Perawatan cipo bakalan agar rajin berbunyi

3/04/2014
Cipo atau sirtu bagi sebagian besar kalangan penggemar burung kicauan di Indonesia mungkin dianggap sebagai burung yang paling menuntut kesabaran ekstra dalam perawatannya, karena pada dasarnya sangat sulit sekali membuat burung cipo atau sirtu tersebut mau rajin berkicau dengan suara khasnya, terkecuali burung itu dipelihara semenjak dari usia anakan / lolohan.





Suaranya yang khas dari burung cipo/sirtu ini memang bisa membuat orang yang mendengarnya serasa kembali ke alam. Bebeberapa tahun yang lalu, burung cipo termasuk burung yang kerap di jumpai di hutan-hutan di pinggiran pedesaan atau kota, namun sekarang akan sangat beruntung sekali jika masih melihat burung ini atau pun mendengar suara aslinya di hutan-hutan. Kadang suara mereka akan terdengar sahut menyahut baik dengan burung sejenis atau pun burung kepodang/bincarung, sehingga di beberapa daerah banyak yang menjuluki burung cipo ini dengan 'kepodang kecil''.

Burung cipo atau burung pengicau yang termasuk dalam keluarga Aegithinidae yang terdiri dari dua spesies yaitu Cipoh kacat / common iora (Aegithina tiphia) dan Cipoh jantung / green iora (Aegithina viridissima) dan termasuk burung yang sering terlihat bercengkerama di dahan-dahan pohon yang tinggi serta sesekali sering terlihat mencari makan di semak-semak belukar maupun tanaman yang rendah.

Karakter mereka sebenarnya burung yang mudah bersosialisasi, namun di habitatnya mereka lebih sering sendirian atau berpasangan, meski bukan termasuk burung yang teritorial namun kebiasaan mereka begitu menemukan habitat atau lokasi barunya, burung cipo ini akan mengeluarkan suara kicauan khasnya yang juga bisa disebut sebagai suara penanda sekaligus sebagai sebuah isyarat bahwa dilokasi tersebut ada dirinya yang sedang berkunjung, dan biasanya jika dalam satu wilayah terdapat juga burung cipo lainnya , maka mereka akan segera saling membalas suara kicauan tersebut sehingga akan terdengar seperti suara panggilan yang bergema. Itu menandakan bahwa ada burung lain di wilayah tersebut yang menyambut kedatangan mereka atau istilahnya ucapan selamat datang. 


Melihat perilaku mereka di habitatnya, maka kita bisa menerapkan sifat alami mereka dengan misalnya merubah lokasi menggantung mereka setiap harinya atau digantung pada lokasi yang berbeda-beda setiap harinya. Hal itu untuk tujuan memancing mereka cepat berbunyi, lantaran burung cipo ini termasuk burung yang sangat aktif. 

Selain itu dengan memelihara lebih dari satu jenis burung cipo yang digantung secara sangat berjauhan, maka kemungkinan besar mereka akan saling bersahut-sahutan. 

Merawat burung cipo 

Merawat burung cipo yang dipelihara sejak masih berusia anak-anak / lolohan, tentu akan lebih mudah bagi burung tersebut menjadi sangat gacor, bahkan rata-rata cipo yang dirawat sejak masih anak-anak / lolohan akan memiliki sifat cetekan, atau akan bersuara begitu kita sodorkan tangan kita. 

Namun bagi burung cipo yang di dapat dari muda hutan atau tangkapan hutan, biasanya butuh waktu lama bagi mereka untuk mengeluarkan suara panggilan khasnya, karena itu sebaiknya memelihara lebih dari satu burung ini, tentu akan mempercepat proses bersuara mereka dengan cara seperti yang sudah disebutkan di atas. 

Beberapa masalah umum yang dihadapai jika burung cipo didapatkan dalam kondisi dewasa hutan atau sudah tua hutan.

  • Burung akan menjadi terlalu liar/giras, untuk ini diperlukan proses penjinakan lebih dahulu.
  • Burung yang sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, untuk itu perlu diberikan pengkerodongan selama satu minggu yang bagian kerodongnya secara bertahap dinaikan setiap harinya agar burung bisa melihat keluar. 
  • Burung yang sudah tua jarang sekali mau mengeluarkan suara kicauannya, untuk itu bisa dipancing dengan burung sejenis yang berbeda jenis kelamin, satukan dalam sangkar mereka selama beberapa hari lalu pisahkan dalam jarak berjauhan.

Pilih burung yang masih berusia muda atau lolohan

Jika kebetulan anda ingin mencari atau membeli burung cipo di pasaran, maka agar lebih memudahkan dalam perawatannya sebaiknya pilihlah burung yang masih berusia muda, sukur-sukur anda mendapatkan anakannya atau lolohannya, karena meskipun harus melalui perawatan dan pengorbanan waktu namun setelah itu anda akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan tersendiri dari hasil perawatan atas anakan atau lolohan cipo tersebut, sebagaimana yang anda lihat di video-video burung cipo yang jinak, cetekan dan gacor di youtube yang rata-rata mereka rawat dari semenjak masih berusia anakan atau lolohan.

Memilih burung sirpu atau cipo yang berusia muda atau muda hutan bisa diperhatikan dari beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Burung muda biasanya memiliki warna bulu yang lebih kusam atau mirip dengan betina.
  • Carilah burung yang tidak liar atau gerabagan begitu kita dekati, akan lebih bagus lagi kalau ternyata burung tersebut dipisahkan dalam satu kandang alias bukan dalam kandang ombyokan.
  • Carilah burung yang sudah anteng di tenggeran dan sesekali melompat ke sisi sangkarnya, bukan burung yang selalu berada dibawah dan nampak ketakutan, itu menunjukan bahwa burung tersebut sudah beradaptasi dengan kondisi sangar sehingga bisa memudahkan kita dalam perawatan selanjutnya, seperti melatih makan voer atau melatih untuk penjinakannya.
  • Carilah burung yang minimal sudah ngeriwik atau yang sudah mau berbunyi terutama yang sudah mau bersiul meski pelan,

Akan tetapi jika anda memutuskan untuk membeli anakan burung yang masih dalam kondisi lolohan, maka yang harus diperhatikan adalah sebaiknya membeli sepasang anakan tersebut, selain lebih terjamin jenis kelamin dari burung tersebut juga hampir semua pedagang burung tidak mau menjual anakan burung yang masih lolohan tersebut di ecer satu-satu. Dan setelah anda mendapatkan anakan cipo atau lolohan tersebut tentu harus mulai menyediakan makanan yang tepat bagi mereka, untuk cipo yang masih terlihat merah atau piyikan dan belum sepenuhnya tumbuh bulu-bulu mereka maka makanan yang harus diberikan setiap hari adalah potongan perut jangkrik yang harus diberikan setiap waktu mereka merasa lapar, sedangkan untuk anakan yang sudah tumbuh bulu, mereka bisa diberi makan dengan campuran voer lembut yang dibasahi dengan sedikit air dan juga potongan perut dari jangkrik atau serangga lainnya. Selama perawatannya, anakan tersebut bisa dilatik dengan menggunakan suara kicauan burung sejenis atau suara burung lain untuk menambah variasi suara mereka.

Setelah anda mendapatkan burung cipo di pasaran, sebaiknya untuk selama beberapa hari burung tersebut tidak dimandikan dahulu, biarkan mereka beradaptasi dengan sangkar, tempat makan dan minum yang baru,situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Setelah dirasa sudah beradaptasi barulah burung tersebut, mulai dimandikan pada pagi hari dengan cara menyemprot halus menggunakan sprayer dan dijemur untuk waktu satu jam saja dilokasi yang ramai.

Dengan merawat burung cipo yang masih berusia muda atau lolohan, maka kita tidak akan merasa kesulitan dalam perawatannya, baik untuk tujuan menjinakan ataupun melatih mereka agar mau memakan voernya. Selain itu dengan memelihara burung yang masih muda juga lebih memudahkan kita dalam mengajari mereka dengan suara-suara kicauan, meski secara umum mereka bukan termasuk burung peniru atau yang bisa meniru suara burung lain dengan fasih dan jelas, namun terkadang jika dipelihara sejak berusia muda atau lolohan mereka cenderung pintar dan bisa menirukan suara yang didengarnya.

Perawatan Cipo bakalan

Perawatan cipo bakalan muda hutan ini tidak jauh berbeda dengan perawatan burung kicauan jenis lainnya, hanya saja disini yang ditekankan adalah dari segi pemberian pakan bagi mereka, karena pakan yang tepat bisa membuat mereka lebih aktif dan mau berbunyi.

Untuk burung bakalan yang sudah beradaptasi maka proses penjinakannya bisa dimulai dengan menambahkan jatah mandi mereka setiap harinya, pemberian mandi yang sebelumnya hanya dilakukan pada pagi hari, bisa ditambah menjadi dua - tiga kali sehari misalnya pada sore hari dan juga pada malam hari ( mandi malam ), dengan cara yang sama yaitu disemprot halus menggunakan sprayer hingga basah, lakukan hal tersebut sampai burung benar-benar jinak, sehingga pada hari-hari berikutnya, mereka bisa diberikan mandi seperlunya saja yaitu satu kali sehari pada pagi hari.

Untuk pakan burung bakalan, meskipun dalam kondisi ini mereka sudah mau memakan voernya namun untuk memancing mereka agar mau berkicau, maka pemberian pakan tambahan ( Ekstra Fooding ) seperti kroto harus ditingkatkan, misalnya dengan rutin memberikan kroto setiap pagi setelah burung dimandikan sebanyak satu sendok teh dan pada sore harinya kembali diberikan kroto sebanyak satu sendok teh.

Selain kroto, pakan tambahan lain yang bisa merangsang cipo berbunyi adalah ulat kandang dan jangkrik berukuran kecil yang juga harus diberikan setiap hari untuk merangsang mereka cepat berbunyi. Bahkan beberapa penggemar burung cipo mengaku sering memberikan burungnya tersebut dengan ikan-ikan kecil atau anak kodok ( kecebong ), meski hal ini diluar kebiasaan mereka, namun apa salahnya mencobanya dengan sedikit lebih hati-hati karena bagaimanapun ikan kecil tersebut mengandung duri atau tulang yang tidak bisa dicerna oleh mereka.



Semoga bermanfaat




Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus