Burung beo, karakter dan perawatannya

2/18/2014
Dari dua belas spesies burung beo yang dikenal hanya dua jenis yang populer di pelihara sebagai burung peliharaan baik di negara-negara di Asia ataupun di Eropa. Kedua jenis tersebut adalah Java hill-mynah (Gracula religiosa religiosa) dan Greater Indian hill-mynah (Gracula religiosa intermedia), sementara sisanya merupakan jenis yang jarang terlihat di pasar-pasar burung juga di habitat aslinya .



 

Kepintaran burung beo dalam mengolah vokal hingga bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang biasa diucapkan manusia membuat burung ini menjadi salah satu objek perdagangan dan perburuan di seluruh dunia termasuk di indonesia. Salah satu beo yang paling terkenal kepintarannya adalah beo nias (Gracula religiosa robusta) dan karena itu pulalah status nya kini menjadi terancam punah lantaran jarang sekali kita bisa menemukan burung beo jenis ini dipasaran dan burung beo ini termasuk jenis burung yang dilindungi. 

Saat ini banyak pasar burung di kota kota besar indonesia yang menjual anakan atau burung beo yang masih muda, dan rata-rata mereka ini termasuk dari jenis Javan hill mynah yang penyebarannya masih banyak ditemukan di hutan hutan  di pedalaman wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Kep Bangka dan Bali. 


Beo jawa ini adalah burung beo asli pulau jawa dan sumatera. bentuk fisik dari beo nias dengan beo jawa / sumatera ini hampir mirip hanya saja ukurang tubuh beo nias ini lebih besar dari ukuran tubuh beo jawa atau sumatera dan memiliki jawer yang cukup berbeda. 

Burung beo baik itu jantan maupun betina sama-sama memiliki kemampuan untuk bisa dilatih bicara, terlebih jika beo yang dilatih tersebut didapat dari anakan yang masih lolohan, maka secara naluriah mereka akan lebih cepat menguasai kalimat demi kalimat yang diucapkan pemiliknya atau apa yang didengar mereka di lingkungan sekitarnya.  


Melatih burung beo yang sudah dewasa atau tangkapan hutan tentulah akan membutuhkan waktu yang sangat lama sebelum mereka benar-benar bisa beradaptasi dengan manusia dan lingkungan disekitarnya.


Perawatan harian

 
Dalam perawatan hariannya burung beo bisa diberikan buah-buah dan serangga seperti jangkrik, belalang, ulat german, dsb sedangkan untuk voernya sebaiknya diberikan voer yang berbutir besar. 


Air minum yang bersih serta kebersihan sangkar  harus selalu dijaga agar burung tidak cepat terserang oleh bakteri ataupun parasit seperti tungau atau kutu.  

Pemberian mandi yang teratur setiap pagi hari dengan menyediakan bak mandi yang berukuran besar lalu dimasukan dalam sangkarnya. 

Pemberian diet makanan yang seimbang dengan vitamin dan mineral serta banyak terkena sinar matahari merupakan syarat mutlak agar burung terhindar dari berbagai macam penyakit.

Karakteristik burung beo

Burung beo ini termasuk burung yang mudah jinak dan cepat akrab dengan manusia, sifat mereka yang penuh keingin tahuanlah yang membuatnya cepat beradaptasi dengan manusia yang memeliharanya. 


Beo ini juga termasuk burung yang senang diperhatikan bahkan mereka akan merasa senang jika diijinkan bertengger di pundak pemiliknya. karena itulah kebanyakan burung beo lebih menggunakan kakinya untuk melompat-lompat dibanding menggunakan sayapnya untuk terbang. 

Membedakan jantan dan betina
Membedakan burung beo jantan dengan betina memang tidak mudah dikarenakan burung ini memiliki kemiripan satu sama lainnya.

Menangkarkan beo

Kandang penangkaran bisa menggunakan kandang aviary yang berukuran medium dengan beberapa ranting pohon didalamnya, kalau didalam habitat aslinya pasangan beo ini akan bersarang di lubang lubang pohon dengan ketinggian 10 - 40 meter dari atas permukaan tanah. sementara jika berada di dalam penangkaran bisa menyediakan glodok sarang yang digantung di posisi yang tinggi dan jangan lupa untuk menyediakan beberapa bahan atau material untuk membuat sarang seperti daun kering, serat kelapa atau nenas, ranting, daun cemara, rumput kering, jerami dan serat rami.

Beo betina akan bertelur dengan jumlah telur antara 2 hingga 4 butir telur yang berwarna hijau kebiruan dengan bintik bintik kecoklatan. masa mengerami sekitar 14-15 hari secara bergantian oleh indukan jantan dan betinanya. setelah menetaspun pasangan ini bergantian meloloh anak-anaknya hingga anak-anaknya berusia dewasa pada umur 25 hingga 28 hari.

Tips:


Jika anda ingin memiliki beo yang pintar bicara dengan jumlah kosa kata paling banyak maka  anda harus siap menjadi ayah angkat bagi piyikan beo tersebut, yaitu dengan jalan menyapihnya. dalam waktu 1-2 bulan biasanya beo muda sudah bisa berbicara sepatah dua patah kata.

Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close