Pangeran Arab dikecam lantaran membunuh 2000 ekor burung langka

4/24/2014
Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz dari Arab Saudi menjadi bahan pemberitaan media-media di barat setelah membunuh sedikitnya 2,000 ekor burung Houbara bustards, salah satu burung langka dilindungi yang dahulu pernah dibuatkan pusat konservasinya di Pakistan oleh almarhum Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan. 





Burung houbara bustards termasuk salah satu jenis burung yang paling terkenal di jazirah Arab. Selama berabad-abad burung ini banyak diburu untuk dikonsumsi oleh suku baduy arab.  Sekarang perburuan terhadap satwa langka itu sudah dilarang di banyak negara, termasuk juga di Pakistan. Namun, menurut Dawn News, secara sepihak pemerintah sering memberikan izin perburuan terutama bagi tokoh-tokoh Arab tertentu.

Biasanya izin tersebut diberikan jika si pemburu bersedia membunuh maksimal 100 ekor houbara bustard di lokasi yang sudah ditetapkan, namun apa yang telah dilakukan oleh pangeran dari Arab Saudi itu dilaporkan telah melanggar izin perburuan dengan berburu di kawasan konservasi atau kawasan yang dilarang untuk berburu, bahkan ia juga dilaporkan telah menembak lebih banyak dari yang seharusnya, yaitu membunuh sedikitnya 2,000 ekor burung dalam waktu dua minggu pada perburuan yang dilakukannya pada akhir Januari lalu.



Dalam laporan yang berjudul ‘Kunjungan Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz Al Saud terkait perburuan Houbara Bustard’  yang dibuat oleh Jaffar Baloch, petugas kehutanan Taman Nasional Balochistan itu dikatakan, sang pangeran mengadakan perburuan selama 21 hari – mulai 11 Januari 2014 hingga 31 januari 2014 dan memburu 1977 ekor Houbara Bustard, sementara timnya yang lain memburu 123 ekor burung, menjadikan jumlah totalnya mencapai 2,100 ekor.

Namun belum ditemukan laporan apakah Pemerintah Pakistan berani mengajukan tuntutan hukum terhadap sang pangeran.

Persatuan Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam Internasional atau IUCN memperkirakan sedikitnya hanya terdapat 110.000 ekor burung houbara bustard yang tersisa dari seluruh dunia, dan populasi mereka semakin menyusut setiap tahunnya menyusul perburuan tanpa aturan yang menyebabkan presentase penyusutannya mencapai 29 persen per tahun. 

Konservasi houbara yang dimiliki almarhum Sheikh Zayed telah mengembangbiakkan sedikitnya 40,000 ekor Houbara Bustard dari Afrika Utara dan Asia setiap tahunnya , di Kebun Binatang Al-Ain.



Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait