Cegah flu burung dengan desinfektan

8/09/2014
Sejak kemunculan pertama pada tahun 2003, penyakit Flu Burung telah menimbulkan banyak kerugian bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama pelaku peternak unggas, bahkan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dengan subtipe H5N1 ini bisa membunuh unggas yang terinfeksi dalam waktu yang singkat serta diduga bisa menginfeksi manusia. 




Virus adalah mikroorganisme yang unik karena tidak mampu hidup dan bereproduksi secara mandiri seperti mahluk hidup yang lain. Virus influenza tipe A sama seperti virus pada umumnya yang memerlukan sel mahluk hidup agar dia mampu ber replikasi atau memperbanyak diri, oleh karena itu mereka memerlukan sel-sel saluran respirasi atas yang sesuai dengan reseptor permukaan virus.

Meskipun demikian virus influenza ini juga memiliki kemampuan untuk bertahan hidup selama beberapa saat di lingkungan luar sebelum menginfeksi mahluk hidup. Umumnya material virus influenza tipe A ini terdapat dalam jumlah banyak di lapisan tanah, kotoran ayam, atau tempat-tempat yang lembab dan tidak terekspos secara langsung oleh sinar matahari.

Kemungkinan penularan virus dapat terjadi lewat kontak langsung dengan unggas yang telah terinfeksi melalui lendir, droplet, konjungtiva, dan kotoran/feses. Penularan tidak langsung dapat terjadi melalui udara, debu, tanah, atau peralatan kandang yang telah terkontaminasi virus. 

Salah satu usaha strategi nasional dalam  pencegahan dan pengendalian penyakit flu burung di Indonesia adalah dengan memutus mata rantai penyebaran virus sedini mungkin serta melakukan tindakan pengendalian pada daerah yang terjangkit melalui program biosekuriti. Desinfeksi, yaitu proses yang ditujukan untuk mematikan organisme yang berbahaya merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam sebuah program biosekuriti.

Untuk membunuh virus diperlukan agen desinfektan dengan kemampuan membunuh virus yang efektif, dengan lama waktu kontak dan konsentrasi desinfektan sebagai parameter.  Virus flu burung sangat peka terhadap desinfektan berbahan aktif fenol, klorin, etanol, aldehid,  ammonium kuartener, dan iodin.

Menurut penelitian antara Balai Besar Penelitian Veteriner (BBalitvet) dengan Universitas Pancasila mengenai efektifitas virusidal penggunaan sodium hipoklorit pada tahun 2013, membuktikan bahwa virus Flu Burung yang termasuk virus influenza tipe A, apapun subtipenya baik H5N1, H1N1, ataupun H7N1 selama masih memiliki amplop LipoProtein mampu dibunuh dan dibasmi menggunakan produk pemutih pakaian komersil yang mudah diperoleh dengan harga murah serta penggunaan yang sederhana.

Informasi mengenai aplikasi desinfektan komersil ini dapat dengan mudah diterapkan di masyarakat untuk desinfeksi lantai, dinding, penyemprotan spray pada kandang ayam maupun pada lokasi-lokasi wabah Flu Burung di seluruh tempat di Indonesia.

Sumber:
Litbang Deptan 

BBalitvet 

Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus