PPBJ serukan kelestaraian burung migran di Jogjakarta

5/14/2014
Puluhan aktivis yang tergabung dalam Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) pada hari Minggu, (11/5) lalu mengadakan aksi simpatik mengkampanyekan penyelamatan habitat burung migran di Indonesia, terutama untuk wilayah Jogja dan sekitarnya. 







Aksi yang digelar PPBJ pada minggu kedua di bulan Mei ini digawangi oleh Biolaska dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Bionic dari Universitas Negeri Yogyakarta, Kelompok Pengamat dan Pemerhati Burung Universitas Gajah Mada, Matala Biotama UGM, Yayasan Kanopi Indonesia, Yayasan Kutilang Indonesia, Kepak Sayap Universita Negeri Surakarta, dan Raptor Indonesia (Rain). 

Seperti dikutip Harian Jogja, PPBJ memiliki pos pengamatan burung di wilayah Merapi, Pantai Trisik, Pantai Glagah, dan Gunung Kidul. Aksi mereka khususnya adalah mengajak peran serta masyarakat Jogja untuk ikut melestarikan keberadaan burung-burung liar yang kerap menjadikan Joga dan sekitarnya sebagai habitat mereka selama bermigrasi.

Selama ini Jogja memiliki beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat habitat bagi burung-burung migran saat bermigrasi, di antaranya adalah rimbunan pohon beringin di wilayah Gedung Agung Titik Nol KM Jogja. Di balik rimbunan beringing tersebut, setiap musim migrasi yait pada Oktober - Februari, akan bisa ditemukan keberadaan burung jalak china, layang-layang asia, dan alap-alap kawah. Burung-burung tersebut merupakan jenis burung yang berkembang biak di belahan bumi bagian utara, seperti di Rusia, Siberia, Tiongkok dan Hongkong. 

Selama ini pula habitat burung migran di Indonesia semakin terancam, salah satunya yang berada di Kalimantan dan Sumatera, yang terancam akibat pembukaan hutan dan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dalam hal ini lahan sawit. 

Tidak sedikit burung migran yang mencari makanan dan suhu hangat ke Indonesia , akhirnya harus berakhir di pasar-pasar burung. Dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat bisa mengerti dan mau menjaga kelestarian burung-burung liar tersebut, termasuk juga menjaga habitat mereka. 
 
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus