Menyilangkan blackthroat dengan sanger

4/06/2014
Persilangan antara blackthroat dengan sanger dikenal dengan sebutan black-sang. hasil persilangan itu akan memiliki kecenderungan genetik 60% blackthroat dan 40% sanger, dengan begitu anak-anak mereka akan mewarisi 60 persen sifat dan karakter suara dari indukan blackthroat, sedangkan 40 persen merupakan bawaan dari indukan sanger yang terdapat pada bentuk fisik termasuk tubuh dan warnanya, dengan suara tembakan khas sanger.



Namun, anakan hasil persilangan ini jika diberikan pemasteran sejak dari mereka menetas, maka mereka akan memiliki suara yang lebih dahsyat lagi dengan suara ngeroll dan cengkok yang khas blackthroat namun dengan speed rapat dengan suara kristal khas sanger. Dan hal itulah yang selama ini dicari-cari oleh para penggemar burung blackthroat atau sanger.

Pemasteran sebaiknya dilakukan waktu anakan masih berusia piyik, dengan memutarkan suara dari mp3 atau media lainnya untuk memancing indukannya berkicau, atau bisa juga dengan memutarkan suara burung dari mp3 dengan volume yang sedang dan tidak mengganggu proses perawatan indukannya tersebut.

Karakter blackthroat dan sanger 


Blackthroat atau Yellow-rumped canary di indonesia terdiri dari dua jenis yaitu Blackthroat yang berwarna coklat yang bertubuh lebih besar serta blackthroat yang berwarna putih keabu-abuan dengan ukuran tubuh yan glebih kecil dari blacktrhoat coklat. Penggemar burung disini lebih menggemari blackthroat yang berwarna putih kelabu ini dengan alasan warnanya yang bersih sehingga terlihat lebih proporsional dengan bentuk tubuh yang serasi.

Sedangkan Sanger atau Edel Sanger memiliki kemiripan dengan blackthroat dengan warna dasar abu-abu dan ukuran tubuh yang lebih kecil yaitu berukuran 10-12cm sedangkan Blackthroat berukuran 12-15cm.

Perbedaan lain bisa terlihat pada Bagian atas Ekor pada burung jenis Blackthroat terdapat warna kuning mencolok sedangkan pada jenis sanger warnanya putih bersih (seperti kapas atau warna putih dibagian atas ekor muray batu). 





Tahap perjodohan



Satu hal penting dalam proses perjodohan ini adalah mengetahui jenis kelamin dari burung yang akan dijodohkan, jangan sampai ternyata kedua jenis kelamin mereka sama atau satu jenis.  Untuk blackthroat jantan, mengetahui bagaimana burung jantan bisa ditilik dari beberapa hal sebagai berikut:


  • Gaya berdiri BT jantan biasanya berdiri tegap, dengan panjang sekitar 12 cm, ukuran tubuh betina hampir sama dengan burung jantan, namun mereka cenderung berpostur bulat dan tidak tegap.
  • Pada tenggorokan jantan dewasa terdapat noktah hitam pekat ,sedangkan pada burung betina cenderung agak samar.
  • Blackthroat jantan berkepala besar, cenderung lonjong, betina berkepala kecil dan bulat.
  • Blackthroat jantan memiliki pen (kloaka) yang menonjol keluar dan ada tonjolan sebesar biji kacang hijau dengan bulu rawis. Blackthroat betina berkloaka datar dan hanya ada lubang untuk keluar kotoran.Blackthroat jantan berparuh tebal, blackthroat betina berparuh tipis.
  • Blackthroat jantan bersuara nyaring, ngerol dan lagu variatif. Blackthroat betina bersuara kecil, lagu monoton.
  • Blackthroat jantan berleher jenjang, blackthroat betina berleher pendek.

Sedangkan untuk membedakan Jenis kelamin dari Edel Sanger sangat sulit dilakukan, kecuali mendengarkan suaranya saja, karena elder sanger betina sama dengan kenari betina yaitu hanya bisa bersuara monoton dan pendek / putus-putus.


Setelah kita mendapatkan sepasang dari burung ini, proses selanjutnya adalah menerapkan metode perjodohan seperti kita menjodohkan burung kenari, yaitu dengan menempelkan kandang mereka selama beberapa hari sampai burung betina tertarik dan menunjukkan perilaku ingin dikawini oleh burung jantan, setelah itu barulah kita satukan mereka dalam satu kandang penangkarannya.



Untuk tempat bersarang dan bahan yang digunakan untuk membuat sarang, bisa menggunakan serat nenas atau sabut kelapa yang banyak di jual di toko-toko pakan burung peliharaan, dan untuk memudahkan indukan menyusun sarang, maka serat nanas yang masih berukuran panjang, dipotong dengan ukuran 4-5 cm. 

Sedangkan untuk tempat bersarang bisa menggunakan batok kelapa atau wadah sarang yang terbuat dari rotan, triplek atau plastik.

Untuk kandang yang digunakan, anda bisa menggunakan kandang harian atau kandang ternak lainnya. Jadi tidak ada batasan dalam penggunaan kandang untuk menangkarkan mereka. Yang terpenting adalah lingkungan kandang yang aman dan nyaman bagi burung.

Untuk pakan harian sebaiknya diberikan pakan yang bergizi tinggi, seperti sayuran berwarna hijau gelap,  egg food, biji-bijian, dan buah-buahan. Selain itu kebersihan kandang serta air minumnya pun harus terjada. Dan sebisa mungkin kandang bisa di atur untuk mendapatkan cahaya matahari yang cukup, meskipun hanya berupa pantulan cahaya. 


Semoga bermanfaat
Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait