Rangkong, burung eksotis yang kian terancam

6/06/2014

 Burung rangkong merupakan spesies burung yang memiliki tubuh berukuran besar yaitu sepanjang 110 hingga 120 cm. Burung ini memiliki berat rata-rata 3,1 kilogram. Burung eksotis nan cantik ini semakin terancam keberadaannya setelah habitat mereka mulai tergerus oleh pembukaan lahan untuk perkebunan dan perburuan liar yang hanya mengamil bagian tubuhnya saja.


Jika kita memasuki Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasim, Mina maka kita akan disambut oleh suara burung rangkong yang membahana yang bisa terdengar dari atas puncak pepohonan besar yang menjulang ke langit. Di Taman Hutan ini burung rangkong terus dipantau dan dijaga dari ancaman perburuan. 

Menurut data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI, habitat asli burung jenis ini adalah hutan hujan tropis Sumatra dan Kalimantan serta beberapa negara di Asia Tenggara seperti Myanmar, Malaysia dan Thailand. Dalam daftar merah IUCN (International Union Conservation of Nature) Rangkong berada pada kategori spesies burung yang hampir terancam (near threatened) karena populasinya yang terus menurun akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Salah satu negara yang menjadi target pemasaran dari bagian tubuh burung rangkong ini adalah Cina. Bagian tubuh yang paling banyak di buru adalah Balung rangkong atau bagian tambahan yang tedapat pada paruh atas dari rangkong. Balung ini akan dihargai sebesar Rp 50,000 hingga Rp 100,000 per gramnya, dan umumnya berat minimal dari balung rangkong adalah sekitar 95 gram, jadi para pemburu-pemburu ini bisa mendapatkan uang uang Rp 950.000 hingga 2,5 juta rupiah per ekornya. 

Di Cina balung rangkong ini nantinya akan digunakan sebagai bahan ukiran dan sebagai bahan untuk membuat obat-obatan. Permintaan yang cukup tinggi terhadap balung rangkong ini membuat perburuan burung berukuran besar ini kian marak, terutama di Sumatera. 

Rangkong, burung eksotis yang kian terancam
 Burung rangkong merupakan salah satu burung terbesar di kawasan hutan yang berada di Asia. Burung cantik ini akan menghabiskan waktunya pada bagian atas tajuk hutan dengan memakan buah-buahan, serangga, reptil, hewan pengerat, serta burung-burung kecil. Selain itu pada musim berkembamg biak, burung rangkong memiliki perilaku yang cukup unik yaitu burung betina akan membuat sarang dalam sebuah lubang di pohon, lalu burung jantan akan menutupi lubang / menyegelnya dengan lumpur. Dan selama dalam sarangnya itu burung betina akan diberi makan oleh burung jantan. 

Dari data dari Badan Konservasi Internasional atau IUCN, burung rangkong sudah masuk dalam Daftar Merah yang artinya spesies burung ini dalam status dilindungi dan hampir punah.  

CITES juga mengklasifikasikan burung rangkong dalam kategori Appendix II, yaitu sebagai burung yang dilarang dijual belikan secara bebas secara Internasional karena termasuk burung langa, kecuali jika perdagangan tersebut tntuk pada peraturan yang ketat , sehingga pemanfaatan yang tidak sesuai bisa dihindari.


Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close