Teknik menangkar burung bagi pemula

3/15/2014
Perkembangan dunia kicau mania di Indonesia tampaknya mulai sedikit mengalami perubahan. Dari hobi memelihara kini menjadi hobi untuk menangkar. Tidak sedikit penggemar burung yang tadinya hanya memelihara burung kicauan, yang beralih menjadi penangkar burung, baik untuk tujuan menambah koleksi pribadi atau dijadikan sebagai usaha sampingan. 




Burung yang lebih disukai untuk ditangkarkan ini terdiri dari beberapa jenis burung populer yang dianggap cukup laku di pasaran, seperti kenari , lovebird atau murai batu. Dengan menangkar burung tersebut, mereka tidak hanya mendapatkan kesenangan tetapi juga bisa mendapat penghasilan tambahan jika penangkaran tersebut berjalan dengan sukses dan lancar. 

Tulisan berikut ini akan mengajarkan anda yang mencoba memasuki dunia penangkaran, tentang menjadi seorang penangkar yang sukses dan profesional, meskipun masih dalam bentuk usaha penangkaran kecil-kecilan. 

Dalam menjalankan sebuah penangkaran burung , meski dalam skala yang paling kecil, yang dibutuhkan adalah bagaimana kita me-manage-nya, yang dikenal dengan manajemen penangkaran. Manajemen ini tidak terbatas pada perilaku atau tindakan dari perawat / pemilik, melainkan mencakup juga hal-hal lain yang berkaitan dengan penangkaran burung. 


Jenis burung yang ditangkarkan

Dewasa ini, banyak jenis burung yang bisa dan telah sukses ditangkarkan, mulai dari pleci, cendet hingga burung kicauan jenis lainnya. Pada awalnya upaya ini dilakukan hanya iseng atau coba-coba saja, namun kemudian setelah berhasil pada tahap awal, banyak yang akhirnya menjalani usaha penangkarannya dengan lebih serius. 

Untuk itu, kita harus jeli mengamati pasar burung dan mengetahui burung jenis apa yang sedang populer dan akan terus bertahan. Kita jangan bimbang oleh harga pasaran saat ini lebih dahulu, karena toh harga-harga tersebut akan naik seiring meningkatnya permintaan pasar. 

Lovebird dan Kenari burung yang paling populer ditangkarkan
Untuk tahap awal, bisa di pilih dari jenis burung yang populer dahulu, seperti kenari atau lovebird. Setelah dirasa berhasil, barulah mencoba dengan menangkar jenis lainnya sambil tetap menjalankan penangkaran yang utama. Dengan begitu anda bisa mengerti kesulitan yang dihadapi dan tahu bagaimana mengatasi kesulitan tersebut.

Jenis kandang yang digunakan

Dalam menangkar burung kicauan, kita harus paham benar dengan jenis kandang yang akan digunakan. Jangan sampai kandang tersebut terlalu luas atau terlalu sempit yang nantinya akan berimbas pada produktivitas dari burung yang sedang ditangkarkan. 

Sekarang banyak model kandang yang sering digunakan untuk penangkaran burung, untuk itu sesuaikan dengan budget dan jenis burung yang akan ditangkarkan. 

Berbagai jenis kandang penangkaran yang digunakan
Misalnya untuk burung lovebird dan kenari, kandang penangkaran bisa menggunakan kandang susun, kandang harian ( kayu untuk kenari dan besi untuk LB ) atau kandang soliter.  Menangkarkan jenis burung ini dalam kandang aviary atau kandang yang luas tentu akan memperlambat proses produksi, karena burung akan sering bermain-main dalam kandang luasnya. 
 
Begitu pula pada burung jenis jalak suren, murai batu dan kacer yang cocok ditempatkan pada kandang permanen atau kandang aviary namun mereka tidak cocok ditempatkan dalam kandang harian / kandang gantung. 

Contoh kandang penangkaran untuk Lovebird dan Parkit
Meski ada beberapa yang mengaku bisa menangkarkan mereka dalam kandang gantung namun hal itu tentu perlu beberapa kondisi, diantaranya burung jinak dan benar-benar sudah birahi.

Berbeda dengan pleci, Blacktrhoat, sanger, finch dan sebagainya, mereka bisa ditangkarkan menggunakan kandang harian, dan bisa juga menggunakan kandang aviary atau kandang model lainnya secara bebas.


Lokasi dan tempat sarang yang digunakan


Lokasi yang akan digunakan untuk menangkarkan burung , mulai dari kenari, lovebird hingga murai batu, tentu harus berada dalam lingkungan yang nyaman dan aman dari gangguan , baik dari lalu-lalang orang, hewan predator atau suara bising yang bisa mengganggu kenyamanan burung yang akan ditangkarkan.


Kelembaban juga harus diperhatikan karena masing-masing spesies tentu membutuhkan kelembaban yang berbeda. 


Pada murai batu atau kacer, mereka membutuhkan kelembaban yang cukup untuk bersarang dan bertelur lalu mengeraminya, sedangkan pada burung kenari atau lovebird, mereka hanya membutuhkan sedikit kelembaban untuk menetaskan telur-telurnya. 

Masalah ini pula yang sering terjadi oleh para penangkar lovebird pemula, yang mengaku telur-telur burung yang ditangkarkannya tidak menetas meski lewat dari jadwal yang seharusnya. 

Kandang penangkaran kenari atau lovebird sebaiknya diletakkan di tempat yang kering dan jika memungkinkan berada ditempat yang bisa terkena cahaya, misalnya dalam ruangan yang terdapat pantulan cahaya matahari melalui jendela atau melalui atapnya. 

Jika tidak memungkinkan ,maka penggunaan lampu Ultra Violet (UV) atau juga lampu Full Spektrum bisa digunakan sebagai alternatif pengganti cahaya matahari.


Burung lovebird membutuhkan suhu hangat untuk mengerami dan menetaskan telur-telurnya, namun bukan berarti mereka tidak butuh kelembaban. 


Membuat kelembaban bisa dilakukan dengan menyediakan bak mandi yang biasanya akan digunakan burung untuk berendam. 

Setelah bulu-bulu kering, mereka biasanya akan langsung mengerami telur-telurnya karena bulu-bulu mereka masih mengandung air meski sudah kering. 

Alternatif lain untuk membuat kelembaban adalah menyediakan bahan sarang yang tepat, misalnya menggunakan kulit jagung.


Kandang penangkaran yang diletakkan di tempat terlalu lembab dan bersuhu dingin, misalnya dekat kamar mandi atau lainnya, beberapa kasus yang sering terjadi adalah telur yang gagal menetas.


Berbeda jenis burung tentu berbeda-beda pula tempat sarang yang digunakan. Beberapa jenis burung menggunakan tempat sarang yang berbentuk mangkuk terbuka seperti kenari. 


Sedangkan jenis lainnya menggunakan tempat sarang tertutup seperti parkit, lovebird, berbagai jenis burung paruh bengkok sedangkan sisanya menggunakan tempat sarang semi tertutup, misalnya kacer, berbagai jensi finch dan murai batu.

 
Berbagai jenis kotak sarang yang digunakan


Memberikan tempat sarang yang tepat tentu memudahkan mereka dalam menyusun sarangnya karena naluri yang menyuruh mereka menggunakan tempat sarang yang sesuai dan sudah disediakan.


Mengatur pakan dan vitamin

Mengatur makanan sangat diperlukan terutama pada saat proses perjodohan dan saat telur sudah menetas / pelolohan anakan oleh indukan. Pada waktu proses perjodohan, kita sebisa mungkin mengatur pemberian EF (Extra Fooding) agar kedua burung yang berbeda jenis kelamin itu bisa sama-sama dalam kondisi birahi. 


Karena dengan kondisi sama-sama birahi tentu akan memudahkan mereka untuk saling berjodoh dan melakukan ritual perkawinannya.

Pemberian pakan itu juga tentu tergantung jenis burung yang ditangkarkan. Misalnya saja untuk burung kenari,selain dari penjemuran cara lain untuk membuat mereka dalam kondisi birahi adalah dengan menyediakan EF berupa telur puyuh rebus atau egg food, begitu juga pada burung lovebird kita bisa membuat mereka cepat birahi dengan memberikan EF berupa kangkung , jagung dan biji kuaci. 


Sedangkan pada burung pemakan serangga, bisa dilakukan dengan memberikan EF berupa pakan tinggi protein seperti belalang atau jangkrik yang diatur pemberiannya.

