Merawat dan memelihara burung ciblek sejak dari anakan (bag 1)

6/23/2014
Banyak penggemar burung ciblek yang sengaja memelihara burung ciblek sejak dari anakan/lolohan dengan alasan nanti setelah dewasa burungnya itu akan memiliki mental dan suara tembakan yang lebih baik dibandingkan dengan burung yang didapatkan dari muda hutan. Namun, dalam perawatannya tentu membutuhkan perhatian yang ekstra terutama dari segi pemberian pakan dan perawatan hariannya. Nah, bagaimana merawat dan memelihara burung ciblek sejak dari anakan ? akan kita bahas di sini.

Merawat burung ciblek dari usia anakan butuh ketelatenan dalam perawatan hariannya, karena dalam usianya yang masih cukup kecil, burung-burung tersebut sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup tinggi, hal tersebut ditandai dengan seringnya mereka merasa lapar setiap 20 - 30 menit sekali.

Berikut ini bagaimana merawat burung ciblek yang dimulai sejak masih berusia piyikan.
Pakan yang diberikan:
  1. Voer lembut yang dicampur dengan air hangat, lalu dicampur dengan kroto segar yang sudah dipisahkan dari semut-semutnya. Aduk hingga merata dan jika dibutuhkan anda bisa memberikan vitamin tambahan yang diteteskan pada  makanan yang sudah menjadi bubur tersebut.
  2. Jangkrik yang sudah dipotong bagian perutnya saja (bagian belakang dari jangkrik).
Cara pemberian:
  1. Gunakan alat yang biasa digunakan untuk meloloh, misalnya sumpit bambu kecil, sendok kecil atau syringe/suntikan dengan bagian ujung menggunakan karet pentil.
  2. Berikan setiap kali burung mulai rewel ketika merasa lapar, biasanya hal tersebut berlangsung setiap 20 - 30 menit sekali.
  3. Setelah bubur diberikan / dilolohkan, anakan burung tersebut segera diberikan potongan tubuh jangkrik (bagian perutnya) yang diberikan langsung pada mulut mereka.
Setelah burung mulai bisa makan sendiri, maka makanan yang diberikan bisa berupa voer lembut yang dicampur dengan kroto dan dibasahi sedikit air, kalau sebelumnya dibuat hingga menjadi bubur, untuk kali ini adonan voer dibuat hingga kental saja.

Untuk jangkriknya tetap diberikan dalam bentuk terpotong / hanya bagian perutnya saja, sedangkan untuk pakan lainnya bisa ditambahkan dengan ulat hongkong berwarna putih dengan jumlah 1-2  ekor pada pagi dan sore harinya.

Berikutnya : 


Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close