Seberapa manfaat grit dan tulang sotong untuk burung ?

3/07/2014
Sebagai penggemar burung terutama untuk burung jenis pemakan biji-bijian, kita pasti mengenal sumber kalsium dan mineral mereka yaitu grit dan tulang sotong. Lalu seberapa manfaatnya kah tulang sotong dan grit itu pada burung peliharaan ?  


Disini, kita akan membahas apa sebenarnya fungsi dari kedua sumber mineral dan kalsium tersebut. 

Grit bisa didefinisikan sebagai zat yang tidak mudah larut atau butiran mineral, yang biasanya terbentuk dari granit atau kuarsa. Bentuk grit itu seperti butiran pasir, yang kalau dikonsumi oleh burung , zat-zat tersebut tidak akan mudah larut dan akan terus tersimpan dalam sistem pencernaan burung, sampai mereka kemudian dikeluarkan bersama kotoran yang dicernanya. 

Grit ini berbeda dengan kulit kerang atau tulang sotong, pada kulit kerang atau tulang sotong, kandungan zat yang dimilikinya mudah larut dalam sistem pencernaan burung , jadi baik kulit kerang atau tulang sotong tidak bisa difungsikan untuk membantu pencernaan burung dengan benar.

Grit diberikan pada burung untuk membantu burung mencerna makanannya, biasanya burung yang membutuhkan grit ini adalah burung yang memakan langsung biji-bijian yang keras, seperti gabah, jagung, beras merah, dan sebagainya. Burung yang diketahui memakan makanan tersebut adalah burung perkutut, merapati, puter, derkuku dan beberapa jenis unggas. Berbeda dengan burung pemakan biji-bijian seperti kenari, parkit dan berbagai jenis burung finch. Mereka tidak memakan biji-bijian dengan utuh, melainkan terlebih dahulu mengupas kulit dari biji-bijian tersebut untuk kemudian hanya memakan isi di dalamnya. Karena itu, mereka tidak membutuhkan grit untuk membantu pencernaannya. 

Grit diberikan pada burung seperti perkutut, puter, merpati, dsb adalah untuk membantu pencernaan mereka, dengan grit yang berupa butiran di dalam pencernaannya, maka butiran-butiran tersebut kemudian akan menghaluskan makanan yang dimakannya dengan melakukan proses penggilingan didalam pencernaan burung, sehingga biji-bijian yang keras itu kemudian akan lebih mudah dicerna oleh burung.

Dalam skala normal burung sebenarnya tidak memerlukan grit dalam pola makan mereka , karena mereka sebelumnya sudah membuang kulit biji-bijian yang mengandung serat tersebut dan hanya memakan isinya saja. biji-bijian tersebut mudah ditindak lanjuti oleh enzim pencernaan, oleh karena itulah pemberian grit ini tidak begitu diperlukan utuk burung sejenis finch dan kenari. kelebihan mengkonsumsi grit ini malah bisa menimbulkan masalah dalam pencernaan mereka, berbeda dengan burung seperti merpati, derkuku dan perkutut mereka kerap memakan langsung biji-bijian dengan kulit-kulitnya dan untuk itulah diperlukan grit untuk membantu mereka mencerna makanannya.

Jadi dalam hal ini pemberian grit bisa diperlukan jika burung mengalami masalah dengan pencernaannya tetapi tidak direkomendasikan untuk sehari- harinya.
Grit

Tulang Sotong dan Kalsium

  
Berbeda dengan Grit diatas, tulang sotong mengandung kalsium karbonat, sodium klorida, kalsium fosfat dan garam magnesium. Banyak negara negara di Eropa yang memberikan tulang sotong ini tidak dalam bentuk utuhnya seprti yang kita sering lihat di sini, tetapi mereka terlebih dahulu mengikisnya dengan sendok lalu dimasukan dalam wadah terpisah atau ditebarkan di lantai kandangnya.

Tulang sotong yang dikonsumsi burung akan dilarutkan oleh asam lambung dan kemudian dalam sistem pencernaan dimana kalsium dan garam magnesium ini diserap aliran darah. pada saat burung betina akan bertelur, kalsium dikeluarkan dari aliran darah ke saluran telur sebagai pelindung telur yang masih lunak. oleh karena itulan pemberian tulang sotong ini sangat dianjurkan pada burung kenari maupun finch diwaktu mereka akan dikembang biakan.

Semoga bahasan kita kali ini bisa bermanfaat bagi kicau mania yang masih bingung dengan apa fungsi grit dan tulang sotong. 

Salam kicau
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait