Burung kea, si badut gunung yang suka bikin ulah

6/14/2014
Kea adalah burung yang hidup di dataran tinggi Selandia Baru, ia merupakan sejenis burung betet gunung yang cukup populer di negara asalnya. Karena keunikan dan ulahnya yang selalu mengganggu dan membuat jengkel banyak orang itu, pada kali ini kita akan membahas mengenai burung kea, si badut gunung yang suka bikin ulah ini sebagai tambahan pengetahuan bagi anda kicau mania di Indonesia.
Burung Kea
Kea ( Nestor notabilis) burung asli dari Selandia Baru
Burung kea yang memiliki nama latin Nestor notabilis ini mendapatkan julukan lucu 'si badut gunung' lantaran ulah nakalnya yang selalu membuat jengkel banyak orang. Bahkan beberapa waktu yang lalu, burung ini menjadi sorotan dunia setelah mencuri ribuan dollar  dollar uang milik seorang turis asal Skotlandia yang disimpan dalam mobilnya.

Ulah menjengkelkan dari burung betet ini akan semakin menjadi terhadap para pelancong yang sedang berkemah atau menginap di sebuah pondokan di gunung yang kebetulan menjadi habitat mereka.  Bisa anda bayangkan setelah seharian berjalan menyusuri jalan-jalan di gunung, yang anda inginkan pasti makan hingga kenyang lalu istirahat yang cukup untuk melepas lelah di dalam pondokan atau tenda.

Namun tidak bagi si kea ini, kelompok burung ini lebih memilih bersenang-senang dengan bermain perosotan di atap seng atau besi dari pondokan. Mereka akan hinggap di atap pondok lalu akan memulai permainan perosotan dengan menggelosorkan tubuh dan kaki-kakinya melalui atap besi / seng yang bergelombang. Bagi burung ini, suara berisik yang keluar dari garukan cakar mereka terhadap atap besi / seng itu diibaratkan dengan musik. Bahkan tak jarang mereka akan saling memekik riang sambil meluncur, lalu kembali ke atas sambil mengepak-ngepakkan sayapnya dan mengulang aksi konyol mereka itu.
Namun ternyata bukan hanya itu saja ulah mereka, karena tak jarang juga burung-burung itu akan membawa batu dengan paruh atau kakinya, lalu menggelindingkannya dari atas atap. Lalu mereka akan mengintip apa reaksi orang dibawahnya dengan cara bergelantung terbalik sambil melihat dari jendela.

Burung yang diberi nama karena suaranya yang berisik, kee-a ini merupakan burung asli Selandia Baru, dan hanya terdapat di wilayah pegunungan di South Island. Burung kea memiliki habitat di hutan-hutan yang berada di puncak/paling atas hingga daerah terbuka. Sebagai burung paruh bengkok, kea dikenal memiliki sifat omnivora, selain menyukai buah-buahan, ia juga akan memakan serangga dan hewan lainnya. Ya, dipertengahan tahun 1868 hingga 1907 banyak catatan-catatan mengenai serangan burung kea terhadap domba peliharaan. Atas perilaku yang ditunjukkan oleh burung kea ini, membuat Alfred Wallace mengutipnya sebagai contoh perubahan perilaku daman bukunya Darwinism di tahun 1889.

Akibatnya bisa diketahui, banyak para petani yang merasa ketakutan jika domba-domba mereka dimangsa oleh burung paruh bengkok ini, sehingga perburuan terhadap burung paruh bengkok ini semakin marak dan berakhir setelah populasi burung ini mulai dianggap hampir punah pada tahun 1970.
Kea makan domba
Kea burung paruh bengkok yang dikenal sebagai pemangsa domba
Burung kea memiliki ukuran panjang 50 cm dengan bobot mencapai 1,2 kilogram, dengan tubuh yang berwarna hijau. Meski memiliki bulu-bulu dengan warna hijau yang sesuai habitatnya, namun burung ini bukanlah burung pemalu, mereka malah cenderung menonjolkan diri atau sering menampakkan diri jika melihat keberadaan orang-orang atau pelancong yang melintas di habitatnya. Burung kea termasuk burung yang pemberani, dengan pekikan khas dan sayap bawah yang berwarna kemerahan membuat burung ini tampak berbeda dari burung-burung lain yang terdapat di sana.

Burung yang memiliki kegemaran terbang sambil bermain dan kejar-kejaran ini dianggap sebagai burung tercerdas di dunia, dan karena kecerdasannya itu, burung ini menjadi gemar bersenang-senang tidak seperti spesies burung lain yang lebih cenderung memilih untuk bertahan hidup dengan mencari makanan lalu berkembang biak.

Ulah iseng dan nakal dari burung kea ini sudah dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari karakter mereka. Burung ini memang selalu merasa penasaran dan akan menyelidiki apa pun yang dianggapnya baru atau yang menurut mereka aneh di wilayah mereka. Mereka bukan hanya sekedar mengamati saja, tetapi langsung melakukan tindakan untuk menguji benda atau sesuatu yang baru menurut mereka.

Telah banyak cerita-cerita para pelancong yang mengalami kesialan setelah dikerjai oleh burung kea ini, biasanya mereka terlalu terbuai dan terkagum-kagum oleh tingkah lucu dari burung-burung paruh bengkok ini. Akibatnya banyak pelancong yang kemudian menyadari bahwa burung-burung itu ternyata telah mencuri beberapa barang dan bahkan merusak peralatan dan merobek-robek tenda mereka hingga menjadi serpihan-serpihan kecil dengan paruh dan cakarnya yang kuar. Bahkan hanya dalam waktu sekejap, kantong tidur atau bantal yang biasa dibawa oleh para pelancong akan berubah menjadi serpihan kapuk yang bertebaran di sekitar perkemahan.
Kea mencuri
Kea suka mencuri barang-barang milik pelancong

Tak hanya disitu saja, jika burung ini melihar sesuatu yang bundar, maka ia akan membawa lalu menggelindingkannya di lereng bukit terdekat. Dan apa pun benda yang tampak mengkilap dan berkilauan misalnya sendok, jam tangan, kompas, atau bahkan handphone akan menjadi rebutan mereka. Ulah iseng lainnya adalah mereka akan mencuri benda milik para pelancong, lalu akan menjatuhkannya dari tempat yang tinggi. Sepertinya burung ini memiliki kegemaran melihat benda-benda yang meluncur jatuh.

Ulah nakal dan isengnya yang menghibur itulah membuat burung kea ini mendapat julukan si burung badut, meski begitu biasanya orang-orang yang telah menjadi korban dari ulah burung ini tidak akan marah atau berusaha untuk mengusir mereka, sebaliknya mereka justru merasa senang bisa mengamati tingkah polah burung yang unik ini, sehingga burung ini pun mendapat julukan lain yaitu monyet terbang dari Selandia Baru.

Ketika musim berganti menjadi musim salju, jangan berfikir kalau burung ini akan menghentikkan ulah isengnya itu, justru pada musim salju mereka memiliki banyak waktu untuk bersenang-senang. Biasanya burung kea ini akan mengikuti orang-orang yang sedang bermain ski dengan melompat - lompat, namun hal yang paling mereka sukai adalah berseluncur di salju.  Kelompok burung ini akan mencari gundukan salju lalu mulai berseluncur di atasnya dengan cara yang unik dan menggemaskan.
Pada musim salju itu, para pelancong biasanya diberikan informasi untuk segera menutupi mobil dan kendaraan mereka dengan jaring khusus. It lantaran ulah burung kea ini yang suka merusak penutup lampu dari kendaraan bermotor yang terbuat dari plastik, mereka juga akan merusak karet-karet yang terdapat pada list jendela, dan penyeka kaca mobil. Selain itu jika kaca mobil dibiarkan terbuka, jangan harap barang-barang anda akan aman karenanya.
Kea merusak mobil
Kea yang merusak mobil
Keunikan dan ulah iseng burung kea yang tidak akan ada satu pun orang yang akan marah atau membalas perlakuan burung ini tidak lepas dari status burung ini yang dilindungi pemerintah, lantaran sempat mengalami penurunan populasi yang cukup drastis akibat perburuan terhadap spesies burung ini yang dianggap menghambat pertanian dan memangsa domba-domba ternak para petani.  

Pada tahun 1970, pemerintah Selandia baru mulai menetapkan status dilindungi untuk melindungi spesies ini dari kepunahan.

Itulah hal-hal unik dan menarik dari spesies burung yang dikenal dengan nama kea yang merupakan burung asli Selandia Baru. Semoga bisa menambah pengetahuan anda mengenai keunikan beberapa spesies burung di dunia.

 Salam Kicau!
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close