Menangani burung cendet yang macet bunyi

6/20/2014
Sebagian besar pemilik burung cendet pernah mengalami masalah burungnya yang berhenti berbunyi/macet bunyi, yang mana hal tersebut sangat berkaitan dengan karakter cendet yang berbeda dengan karakter burung lainnya. Maka, untuk mengatasinya diperlukan pengetahuan mengenai apa penyebab dan bagaimana menangani burung cendet yang macet bunyi tersebut.


Meski dikenal sebagai burung pemangsa / predator kecil, sebenarnya burung cendet ini memiliki karakter yang berbeda dari burung jenis pemangsa lainnya. Burung cendet cenderung mudah ketakutan terhadap benda atau mahluk lain yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Begitu juga dengan sifatnya yang terkadang mudah berbunyi tapi kadang juga mudah untuk berhenti bunyi membuat kita sebagai perawatnya harus bisa memperhatikan pola dan juga perawatan hariannya yang rutin dan konsisten. Dengan begitu kita berusaha untuk menjaga kondisi burung cendet tersebut agar tetap rajin berbunyi.

Hal yang paling umum dan sering dianggap sebagai penyebab burung cendet mogok bunyi adalah stress dan kalah mental, namun ternyata disamping itu, terdapat pula beberapa faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kondisi dan rajin tidaknya burung cendet tersebt berbunyi.  Faktor-faktor tersebut antara lain :
  • Burung cendet yang sering merasa ketakutan
  • Burung cendet yang sakit setelah memakan makanan yang tidak tepat
  • Burung cendet yang kurang birahi
Burung yang mogok bunyi karena sering merasa ketakutan
Meski tidak semua burung cendet memiliki perilaku yang sama, namun rata-rata burung cendet cenderung merasa ketakutan begitu melihat sesuatu atau benda yang tampak asing baginya,  hal ini biasanya terjadi pada burung cendet yang sering digantung dekat dengan jalanan umum atau jalan raya, burung cendet tersebut akan merasa ketakutan begitu melihat kedatangan sepeda motor, tukang dagang yang memikul dagangannya, lalu lalang orang dengan beragam warna pakaian yang dikenakannya, serta mendengar suara-suara yang bising atau keras. Selain ketakutan yang membuat burung menjadi jarang mengeluarkan suara kicauannya, burung pun cenderung melakukan aksi salto-salto jika terlalu sering merasa panik.

Membiarkan burung yang ketakutan dalam waktu yang cukup lama bisa membuat burung mudah stress,karena itu segera pindahkan burung ke tempat tenang, begitu terlihat mulai belingsatan. Jika dibiarkan dalam kondisi tersebut maka adrenalin burung cenderung meningkat yang mengakibatkan metabolisme burung terganggu dan mudah mogok berbunyi.
Burung yang mogok bunyi setelah memakan makanan yang tidak tepat

Seperti juga burung pemakan serangga lainnya, begitu melihat kedatangan serangga yang terbang melintasi sangkarnya, maka burung akan berusaha mengejar, dan begitu serangga berada dekat atau menghampirinya dengan segera burung tersebut menangkap lalu memakannya.

Kalau misalnya serangga tersebut bukan termasuk serangga yang membahayakan atau mengandung racun tentu tidak menjadi masalah, namun apa jadinya kalau serangga tersebut adalah jenis serangga yang tidak baik bagi burung, maka yang terjadi adalah burung akan mengalami masalah pada pencernaan serta infeksi pada tenggorokannya yang membuat mereka malas untuk berbunyi. Untuk mengetahui apa saja jenis serangga yang tidak baik bagi burung peliharaan, silahkan buka lagi di sini.

Untuk mengatasi burung yang mengalami masalah setelah memakan serangga yang beracun, maka hal pertama yang bisa dilakukan adalah memberikan madu pada burung tersebut, selain itu burung diberikan buah pepaya yang telah dipotong kecil-kecil lalu diberikan pada burung dengan cara dilolohkan atau dicampurkan dengan voernya. Buah pepaya memang diyakini bisa menetralisir racun serangga dan mengobati masalah gangguan pencernaan burung.
Setelah itu burung mulai diberikan perawatan lanjutan, yaitu dengan memberikan obat-obatan dan vitamin yang sesuai, misalnya dengan memberikan burung BirdFirst Aid yang dilanjutkan dengan terapi BirdTwitter.

Burung yang memang mogok bunyi karena kurang birahi
Masalah paling umum yang terjadi pada burung cendet adalah tidak mau berbunyi karena kurang birahi atau karena perawatan yang kurang maksimal. Biasanya burung cendet ogah berbunyi kalau dirinya masih merasa kekurangan nutrisi, dan pada saat itu pula burung cenderung menunjukkan perilaku miyik pada perawatnya.

Perlu diketahui oleh cendet mania, bahwa sebagian besar perilaku miyik pada burung endet adalah karena burung yang merasa kekurangan gizi atau nutrisi yang diterimanya. Jika burung dibiarkan dalam kondisi tersebut, maka resiko yang akan terjadi adalah burung akan memiliki karakter miyikan atau kolokan.

Untuk itu, sebaiknya perawatan harian burung cendet terutama dari segi pemberian pakan tambahannya sebisa mungkin dibuat lebih bervariasi (jangkrik, belalang, ulat kandang, dan kroto) selain itu porsi penjemuran pun harus bisa lebih ditingkatkan untuk meningkatkan birahi burung.
-
Disamping tiga hal di atas, ada beberapa hal lain yang biasa dilakukan oleh cendet mania sebagai upaya mengembalikan burung pada kondisi semula yang rajin berbunyi, hal-hal yang sering dilakukan oleh cendet mania ketika mengatasi cendetnya yang mogok bunyi adalah:
  1. Memberikan pengembunan yang rutin pada cendet tersebut.
  2. Memberikan jahe yang sebelumnya di tumbuk/digeprek lalu direndam dalam air minumnya.
  3. Memberikan terapi unthulan untuk membangkitkan kembali mentalnya yang ngedrop.
  4. Memberikan terapi mandi malam secara rutin.
Apapun bentuk terapi yang diberikan ,selama hal tersebut bertujuan baik dan bisa mengembalikan kondisi burung sehingga menjadi rajin bunyi seperti semula, maka apa salahnya kalau hal tersebut dicoba. 

Namun, yang terpenting dalam perawatan burung cendet adalah kita harus bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizinya setiap hari agar burung tersebut tetap dalam kondisi yang fit, aktif, dan rajin berbunyi.

Semoga bermanfaat dan Salam kicau
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close