Beberapa sebab telur gagal menetas

9/02/2014
Menangkar burung bukan lagi sesuatu yang sulit dilakukan, informasi mengenai ini pun sudah banyak ditemukan di beberapa media online seperti omkicau. Namun dalam praktiknya tak sedikit penangkar yang mengaku sering mendapat masalah terutama adalah telur yang gagal menetas.




Telur yang gagal menetas biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: 
  • Telur yang infertil akibat indukan yang bertelur tapi tidak dibuahi oleh burung jantan, atau indukan yang tidak subur/mandul.
  • Kematian embrio yang biasanya terjadi dalam 3 hari pertama masa inkubasi atau tiga hari terakhir sebelum telur tersebut menetas. 
Penyebab kematian embrio itu bisa bermacam-macam, di antaranya:

Embrio yang mengalami kekurangan nutrisi

Burung indukan yang tidak diberikan asupan nutrisi dan gizi yang cukup maka telur-telur mereka rentan mengalami kekurangan nutrisi. Dalam perkembangannya embrio mengambil nutrisi dari kuningtelur (yolk), jika kemudian embrio tersebut mengalami kekurangan nutrisi yang dibutuhkan, maka kemungkinan besar embrio tersebut tidak akan sanggup bertahan atau akan cacat. 


Berikut beberapa gejala jika embrio kekurangan nutrisi:
  • Kekurangan Vit A: Kematian embrio akan terjadi sekitar 48 jam dari masa inkubasi pertama, penyebabnya adalah kegagalan untuk mengembangkan sistem peredaran darah, kelainan ginjal, mata dan tulang.
  • Kekurangan Vit D: Kematian akan terjadi dalam waktu 18 - 19 hari masa inkubasi, penyebabnya adalah terjadinya malposisi, tulang yang lemah dengan paruh yang cacat.
  • Kekurangan Vit E: Kematian akan terjadi dalam waktu 84 - 96 jam masa inkubasi, penyebabnya adalah pendarahan dan kegagalan sirkulasi (terlibat selenium).
  • Kekurangan Thiamin: Bisa menyebabkan resiko kematian yang tinggi pada embrio.
  • Kekurangan Ribofalvin (Vit B2) : Kematian akan terjadi dalam waktu 40 jam, 14 hari, atau 20 hari masa inkubasi.
  • Kekurangan Vit B12: Kematian akan terjadi dalam waktu 20 hari masa inkubasi, dengan beberapa penyebab yaitu pendarahan, malposisi, dan kaki yang tidak tumbuh.

Kegagalan dalam inkubasi

Beberapa kemungkinan penyebab adalah:

  • Faktor kelembaban, yaitu jika kelembaban terlalu tinggi maka anak burung bisa tenggelam dalam sel udara, kalaupun bisa menetas maka bisa terlihat dari tubuh piyikan yang membengkak. Sedangkan jika suhu dalam sarang kurang lembab, atau terlalu kering maka piyikan burung bisa terjerat oleh membran yang mengering dan menjadi lengket sehingga menyebabkan piyikan tidak berubah posisi dalam telurnya.
  • Perputaran telur: Selama pengeraman oleh indukan, telur harus diputar agar berubah posisi beberapa kali sehari, namun menjelang 3 hari terakhir akan menetas kondisi piyikan sudah sepenuhnya terbentuk, dan pada saat ini mereka sedang dalam proses menyerap nutrisi dari kuning telur.Jika telur terus-menerus diputar sampai menetas maka yang anda adalah saluran yang menghubungkan kuning telur dengan perut burung akan pecah atau bengkok yang bisa membuat piyikan akan menjadi kelaparan dan lemah.
  • Kelebihan kalsium: indukan yang terlalu banyak mengkonsumsi kalsium maka akan telur yang dihasilkannya akan memiliki bagian kulit yang sangat tebal, sehingga menghambat atau membuat anakan burung tidak bisa memecahkan telurnya untuk menetas.
  • Faktor keturunan: Faktor lain yang bisa menjadi penyebab telur gagal menetas dalam pengeraman adalah akibat masalah gen yang bisa disebabkan oleh perkawinan sedarah atau inbreeding.
Infeksi bakteri
  • Infeksi bakteri bisa terjadi ketika telur mengalami kontak dengan tangan yang kotor misalnya memegang telur untuk diputar-bali atau diteropong, selain itu bisa juga karena telur yang retak sehingga menyebabkan bakteri atau parasit dengan mudah masuk melalui celah retakan.
Telur yang bergoyang-goyang atau terkena getaran.
  • Telur yang selalu bergoyang atau terkena getaran bisa menyebabkan kematian pada anakan atau bahkan kelumpuhan.

Embrio yang berubah posisi (Malposition).

  • Telur yang gagal menetas juga bisa disebabkan oleh posisi piyikan yang berubah posisinya, dalam kasus ini disebut dengan malposisi atau malposition.

Sebenarnya ada cara yang mudah dalam mencegah dan mengantisipasi telur yang rusak atau kemungkinan gagal menetas, yaitu dengan melakukan peneropongan telur yang dilakukan sejak hari ke-6 hingga ke-10. Dengan begitu kita bisa mengantisipasi telur mana yang diprediksi akan gagal menetas.

Selain itu kebutuhan burung indukan akan nutrisi dan gizinya juga harus dipenuhi dengan cara menyediakan pakan yang tepat dan sesuai untuk burung, atau memberikan asupan nutrisi tambahan dari sumber lainnya yaitu dengan memberikan BirdMature yang bisa memberikan peluang penetasan telur lebih besar dengan piyikan yang sehat.

Semoga bermafaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close