Shinkansen, kereta cepat yang terinsipirasi dari burung

7/15/2014
Selama berabad-abad dalam sejarah perjalanan manusia, burung selalu menjadi inspirasi dari beragam teknologi, misalnya kapal terbang. Perkembangan teknologi yang modern pun tidak terlepas dari meniru keunikan yang dimiliki oleh burung, contohnya adalah Shinkansen atau kereta peluru yang memiliki kecepatan super. Tahukah anda, kereta Shinkansen adalah kereta yang terinspirasi oleh burung raja udang.



Burung raja udang atau cekakak, dikenal sebagai burung berukuran sedang yang mampu bergerak dengan sangat cepat dengan paruhnya yang besar. Sayapnya yang pendek membuat burung raja udang mampu melakukan berbagai manuver termasuk ketika berburu ikan di dalam sungai.

Shinkansen 500 series, adalah kereta peluru super cepat yang dibuat di Jepang untuk pertama kalinya pada tahun 1964. Seiring perjalanan waktu, perkembangan kereta super cepat ini pun semakin berkembang, kini sudah bnyak model shinkansen yang dibuat untuk memenuhi tuntutan ketepatan dan kecepatan tanpa melupakan keamanan dan kenyamanan.
 

 
Shinkansen yang diluncurkan pada tahun 1994 memiliki kecepatan maksimum 320 km/jam, kereta ini beroperasi pada kecepatan 240 - 300 km/jam. Meski memiliki kecepatan yang setara dengan mobil formula satu, namun tidak pernah ada catatan kecelakaan yang berakibat fatal.
 
Terinspirasi dari Raja udang

Sebelumnya shinkansen, Jepand sebenarnya sudah memiliiki kereta cepat yang sayangnya ketika kereta tersebut berbenturan dengan udara/angin, maka suara yang ditimbulkannya pun cukup berisik, terlebih ketika kereta tersebut memasuki sebuah terowongan maka frekuensi suaranya cukup mengganggu penduduk yang dilalui dan hewan-hewan di alam liar.

Eiji Nakatsu, adalah seorang kepala teknisi kereta yang juga seorang pengamat burung, memiliki solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Ia memiliki solusi yang lain dari apa yang selama ini dipikirkan oleh orang-orang.

Sebagai seorang pengamat burung, Nakatsu telah faham benar bagaimana karakter , perilaku, dan cara terbang dari seekor burung. Nakatsu telah beberapa kali mengamati bagaimana seekor burung raja udang mampu menyelam dengan kecepatan tinggi ke dalam air untuk menangkap ikan, dengan hanya sedikit menimbulkan percikan air.
 
 
Artinya, burung cekakak mampu berpindah dari satu medium (udara) ke medium lain (air) dengan super cepat dan halus, nyaris tanpa menimbulkan gelombang. Pergerakan dengan kecepatan tinggi melewati 2 medium berbeda itu sama halnya dengan yang dialami shinkansen ketika memasuki terowongan karena perubahan tekanan udara yang tiba-tiba. 
 

Gagasan Nakatsu waktu itu adalah sebuah kereta dengan kecepatan yang cukup tinggi maka perlu memiliki bagian depan yang berbentuk sepertu paruh burung raja udang. Selain mengatasi masalah suara bising yang muncul, bentuk moncong kereta yang lancip seperti paruh raja udang juga mampu mengoptimalkan kecepatannya, sehingga bisa memberikan penghematan energi.

Menurutnya, bentuk moncong Shinkansen berhasil menurunkan tekanan udara sebanyak 30 %, dan menghemar listrik sebanyak 15%, dengan penambahan kecepatan sebanyak 10% dibanding versi shinkansen terdahulu yang memiliki bagian depan yang konvensional.

Burung hantu
 
Meski begitu, bukan berarti masalah suara ini cepat selesai, karena timbul masalah baru yaitu suara bising yang timbul akibat aerodinamins dari gesekan pantograf dengan udara ketika kereta meluncur.

Lagi-lagi burung menjadi solusi pemecahan masalah yang terbaik, kali ini inspirasi datang dari burung hantu. Burung hantu adalah burung yang terkenal dengan ketenangannya, begitu juga ketika mereka berburu. Burung hantu mampu menangkap buruannya tanpa mengeluarkan suara kepakan sayap sedikitpun, sehingga buruannya sama sekali tidak akan pernah menyangkanya.
 

Dengan terinspirasi oleh sayap burung hantu yang bergerigi itu, para desainer dan insinyur Jepang mengubah desain pantograf menjadi menyerupai sayap burung, dan melengkapi pantograf ini dengan gerigi-gerigi kecil layaknya bulu burung hantu. Hal tersebut ternyata menjadi solusi yang cukup baik, karena tidak ada lagi kendala mengenai kebisingan. Shinkansen 500 series kini menjadi kereta cepat yang benar-benar sempurna dengan memanfaatkan burung untuk kecepatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan.

Sungguh, alam sebenarnya telah menyimpan berbagai ilmu pengetahuan yang tersembunyi untuk kita temukan dan pelajari.

Semoga bermanfaat

Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close