gejala dan penanganan dari burung parkit yang terkena penyakit scaly face

6/04/2014
Salah satu jenis penyakit yang paling sering menginfeksi burung paruh bengkok seperti burung parkit adalah scally face atau wajah/paruh yang berkerak. Penyakit yang disebabkan tungau tersebut membuat gangguan pada paruh yang dimulai dari pangkal hingga seluruh paruhnya, yang akhirnya jika diabaikan maka bisa menimbulkan masalah yang cukup fatal. Untuk itu, perlu kiranya kita mengetahui bagaimana identifikasi, gejala dan penanganan dari burung parkit yang terkena penyakit scaly face yang bisa membuat penampilan burung menjadi tampak buruk ini.
scaly face
Parkit paling rentan terkena penyakit scaly face

Umumnya burung yang paling sering mengalami penyakit ini adalah burung dari jenis paruh bengkok terutama parkit, dan cockatiel, namun tidak tertutup kemungkinan juga bisa menginfeksi burung jenis lainnya.

Penyakit ini disebabkan oleh kelompok parasit bernama Knemidokoptes ssp yang bermukim dalam lapisan kulit dan memakan sel-sel kulit mati. Pada burung parkit, parasit ini akan lebih sering menyerang bagian wajah burung terutama pada paruh, cere dan kelopak matanya, sedangkan pada burung jenis lainnya lebih sering menginfeksi bagian kaki atau telapak kaki dari semua jenis burung dan pada tahap yang paling parah adalah menyerang kloaka burung.
Scaly face dan scaly leg
Scaly face dan scaly leg
Parasit ini  adalah parasit yang cukup ganas, mereka akan menggali lapisan kulit yang terdapat sekitar cere, kemudian akan menggali lagi dengan lebih dalam hingga menembus ke bagian paruhnya. Hasil perbuatan dari parasit ini bisa terlihat dari bagian cere atau paruh burung yang tampak penuh rongga-rongga kecil atau berkerak. Jika dibiarkan parasit ini akan menghabiskan lapisan kulit sekitar cere atau merubah bentuk dari paruh burung yang terinfeksi.
Parkit terinfeksi scaly face
Scaly face sering dialami burung parkit dan cockatiel
Penyebaran parasit ini sendiri biasanya terjadi ketika indukan yang terinfeksi memberi makan anak-anaknya atau sewaktu terjadi kontak tubuh langsung dari indukan pada anak-anaknya. Meski jarang terjadi namun penyebaran antar burung dewasa yang terinfeksi bisa saja terjadi, jadi untuk itu perlu perhatian khusus jika mendapati burung parkit mengalami gejala infeksi dari parasit ini.  Pada umumnya, gejala infeksi dari parasit ini akan muncul setelah burung berusia 6 - 12 bulan.

Masalah lain yang timbul dari burung yang mengalami infeksi ini adalah kesulitan untuk makan atau minum yang berakibat burung tersebut mudah sakit karena kekurangan gizi, bahkan bisa menyebabkan burung mati kelaparan akibat perubahan pada paruh yang menyulitkannya untuk mendapatkan makanan.

Gejala-gejala yang bisa diamati dari parkit yang terinfeksi parasit ini adalah:
  • Bagian cere atau paruh burung yang tampak penuh lubang-lubang kecil dan tampak berkerak atau bersisik.
  • Bagian paruh burung yang mulai berubah bentuk / penyimpangan bentuk.
  • Kelopak mata yang bengkak dengan cere yang penuh kerak.
  • Gejala paling parah adalah cere atau paruh yang rusak.
Untuk menangani burung parkit yang memiliki penyakit scaly face ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu:

Pengobatan

Pada kasus-kasus ringan dari burung yang terinfeksi parasit ini, pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan parafin atau minyak parafin yang umumnya bisa didapatkan di apotek-apotek.

Jika yang terinfeksi adalah bagian paruhnya maka pengobatan dengan minyak parafin ini harus dilakukan pada semua bagian paruh burung termasuk rahang bawah dan kulit di sudut paruhnya.  Cara pengobatannya adalah dengan mengolesi bagian-bagian tersebut dengan minyak parafin menggunakan kapas atau cotton bud. Sebaiknya selama memberikan pengobatan ini harus berhati-hati agar burung tidak menelan minyak parafin ini karena bisa menyebabkan diare.

Lakukan pengolesan dengan minyak parafin selama dua - empat minggu dengan waktu satu - dua kali sehari. Namun jika area terinfeksi adalah sekitar matanya, maka anda tidak bisa menggunakan parafin ini dengan resiko matanya akan menjadi cacat. Tindakan yang bisa dilakukan adalah menghubungi dokter hewan untuk diberikan pengobatan secara langsung pada bagian matanya dengan menggunakan suntikan ivermectin.

Penggunaan ivermectin ini sendiri tidak bisa sembarangan, karena pada beberapa kasus banyak burung-burung sejenis finch atau kenari yang justru mati setelah menerima suntikan ivermectin dalam dosis paling rendah. Dan karena obat ini jarang digunakan di Indonesia maka kita bisa menggunakan alternatif lain yang paling bagus yaitu menggunakan BirdCream.

Dengan menggunakan cotton bud, oleskan BirdCream pada lokasi yang terinfeksi, termasuk seluruh bagian paruh atau sekitar mata dari burung parkit tersebut. Oleskan sebanyak satu - dua kali sehari dalam waktu dua hingga empat minggu, sampai kondisi burung benar-benar normal.

Pencegahan

Pada burung parkit yang selama ini disimpan dalam kandang aviary atau kandang koloninya, maka usaha pembersihan kandang yang digunakan dengan menggunakan desinfektan khusus harus segera diberikan agar tidak membuat penularan terhadap burung lain yang berada satu kandang dengan burung yang terinfeksi. 

Penyemprotan dengan menggunakan FreshAves bisa dilakukan untuk membunuh kuman dan tungau penyebab kondisi tersebut, terutama tungau atau parasit bernama Knemidokoptes yang bisa terbawa dari makanan, minuman atau lokasi lain dalam kandangnya.

Menjaga kebersihan terutama pada makanan dan minuman harus selalu rutin dilakukan , terutama jika mendapati makanan biji-bijian atau milet yang menumpuk dan menempel pada bagian dasar dari tempat pakannya, karena dari situ pula akan muncul jamur, bakteri atau tungau parasit penyebab scaly face ini. Selain itu menjaga kebersihan dari air minumnya juga turut membantu dalam pencegahan terhadap penyakit ini.

Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close