Mengupas perilaku burung yang gemar mencabuti bulunya sendiri

2/02/2014
Burung yang sering terlihat mencabuti bulunya sendiri atau dikenal dengan istilah 'kanibal' adalah gejala umum yang kerap ditemukan pada burung peliharaan baik dari jenis burung paruh bengkok maupun burung kicauan. Secara umum pula gejala tersebut biasanya berhubungan langsung dengan kondisi kesehatan maupun psikologis dari burung tersebut, terutama burung paruh bengkok. Jadi harus diperhatikan juga disini, bahwa mencabuti bulu adalah sebuah gejala dan bukan penyakit.
 


Berikut ini adalah beberapa gejala yang menyebabkan burung sering mencabuti bulu-bulunya .

Kondisi Normal
Bisa disebut kondisi normal ialah saat burung memasuki masa perkembang biakannya, sebagai contohnya burung kakatua , ia akan terlihat sering mencabut bulu-bulu mereka sebelum bersarang.

Iritasi pada bulu
Iritasi atau rasa gatal yang terjadi pada kantung bulu primer menarik perhatian burung untuk melakukan apapun asal bisa membuatnya merasa nyaman seperti mengunyah atau menggigit bulu yang terkena iritasi tersebut atau mencabuti bulu tersebut. kemungkinan iritasi atau gatal ini terjadi karena infeksi terkait denan tungau, bakteri, jamur atau virus. beberapa spesis tungau memang dikenal hidup dalam lapisan bulu yang terdalam. Selain tungau adanya infeksi bakteri dan jamur bisa menyebabkan rasa gatal pada bulu adalah bakteri Staphylococcus dan jamur mucor.sp dan Rhizopu.sp.

Alergi
Kemungkinan burung terkena alergi juga bisa terjadi saat kondisi lembab dimana dalam kondisi tersebut jamur aspergillis.sp sering tumbuh pada bahan-bahan organik seperti jerami, sayuran yang sudah kering dsb, jadi alergi bisa jadi karena makanan yang mengandung jamur dan ada beberapa kasus burung paruh lovebird yang alergi dengan biji bunga matahari .

Iritasi pada kulit burung
Banyak hal yang bisa ditemukan dalam sebuah rumah tinggal ternyata bisa meracuni  burung dan sering dikait-kaitkan dengan gatal yang dialami oleh burung. Misalnya asap atau aroma dari minyak goreng, pewangi ruangan yang mengandung alkohol, asap rokok, dsb. Zat-zat tersebut jika terkena kulit burung akan menjadikan iritasi dan rasa gatal sehingga burung akan mengatasi rasa gatal tersebut dengan menggigit atau menarik narik bulu-bulunya.

Akibat penyakit dari dalamBurung tidak memiliki tangan dan karena itulah kalau kulit atau bulunya terasa gatal maka yang ia lakukan adalah mengunyah atau menggigit gigit bulu tersebut hingga rasa gatalnya hilang. dari sini kita sudah harus tahu bahwa terjadi sesuat pada burung diarea tersebut bisa karena infeksi, iritasi atau tungau seperti yang disebut diatas, namun beberapa kasus menunjukan bahwa burung yang terkena infeksi Giardia . infeksi giardia yang disebabkan oleh organisme dan terjadi dalam usus inilah yang menyebabkan burung sering mencabuti bulu. 


Selain itu infeksi karena Chlamydophila juga dihubung-hubungkan dengan aksi menggigit dan mencabuti bulu ini. Beberapa penyakit hati yang menyebabkan pengendapan garam empedu bisa menyebabkan iritasi pada kulit.

Kurang Gizi
Kekurangan gizi akibat pemberian pakan yang tidak teratur atau buruk bisa menyebabkan bulu bulu menjadi jelek dan kulit terkelupas kering dan bisa membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi sekunder. oleh karena itulah pemberian pakan yang baik dan bergizi tinggi sangat dianjurkan terlebih yang mengandung vitamin A yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit dan selaput lendir. kekurangan vitamin A ini biasanya dialami oleh burung yang hanya diberikan pakan biji-bijian saja .

Keracunan logam
Keracunan logam berat ini sering dikait-kaitkan dengan burung yang sering menggigit sangkar yang terbuat dari besi atau mengunyah benda yang mengandung logam, seng, tembaga dan timbal. hal ini bisa memberikan pengaruh buruk pada kesehatan burung dan efeknya burung sering mengunyah bulu-bulunya sendiri.

Masalah Hormonal
Masalah bulu yang rontok atau tidak ada bulu sama sekali dapat terjadi karena masalah hormonal seperti hipertiroid (yang berfungsi menaikan kadar kelenjar tiroid) dan penyakit Addison ( penurunan kortikosteron oleh kelenjar adrenal), meskipun bukanlah penyebab langsung burung menggigit atau mencabuti bulunya tetapi masalah ini bisa menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada kulit.

Masalah Fisik dan Psikologis burungMelukai diri sendiri merupakan masalah fisik dan juga masalah psikologis dari burung. jadi ada kemungkinan burung mengalami stress, kebosanan, sedang merasa tidak sehat, jenuh, frutasi sexual dan semua yang berkaitan dengan kondisi mental si burung.

Bosan
Seperti sudah disebutkan diatas kebosanan juga bisa memicu burung melakukan tindakan yang menyakiti dirinya sendiri misalnya mencabuti bulu-bulunya, dalam hal ini diperlukan tindakan sepreti memperkaya isi dalam kandangnya misalnya dengan mainan, menambah variasi makanannya dan mungkin bisa juga memberinya teman bermain (pasangannya).

Frustasi sexual
Burung yang sering sendiri ataupun yang sudah lama hidup sendirian pasti akan mengalami masa-masa bosan dan frustasi, akibatnya burung sering terlihat menyakiti dirinya sendiri, sama seperti pada point diatas memberikan teman atau pasangannya bisa membantu melunakkan sikap burung tersebut dan mengembalikam kondisi psikologis dari burung tersebut.

Gelisah
Kandang yang terlalu penuh sesak oleh burung , lokasi kandang dengan lingkungan yang terlalu berisik atau banyak gangguan dari lingkungan sekitar bisa menjadi sumber kecemasan dan kegelisahan bagi burung paruh bengkok, evaluasi diperlukan terhadap manajemen burung dan lingkungan.

Itulah beberapa gejala yang bisa mengakibatkan burung mencabuti bulu-bulunya sendiri dan ada baiknya juga kita sebagai perawatnya untuk mulai mengantisipasi dan mengawasi jika hal tersebut berkelanjutan. 


Dengan perawatan yang teratur baik dari pemberian pakan, kebersihan kandang, pemberian vitamin dan suplemen, manajemen kandang dan lingkungan sekitar. 

Semoga bermanfaat



Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close