Gunakan produk dari Omkicau yang sudah terbukti sejak bertahun-tahun
 Namun, salah satu cara yang lebih mudah dan tidak terlalu merepotkan adalah dengan memberikan burung yang akan ditangkarkan tersebut dengan suplemen penangkaran "BirdMature" . BirdMature adalah multivitamin yang menganung mineral cair yang mengandung zat lengkap untuk meningkatkan kesuburan/fertilitas burung selama masa perjodohan dan produksi. Dengan begitu burung akan lebih mudah dijodohkan karena sama-sama dalam kondisi birahi serta membuat burung lebih produktif.


Untuk burung yang diletakkan di luar ruangan, maka pemberian vitamin tentu sangat diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan mereka dari gangguan seperti perubahan suhu, angin kencang dan lain sebagainya.

Hal-hal lain yang bisa disiapkan


Dalam sebuah penangkaran, tidak hanya mengatur lokasi, tempat sarang dan makanan saja, tetapi juga bisa menyediakan hal-hal lainnya yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga.


  1. Salah satu hal yang secara tidak langsung sangat dibutukan adalah menyediakan kandang emergensi atau kandang karantina yang akan berfungsi untuk mengobati burung yang sedang sakit.
  2. Untuk memantau penangkaran serta agar burung tidak merasa terganggu, pemilik bisa saja menggunakan perangkat kamera CCTV untuk memantau kondisi kandang , lingkungan atau telur dalam tempat sarangnya. Namun untuk penghematan, anda bisa menggunakan perangkat web camera / webcam yang dialihfungsikan menjadi sebuah kamera CCTV.
  3. Untuk keteraturan atau manajeman penangkaran, kita bisa mencatat segala hal yang berkaitan dengan penangkaran yang kita miliki, misalnya mencatat tanggal telur mulai menetas, mencatat nomor ring, memberi nama anakan, serta hal-hal lain yang bersifat informatif. 
  4. Untuk memudahkan pencatatan informasi tentu tidak dibutuhkan sebuah buku tulis atau buku catatan, karena kita tinggal dalam era teknologi. Manfaatkan software atau aplikasi-aplikasi khusus penangkaran. Aplikasi ini banyak ditemukan di Internet, anda tinggal mencarinya melalui mesin pencari Google dengan kata kunci "Breeding Birds Software".
  5. Salah satu yang paling membuat kesal para penangkar adalah kehadiran hewan pengerat seperti tikus yang bisa merusak kandang dan membunuh burung-burung di dalamnya. Gunakan alat penjebak tikus atau apa pun yang diperkirakan bisa mengusir keberadaan hewan pengerat tersebut. Namun jika anda akan menggunakan perangkat elektronik pengusir tikus, pastikan bahwa nada ultrasonik yang dihasilkannya tidak akan mengganggu proses bertelur atau mengeram dari burung yang ditangkarkan.
-

Itulah beberapa hal mengenai bagaimana memulai usaha penangkaran burung dan setelah usaha penangkaran tersebut kita anggap berhasil maka waktunya untuk memasarkan anakan burung hasil penangkaran kita.


Pemasaran ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya :

Mempromosikan melalui website atau media sosial seperti Facebook, contohnya dalam forum jual beli burung di facebook. Selain mempromosikan melalui internet, kita juga harus berani memasarkan ke pasar-pasar burung dengan cara mencari kenalan pedagang burung yang jujur. 


Mencari kenalan pedagang itu bisa dilakukan dengan orang atau pedagang yang kita kenal atau pedagang burung yang kebetulan kenal dekat dengan kerabat atau rekan kita, dengan begitu kita bisa dibantu diperkenalkan oleh kerabat atau rekan kita tersebut.

Metode jualan yang dilakukan bisa dengan cara bagi hasil, dibeli seluruhnya oleh pedagang dengan harga modal atau menitip jual dengan harga sesuai kesepakatan. 


Sedangkan metode lainnya adalah dari mulut ke mulut, misalnya anda bisa memanfaatkan teman atau saudara untuk mempromosikan penangkaran anda.

Dan jangan lupa, jika sudah sukses, berapapun hasil yang di dapatkan, sebagian dari harta anda adalah milik dari orang yang sangat membutuhkan, jadi bersedekahlah agar usaha penangkaran yang kita miliki selalu mendapat keberkahan.

Semoga bermanfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus