BKSDA kembali sita beberapa ekor jenis burung

3/12/2014
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa barat beberapa waktu yang lalu mengamankan sedikitnya 592 ekor burung di Pelabuhan Merak, Banten. Ratusan burung yang dibawa menggunakan angkutan bus itu diamankan oleh pihak berwenang karena pemiliknya tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan.



"Kami mengamankan burung itu, karena di antaranya masuk kategori Apendik satu dan dilindungi oleh pemerintah," kata Uday, petugas BKSDA Jawa Barat Pos Merak di Kantor Balai Karantina Kelas II Cilegon.

Menurut petugas BKSDA dari Kantor Balai Karantina Kelas II Cilegon, ratusan burung-burung tersebut diamankan karena beberapa diantaranya masuk kategori Apendik satu dan dilindungi Pemerintah.

Dari 592 ekor burung yang diamankan tersebut sebagian besar adalah burung yang banyak dijual di pasar-pasar burung di berbagai daerah di Jawa Barat. Jenis-jenis burung yang diamankan tersebut adalah 308 ekor trucukan, 184 ekor perkutut, 28 ekor jalak kebo, 41 ekor kutilang, 12 ekor manyar kuning , dan 19 ekor tekukur. Semua burung-burung itu merupakan hasil tangkapan hutan yang akan dibawa ke Jakarta.

Sebagian jenis burung-burung tersebut menurut Pihak BKSDA yang menyitanya, termasuk dalam kategori Apendik satu, sedangkan untuk burung yang tidak dilindungi seperti kutilang dan perkutut, pemiliknya tetap diminta menunjukkan dokumen dari daerah asalnya yang kalau tidak dipenuhi dalam waktu tiga hari ke depan maka burung-burung tersebut akan dilepas liarkan ke alam bebas.

Beberapa bulan belakangan ini pihak BKSDA Jawa Barat tampaknya semakin gencar melakukan razia di beberapa daerah termasuk di Pelabuhan Merak yang menjadi pintu masuk perdagangan satwa-satwa langka dari Pulau Sumatera menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Berbeda dengan yang pernah terjadi di Bandara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat pada Kamis (6/3) lalu. Polsek Bandara menggagalkan pengiriman 457 ekor burung. Meski pun burung-burung tersebut bukan termasuk jenis burung yang dilindungi, namun karena jumlahnya yang cukup banyak membuat pihak berwenang terpaksa menangkap sang pemilik.

Dari 457 ekor burung yang disita karena sang pemilik tidak bisa menunjukkan dokumen resminya, diantaranya adalah murai batu, pleci, kacer, cucak ranting, dan cililin yang akan dikirim ke Jakarta.


Kacer sitaan BKSDA Sumatera Barat
Biasanya burung-burung tersebut merupakan hasil tangkapan hutan yang dikumpulkan oleh pengepul, lalu dikirim ke pasar-pasar burung besar di Jakarta sebelum didistribusikan ke daerah-daerah lain di Pulau Jawa. Meskipun termasuk jenis burung yang banyak di pasaran dan dalam status tidak dilindungi, akan lebih baik kalau para pemilik burung ini bisa mentaati peraturan yang berlaku.

Sebaiknya pula para pemilik burung sebelum berniat mengirimkan burung-burung dari luar Jawa bisa melengkapi dokumen yang diperlukan. 


Dokumen-dokumen itu meliputi :
  • Surat karantina,
  • Surat keterangan dari BKSDA setempat,
  • Surat izin jalan dan
  • Surat angkutan.

Selain itu perlu juga diketahui bahwa meski beberapa daerah sudah tidak lagi mengeluarkan kuota atau batasan jumlah dari burung yang bisa dibawa keluar wilayahnya, namun jika burung tersebut dalam jumlah yang cukup banyak maka pelaku bisa terkena juga.

Semoga bermanfaat
Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait