Catatan Burung Indonesia: spesies burung Indonesia bertambah

3/11/2014
Berdasarkan laporan Burung Indonesia dalam burung.org bahwa pada akhir tahun 2013, jenis burung di Indonesia bertambah. Dalam laporannya tercatat ada 1,605 jenis burung pada tahun 2013, yang berarti terdapat tambahan tujuh spesies lebih banyak dibanding tahun 2012 yang hanya berjumlah 1,598 jenis.


Infograpis Burung Indonesia
Jumlah dan status burung di Indonesia pada tahun 2013 | Infograpis burungindonesia.org

Menurut Jihad, Bird Conservation Officer dari Burung Indonesia, spesies burung yang ditemukan merupakan satwa luar yang belum tercatat di Indonesia. Jenis-jenis burung tersebut adalah:
  1. Camar pungung-hitam kecil (Larus fuscus) ditemukan di Pulau Wetar,
  2. Penggunting-laut Heinroth (Puffinus heinrothi) ditemukan di perairan Taliabu,
  3. Alap-alap dahi-putih (Microhierax latifrons) ditemukan di Kalimantan Timur,
  4. Gagang-bayam belang (Himantopus himantopus) ditemukan di Sumatera,
  5. Kedidi Baird (Calidris baird) ditemukan di Papua Barat,
  6. Kaki-rumbai merah (Phalaropus fulicarius) ditemukan di Jawa,
  7. Apung zaitun (Anthus hodgsoni) ditemukan di Kalimantan Timur.
“Penambahan tersebut berasal dari catatan baru (new record) sebaran tujuh jenis burung yang dimuat dalam jurnal ilmiah pada kurun 2010-2012,” namun dari keseluruhan jenis burung yang terdapat di Indonesia 126 diantaranya memiliki status terancam punah, meliputi 19 jenis berstatus Kritis (CR), 35 jenis berstatus Genting(EN), sedangkan 72 jenis lainnya berstatus Rentan (VU).

Dari catatan tersebut, terdapat pula tiga jenis burung yang naik statusnya menjadi terancam, diantaranya Bangau Bluwok (Mycteria cinerea) naik dari yang tadinya Rentan (Vulnerable) menjadi Genting (Endangered), begitu juga dengan kakatua putih (Cacatua alba). Yang paling memprihatinkan adalah keberadaan burung jenis poksai kuda (Garrulax rufifrons) statusnya meningkat drastis dari Mendekati Terancam (Near Threatened) kini naik dua tingkat menjadi Genting (EN).

Namun disamping peningkatan status yang cukup memprihatinkan tersebut, ternyata terdapat pula laporan yang cukup menggembirakan, setidaknya terdapat tiga jenis burung yang dilaporkan mengalami penurunan status mereka. Mambruk Victoria (Gours victoria) lepas dari zona keterancaman yang sebelumnya berstatus Rentan (VU) menjadi Mendekati Terancam (NT).

Begitu pula dengan nuri-ara salvadori (Psittaculirostis Salvadorii) turun dari status Rentan (VU) dan kini memiliki status Risiko Rendah (LC: Least Concern). Sedangkan untuk spesies burung cekakak yaitu cekakak pita kofiau (Tanysiptera ellioti) masih tetap berada dalam zona terancam punah karena hanya turun satu tingkat saja dari Genting (EN) menjadi Rentan (VU).
Menurut data dari BirdLife International, Indonesia saat ini berada dalam lima besar dari negara yang memiliki spesies burung terbanyak setelah Colombia, Peru serta Brazil, dan bersaing ketat dengan Ekuador. Namun demikian, Indonesia juga ternyata sangat disayangkan masuk peringkat tiga besar alam hal jumlah spesies burung terancam punah terbanyak di dunia, dengan peringkat pertama ditempati oleh Brazil, disusul Peru pada posisi kedua.
Kegagalan mengatasi pembalakan liar dan kerusakan hutan menjadi salah satu penyebab semakin terancamnya beberapa jenis burung di Indonesia
Kegagalan mengatasi pembalakan liar dan kerusakan hutan menjadi salah satu penyebab semakin terancamnya beberapa jenis burung di Indonesia
Sedangkan dalam hal endemisitas atau kekhasan jenis burung dari sebuah negara, Indonesia memilik jumlah burung endemik terbanyak di dunia, dengan 380 spesies burung endemik yang jauh lebih unggul dari negara-negara di seluruh dunia dan berada pada peringkat pertama.


Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close