Bagaimana menangani burung yang sakit.

5/10/2014
Tak ubahnya manusia, sebagai mahluk hidup burung pun bisa terserang penyakit, baik itu karena gangguan cuaca / suhu atau karena infeksi bakteri dan virus. Namun, terkadang masih banyak kesalahan-kesalahan fatal yang dilakukan oleh penggemar burung dalam upaya perawatan dan pengobatannya. Kesalahan-kesalahan tersebut justru membuat burung semakin tidak berdaya dan akhirnya tidak dapat tertolong lagi. Untuk itu penting kiranya kita mengetahui bagaimana perawatan burung yang sakit dengan tepat. 




Satu hal yang paling umum ditemukan adalah ketika burung yang sakit dalam kondisi nyekukruk atau mengembangkan bulu-bulu di tubuhnya. Hal tersebut justru banyak yang disalah artikan dengan kondisi burung yang kurang jemur, padahal begitu kita menjemur burung yang sedang sakit apalagi burung yang sedang terkena infeksi ( baik pernafasan atau pencernaan) maka penyakitnya itu akan menyebar dan semakin memperparah kondisi si burung. 

Ada beberapa persyaratan yang turut membantu kesembuhan burung yang sedang sakit, persyaratan-persyaratan tersebut adalah :
  • Diagnosa yang tepat.
  • Obat-obatan yang tepat.
  • Dosis yang tepat.
  • Cara pemberian obat yang tepat.
  • Penempatan burung yang tepat.

Masih banyak penggemar burung yang salah dalam mendiagnosa penyakit yang diderita oleh burung, dan malangnya hal tersebut merupakan faktor terbesar yang menyebabkan kegagalan dalam tahap penyembuhan burung peliharaan. Contohnya ketika seekor burung yang terlihat mata membengkak dan berair, masih banyak yang beranggapan burungnya tersebut mengalami infeksi ringan pada matanya, sehingga banyak yang hanya mengobatinya dengan obat tetes mata atau salep mata. 

Sedangkan penyakit mata bengkak dan berair pada burung, sebagian besar adalah karena terkena penyakit snot yang terjadi karena adanya infeksi pada bagian saluran pernafasan atas yang menyebabkan munculnya ciran nanah k arah mata yang menyebabkan mata burung membengkak, ketika bengkak itulah terjadi infeksi sekunder pada mata burung yang ditandai dengan radang dan mata yang berair.

Karena itu begitu kita mendapati burung sakit, maka semestinya kita memahami terlebih dahulu apa penyakit yang sebenarnya diderita oleh burung tersebut, sehingga kita dengan mudah bisa mendiagnosa untuk kemudian memberikan pengobatan dengan obat-obatan yang tepat.

Obat-obatan dan dosis yang tepat

Setelah diketahui apa penyakit yang diderita oleh burung , maka hal berikut yang bisa dilakukan adalah memberikan obat - obatan yang sesuai. Sekarang ini kita dengan mudah bisa mendapatkan berbagai jenis merek obat-obatan serta keperluannya di pasar-pasar burung. Untuk itu kita harus jeli memilih jenis-jenis obat-obatan tersebut, pilih yang benar-benar menjadi referensi banyak penggemar burung. 


Burung memiliki organ dan jaringan syaraf yang tentu saja berbeda dengan yang dimiliki oleh manusia. Pemberian dosis yang tidak tepat dan cenderung berlebihan akan merusak jaringan organ dalam dari tubuh burung. Oleh karena itu berikan dosis sesuai dengan aturan yang ditetapkan. 

Masalah yang sering terjadi adalah burung yang langsung mati ketika dipegang untuk diberikan pengobatannya. Burung yang sedang sakit, mereka akan fokus berusaha menyembuhkan dirinya sendiri. Meski terkadang hal tersebut cukup menyulitkan mereka karena penyakit yang dideritanya terlalu berat / parah. Dengan nafas yang tersenggal dan paru-paru yang selalu dikembangkan juga adrenalin disertai tingkat stress yang terus meningkat menyebabkan burung rentan mati ketika dipegang oleh tangan manusia.
 
Untuk itu jika burung dalam kondisi sakit dan stress parah, maka usahakan jangan memegang tubuhnya langsung dengan tangan ketika memberikan obat-obatan, anda bisa menggunakan media lain seperti air minum, makanan atau menggunakan syringe atau spet yang langsung diteteskan pada burung.

Penempatan burung sakit

Sudah bukan rahasia umum kalau burung yang sedang sakit harus dipisahkan dari burung lainnya, dan akan lebih baik jika kita memiliki kandang khusus untuk burung sakit, yang didalamnya dilengkapi dengan kain lembut / lapisan kertas tisu pada bagian dasar sangkar, dan lampu penghangat jika burung yang sakit diluar gejala infeksi ( untuk burung yang terkena infeksi pernafasan sebaiknya hindarkan memberi lampu pemanas untuk burung, karena suhu panas bisa menyebarkan infeksi lebih parah lagi). 

Selain itu jauhkan burung yang sakit dari burung lainnya untuk menghindari penularan penyakit yang dikarenakan bakteri, virus atau jamur yang bisa saja menyebar melalui udara, air minum, kotoran dan sebagainya. 

Dengan memberikan perawatan , penanganan dan obat-obatan yang tepat, burung akan cepat pada kondisi penyembuhannya sehingga bisa terhindar dari resiko yang lebih fatal yaitu kematian. 

Semoga bremanfaat


Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus