Mengatasi burung tledekan / sulingan yang sedang ngedrop.

6/17/2014
Burung tledekan gunung atau sulingan adalah burung petarung atau yang memiliki sifat teritorial, dan karena sifatnya itu burung tledekan cenderung mudah stress atau ngedrop terlebih jika selalu berdekatan dengan burung bertipe fighter lainnya seperti kacer atau murai batu. Selain itu, masih banyak juga penggemar burung yang memelihara burung tledekan gunung ini dalam kondisi bakalan atau muda hutan, dan untuk panduan bagi tledekan mania, berikut bagaimana mengatasi burung tledekan / sulingan yang sedang ngedrop.




 Sejak dahulu, burung tledekan atau sulingan ini merupakan burung yang memiliki penggemar yang tidak sedikit. Kemampuan burung ini bernyanyi dengan merdu dan penuh variasi itulah yang mengundang ketertarikan banyak orang untuk mencobat merawat dan memeliharanya. Bahkan beberapa tahun lalu, burung tledekan mendapat kelas tersendiri dalam berbagai lomba-lomba burung yang diselenggarakan di berbagai daerah, hingga kini burung yang memiliki penampilan dan gaya 'nyeklek'  yang khas ini pun mulai banyak di cari.

Perawatan burung tledekan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan burung kicauan lain yang memiliki karakter sama, seperti kacer, ciblek, atau murai batu. Kebutuhan burung akan pakan serangga yang mengandung protein yang tinggi cukup besar, dan hal tersebut juga yang mampu membuat burung menjadi rajin berkicau. Selain itu, karena sifat dan karakternya tersebut, burung tledekan cenderung mudah stress atau ngedrop, yang penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya adalah:
  1. Burung yang ngedrop karena kalah mental setelah bertemu burung sejenis dalam sebuah latihan / lomba.
  2. Burung yang ngedrop karena selalu digempur oleh burung kicauan lain berkarakter sama dan bersuara keras.
  3. Burung yang ngedrop karena perubahan pola rawatan terutama dari segi pemberian EF (Extra Fooding).
  4. Burung yang ngedrop karena perubahan kondisi kesehatan atau fisiknya.
Catatan:  Untuk point 1,2, dan 3 perawatan terapi pada burung yang ngedrop bisa dilakukan dengan cara yang sama, sedangkan untuk point ke-4 perawatan berbeda dan intensif harus diberikan karena menyangkut masalah yang berkaitan dengan kesehatan burung.
Namun selain burung yang mudah ngedrop, tidak sedikit pula burung tledekan atau sulingan ini yang memiliki mental yang cukup baik dan tahan banting, terutama pada burung yang dirawat sejak dari anakan atau burung muda hutan yang telah memiliki mental yang terlatih.
Sedangkan untuk mengatasi permasalahan burung yang ngedrop , kita bisa memberikan tindakan serta perlakuan khusus yang juga sering dilakukan oleh para tledekan mania bertahun-tahun, yaitu :

1. Menjauhkan dari burung berkarakter sama (fighter/teritorial)

Selama masa terapi untuk mengembalikan kondisi burung yang ngedrop, sebaiknya burung tersebut dipisahkan dan dijauhkan dari keberadaan burung lain atau sejenis, terutama dari kacer, murai batu, dan burung kicauan lain yang bersuara kencang atau lantang.

2. Rutin memberikan mandi malam

Baik burung bakalan atau burung yang sedang ngedrop, maka mandi malam merupakan solusi terbaik agar burung kembali rajin berbunyi. Mandi malam bisa dilakukan selama satu minggu dahulu, atau hingga burung mulai rajin bersuara.  Selama terapi mandi malam, maka mandi-mandi lainnya yang biasa diberikan pada pagi dan sore hari bisa dihilangkan, jadi dalam hal ini burung hanya mandi sekali saja setiap harinya yaitu pada malam hari.
Mandi malam bisa dilakukan antara pukul 19:00 - 20:00, sedangkan cara mandinya bisa dilakukan baik dengan menggunakan sprayer ( semprotan dengan setelan halus) atau menggunakan karamba mandinya.
Setelah mandi, burung tersebut segera diberikan jangkrik sebanyak 2-3 ekor, dan setelah itu burung dikerodong hingga pagi hari.

3. Rutin mengembunkan burung

Selain mandi malam secara rutin, satu hal yang penting dalam mengembalikan kondisi burung tledekan yang ngedrop adalah melakukan pengembunan pada burung. Caranya bisa dengan mengeluarkan burung pada pagi-pagi hari sekali yaitu antara pukul 05:00 - 05:30 dan digantung di teras atau halaman rumah.
Sewaktu pengembunan burung diberikan jangkrik sebanyak 1-2 ekor, dan kroto sebanyak satu sendok teh kecil yang bisa diberikan setiap 2-3 hari sekali.

4. Memberikan pakan dan vitamin yang teratur.

Hal lain yang juga turut mendukung dalam perawatan burung tledekan ngedrop adalah pemberian pakan yang teratur terutama pakan tambahannya atau EF. Pakan yang bisa diberikan setiap harinya adalah jangkrik dengan porsi yang disesuaikan, ulat hongkong cukup 1-2 ekor saja sehari, dan kroto dua - tiga hari sekali.
Selain itu bagian yang turut mendukung perkembangan burung adalah pemberian vitamin tambahan yang bertujuan untuk melancarkan metabolisme burung sehingga membuat mereka menjadi lebih tenang, dan kembali rajin berbunyi.
-
Dengan melakukan cara-cara yang sudah disebutkan di atas secara rutin, maka dalam beberapa hari burung yang ngedrop akan kembali pulih dan rajin berbunyi, sedangkan jika cara-cara di atas diterapkan pada burung bakalan maka hal tersebut bisa merangsang burung untuk bersuara lebih rajin dan lantang dari pada sebelumnya yang hanya ngeriwik saja.
Semoga bermanfaat

Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

loading...