingat cukup sebalik saja dan jangan dibulak-balik. Untuk memenuhi kebutuhan suhu yang ideal mungkin penempatan thermometer akan sangat diperlukan sehingga bisa didapat suhu yang tepat agar telur bisa menetas, dan untuk itu pengaturan tinggi rendah lampu bisa dilakukan dengan mengikuti angka yang tertera pada thermometer tersebut.

Dikarenakan hal ini besifat darurat atau inkubator sederhana untuk telur yang tidak dirawat dengan baik oleh indukannya, maka kemungkinan untuk berhasil adalah sekitar 90% yang tentu saja semua tergantung dari bagaimana cara kita menanganinya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah menggunakan peralatan khusus perlengkapan bayi seperti misalnya alat khusus yang sering digunakan untuk menghangatkan popok atau tisue bayi seperti Baby Warmer ini :
Membuat inkubator / Brooder darurat untuk telur atau piyikan
Membuat inkubator / Brooder darurat untuk telur atau piyikan dari alat penghangat Popok bayi  / tissue bayi.
Suhu atau temperatur yang dibutuhkan

Faktor utama yang menjadikan proses inkubasi dalam sebuah alat inkubator berjalan lancar dan berpeluang berhasil adalah kondisi suhu atau temperatur dalam inkubator tersebut yang harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh telur untuk menetas. Perkembangan embrio memang cukup toleran terhadap penurunan suhu dalam jangka pendek dan hal ini bisa dimanfaatkan untuk memeriksa kondisi telur misalnya dengan meneropong telur atau memindahkan telur-telur tersebut, dengan catatan tidak lebih dari 10 - 15 menitan sebelum suhu dalam telur tersebut benar-benar turun yang mengakibatkan kebekuan/kematian pada embrio didalamnya.

Karena itu pula sebuah perangkat inkubator yang baik tentu harus dilengkapi dengan beberapa peralatan pengukur dan pengatur suhu atau temperatur, seperti thermostat dan thermometer, dengan demikian kondisi suhu didalamnya akan mudah dipantau dan jika terlihat mengalami kenaikan maka itu artinya kita harus segera mengganti atau menambah air yang terdapar dalam wadah didalam inkubator tersebut.

Suhu atau temperatur yang dibutuhkan dalam menetaskan telur itu sendiri cukup bervariasi tergantung besar-kecil dan jenis burung yang sedang coba ditetaskan tersebut, namun untuj jenis burung lovebird dan burung kicauan secara umum, suhu atau temperatur yang dibutuhkan adalah sekitar 36.8 – 37.0°C atau 98.3 – 98.6ºF.

Perawatan setelah menetas


Setelah menetas burung anakan / piyikan tetap berada didalam kotak tersebut sampai mereka memiliki bulu-bulu yang lengkap. Selama perawatannya tersebut kita akan melakukan proses handfeeding yang artikel lengkapnya mengenai hand feeding ini akan kita ulas pada pertemuan berikutnya.

Semoga bermanfaat.
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close