Paradise Whydah, finch eksotis yang susah untuk ditangkarkan

3/26/2014
Burung finch memang selalu menarik untuk dibahas, bukan hanya karena suara uniknya tetapi karena kelompok finch ini memiliki spesies burung yang cukup beraneka ragam jenis dan perilakunya. Misalnya saja pin-tailed whydah dan long-tailed paradise whydah, kedua spesies ini cukup unik karena memiliki ekor yang panjang, dan suara kicauan yang bisa dimanfaatkan untuk memaster burung lainnya. Dan tahukah anda, menangkar burung ini ternyata cukup rumit juga loh!.

Paradise whydah, lebih banyak dipelihara dari pada ditangkarkan
Long-tailed Paradise whydah (Vidua paradisaea) adalah burung penetap (non-migrasi) dari spesies burung penyanyi yang memiliki habitat dan penyebaran di wilayah Afrika. Nama mereka diambil dari bentuk ekornya yang sangat panjang. Burung finch ini juga dikenal sebagai widow birds karena bulu-bulu mereka akan berubah menjadi hitam dengan ekornya yang bertambah panjang selama musim kawin. 
Ukuran tubuh antara burung jantan dengan betina hanya sekitar 13 cm panjangnya, namun burung jantan akan menumbuhkan ekornya hingga mencapai 40 cm pada, selama musim berkembang biak. Di luar itu, baik burung jantan atau betina sama-sama memiliki ekor yang pendek. 

Dalam satu tahun, burung paradise whydah jantan akan mengalami 3 kali perubahan bulu pada masa mabungnya. Pada kondisi normal atau diluar musim kawin, warna bulu mereka lebih mirip burung betina dengan warna burung gereja pada umumnya, dengan ekornya yang pendek.
Paradise whydah jantan (kiri) dan burung betina
Menjelang musim kawin, mereka akan mengalami masa mabung yang akan merubah bulu-bulu mereka menjadi warna yang lebih eksotis dan cantik, dengan ekornya yang panjang bisa mencapai 35 cm, setelah mulai berkembang biak bulu-bulu mereka akan kembali berubah menjadi lebih hitam mengkilap dengan ekor yang bertambah panjang mencapai 40 cm. Lalu keadaan akan kembali ke semula setelah mereka melewatkan masa-masa tersebut.
Selama berkembang biak, warna bulu burung jantan akan menjadi lebih hitam dengan ekor yang semakin panjang
Seperti juga berbagai jenis burung finch lainnya, paradise whydah memakan biji-bijian sebagai makanan utama mereka, termasuk biji gandum, millet dan terkadang memakan rayap dan larva. 
 
Rumitnya menangkarkan paradise whydah 
 
Selain itu, keunikan lain adalah, butuh trik-trik khusus dalam menangkarkan spesies burung ini. Ya, seperti halnya pin-tailed whydah, burung paradise whydah ini pun merupakan burung parasit yang berkembang biak dengan cara menitipkan telur-telur mereka pada sarang burung finch jenis lainnya. 
 
Tidak mudah mengembang biakkan paradise whydah ini, butuh trik-trik khusus jika kita berniat menangkarkan mereka. Sebagai burung parasit, paradise whydah termasuk burung pemilih yang akan memilih-milih calon induk asuh / inang untuk anak-anak mereka. 
 
Tidak seperti pin-tailed whydah yang memilih burung dari jenis waxbill sebagai inangnya, paradise whydah cenderung memilih sarang burung melba finch atau Green-winged Pytilia (Pytilia melba) sebagai tempat penitipan telurnya. 
 
Burung paradise whydah cenderung memilih inang berdasarkan warna telur dan bentuk piyikan yang hampir / mirip dengan telur dan piyikan mereka, bahkan mereka memiliki kemampuan meniru telur dan bentuk rongga mulut piyikan dari inangnya, sehingga dengan demikian induk asuhnya tidak akan menaruh curiga dan akan tetap mengasuh mereka hingga dewasa.  
 
Dengan demikian, tidak semua jenis burung finch bisa dimanfaatkan untuk membantu pengembang biakkan burung ini.
Burung melba finch dan anak burung melba yang akan ditiru oleh anakan paradise whydah
Selain itu kemampuan anak burung ini dalam meniru suara burung inangnya pun cukup luar biasa. Piyik dari burung paradise whydah sudah belajar untuk mempelajari lagu-lagu yang dimiliki oleh induk asuhnya, termasuk suara piyikan lain pada waktu merengek meminta makanan. 

Karena itu, jika anda berniat menangkarkan paradise whydah, sebaiknya gunakan beberapa pasang burung melba finch dalam kandang koloni atau aviary, sedangkan sepasang burung paradise whydah ditempatkan dalam sangkat harian mereka yang ditempelkan pada kandang aviarynya, agar mereka bisa memperhatikan kondisi burung melba finch yang berada dalam kandang aviary tersebut, keberadaan melba finch yang sedang menyusun sarang bisa merangsang paradise whydah untuk kawin dan bersiap untuk bertelur. 

Setelah melba finch mulai bertelur, masukan burung paradise whydah ( bisa juga induk betina saja atau sepasang ) dalam kandang aviary tersebut, lalu pantau apakah mereka akan bertelur dalam sarang dari melba finch tersebut.

Jika burung betina paradise terlihat bertelur, maka proses penangkaran bisa dikatakan baru setengah berhasil. Setelah itu indukan paradise whydah bisa diangkat  dipindahkan dari kandang aviary tersebut. 

Namun, jika anda tidak bisa menemukan burung melba finch, alternatif lain adalah mencari finch yang memiliki warna telur dan bentuk rongga mulut dari piyikan yang sama dengan melba finch, sehingga insting mereka tetap akan menggunakan sarang tersebut untuk meletakkan telur-telurnya. Cukup rumit memang, dan itulah sebabnya banyak penggemar burung di berbagai negara lebih senang memelihara mereka dari pada menangkarkannya. 

Suara paradise whydah 

Suara kicauan paradise whydah cukup bervariasi dengan beberapa irama atau lagu yang cukup cepat. Lagu-lagu mereka jika ditiru oleh burung kicauan lainnya tentu akan menjadikan satu nilai tambah tersendiri.

Berikut suara kicauan dari burung paradise whydah
  • Suara kicauan paradise whydah variasi 1 [DOWNLOAD]
  • Suara kicauan paradise whydah variasi 2 [DOWNLOAD]

Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close