Waspada penyakit berak kapur yang menular

4/11/2014
Penyakit berak kapur biasa menyerang berbagai jenis burung dan unggas. Penyakit ini dikenal juga dengan sebutan penyakit Salmonellosis atau pullorum. Penyebabnya adalah Salmonella pullorum yang telah meyerang saluran pencernaan dari burung. Penyakit yang sering menimpa burung kicauan ini merupakan penyakit yang menular. 


Adapun tanda-tanda dari burung yang telah terinfeksi bakteri ini bisa dilihat dari bentuk kotorannya yang berbentuk cair dan berwarna putih kapur. Gejala lain yang ditimbulkan adalah nafsu makan yang menurun, bulu yang sering dikembangkan dan burung yang selalu kesulitan membuang kotorannya.  

Belum ada pengobatan yang bisa mengobati langsung penyakit berak kapur ini, namun karena sifatnya yang bisa menulari burung atau unggas lainnya, bahkan juga manusia maka jalan keluar yang harus diambil adalah memusnahkan burung yang terinfeksi atau memisahkannya dari keberadaan burung lain (dikarantina) untuk diberikan antibiotik, namun penggunaan obat-obatan ini tentu tidak bisa sembarangan karena bisa berakibat fatal. 

Hal yang bisa dilakukan oleh para pemilk burung dan unggas adalah melakukan pencegahan terhadap munculnya bakteri ini, yaitu dengan cara: 
  • Menjaga kebersihan sangkar, dan tempat makan juga minumnya. Sangkar bisa dibersihkan dengan menggunakan cairan desinfektan yang tepat. Desinfektan seperti FreshAves terbukti bisa membasmi bakteri, kutu dan tungau yang bersembunyi dalam celah-celah sangkar.
  • Memperhatikan batas kadaluarsa dari pakan yang diberikan (voer), dan hindari memberikan pakan voer yang sudah berjamur atau terlalu lama disimpan dalam keadaan terbuka. 

Semoga bermanfaat dan Salam Kicau!
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus