Metode penangkaran burung sistim Poligami

10/23/2014
Meskipun di alam liar spesies burung teritorial seperti ciblek, kacer, cucak ijo, atau murai batu adalah spesies burung yang monogami ketika berkembangbiak, namun ada saat-saat dimana burung indukan betina yang kehilangan pasangannya misalnya akibat tertangkap pemburu atau menjadi mangsa binatang predator, meski begitu hal tersebut ternyata tidak mengurangi aktivitasnya sebagai single parent dalam mengerami maupun membesarkan anak-anaknya.


Hal itulah yang kemudian menginspirasi banyak orang untuk melakukan penangkaran burung sistim poligami.

Metode poligami pada burung yang memiliki sifat teritorial.

Poligami yang digunakan dalam penangkaran murai batu merupakan salah satu bentuk strategi pemuliaan burung jantan tunggal dengan lebih dari satu pasangan selama musim kawin. Dengan begitu sebuah penangkaran yang mempunyai beberapa burung betina yang tidak memiliki pasangan - akibat mati karena penyakit atau dijual sebagai indukan - bisa tetap berproduksi meski nantinya mereka akan menjadi single parent yang mengerami dan merawat anak-anaknya.


Sistem poligami biasanya dilakukan ketika seorang penangkar ingin mendapatkan keturunan dari indukan jantan yang berkualitas sehingga dengan mengawinkan burung jantan tersebut pada beberapa burung indukan betina maka beberapa dari keturunan mereka akan memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda dengan induknya. Selain itu metode ini banyak digunakan karena dianggap bisa mendongkrak produktivitas, karena bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa ekor betina sekaligus dalam satu musim.

Namun ada beberapa persyaratan ketika kita hendak melakukan sistem poligami dalam penangkaran burung murai batu, beberapa persyaratan tersebut antara lain:

  1. Burung indukan betina yang sudah siap kawin/dalam kondisi breeding.
  2. Burung betina sebelumnya diperkenalkan dengan burung jantan.
Karena itulah ketika berniat melakukan sistem poligami dalam penangkaran burung yang bersifat teritorial seperti ciblek, kacer, atau murai batu pastikan dahulu burung jantan yang akan digunakan sebagai burung pejantan tunggal telah berkenalan dengan masing-masing betinanya untuk memudahkan dalam tahap berikutnya yaitu perkawinan dan bertelur.

Memperkenalkan burung jantan pada masing-masing burung betinanya.

Cara perkenalan bisa dilakukan dengan menempatkan burung betina ke dalam kandang penangkarannya masing-masing, setelah itu burung jantan yang disimpan dalam sangkar kotak hariannya didekatkan dengan kandang penangkaran dari masing-masing burung betina tersebut selama beberapa hari secara bergantian.

Jarak antara kandang penangkaran atau kandang yang digunakan burung betina sebaiknya cukup rapat agar perkenalan berlangsung dengan hambatan (jika perjodohan menggunakan kandang harian maka pada bagian sisi kanan atau sisi kiri dari sangkarnya bisa dilengkapi dengan sekat pemisah, dengan begitu burung betina yang berada dalam sangkarnya masing-masing akan terpancing untuk masuk ke kondisi breeding dan akan tampak rajin mengumpulkan bahan-bahan sarangnya.

Metode poligami yang dikenal dalam penangkaran burung terdiri dari dua metode/sistem yaitu:
  • Metode poligami dengan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkaran.
  • Metode poligami dengan beberapa burung betina dalam masing-masing kandang (terpisah).

Poligami dengan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkaran

Banyak yang beranggapan bahwa sistem poligami bisa dilakukan dengan menempatkan beberapa burung betina dalam satu kandang penangkarannya, tapi perlu diperhatikan di sini adalah bahwa burung peliharaan sejenis ciblek, kacer, atau murai batu yang berjenis kelamin jantan dan betina adalah burung petarung yang memiliki sifat sangat teritorial sehingga menggabungkan mereka dalam satu kandang adalah bukan merupakan hal yang tepat, karena salah satu atau beberapa dari burung betina tersebut bisa merasa sangat terintimidasi.

Selain itu harus menjadi perhatian pula, kalaupun burung jantan telah memilih salah satu burung betina sebagai pasangannya maka mereka berdua (pasangan itu) akan menjadikan lokasi tempatnya bersarang sebagai wilayah kekuasaan (teritorial) mereka, sehingga akan berusaha untuk mengusir atau menyerang burung lain yang mendekati sarangnya termasuk burung betina yang berada satu kandang penangkaran dengannya.


Meskipun dalam kasus ini banyak yang menyatakan sudah berhasil, namun umumnya burung betina yang ada dalam kandang penangkaran itu bisa berproduksi semuanya, ada beberapa yang hanya menjadi "kambing cengo "  dengan merasa terintimidasi oleh burung yang telah menjadi pasangannya.


Poligami dengan beberapa burung betina dalam masing-masing kandang.

Poligami pada burung-burung teritorial bisa dilakukan dengan cara memasukkan masing-masing indukan betina dalam kandang yang akan digunakannya untuk berkembangbiak, setelah itu burung jantan yang telah diperkenalkan bisa dimasukkan ke dalam kandang betinanya satu persatu dengan memberikan batasan waktu dan tetap melakukan pemantauan.

Anda bisa memberikan waktu selama beberapa hari atau satu minggu untuk memberikan kesempatan pada burung jantan mengawini burung betina yang berada dalam masing-masing kandangnya dengan sambil melakukan pemantauan yang rutin. Jika kemudian dalam beberapa hari burung jantan dan betina tetap tidak mau akur alias sering berantem, maka burung jantan tersebut kemudian dipindahkan ke kandang betina yang lainnya, sedangkan burung betina yang terlalu galak bisa anda atur kembali perawatannya dengan mengatur pakan tambahan atau memberikan suplemen penangkaran seperti BirdMature untuk mempercepat birahi burung betina.

Ketika burung jantan telah akur denga betina dalam kandang penangkaran lainnya, maka berikan kesempatan pada burung jantan untuk mengawini betinanya. Lakukan pemantauan untuk 10 - 12 hari ke depan setelah burung jantan terlihat mengawini burung betinanya. Nantinya setelah dua hari kemudian yaitu ketika burung betina sedang mengerami telur-telurnya, burung jantan bisa dipisahkan dan kembali di satukan dengan burung betina yang berada dalam kandang penangkaran lainnya.


Ketika poligami harus dilakukan


Ada kalanya poligami terpaksa dilakukan ketika penangkar ingin mencoba dengan sesuatu yang lain dalam penangkarannya atau ketika penangkar memiliki beberapa indukan betina yang ditinggal mati pasangannya. Namun selain itu ada juga beberapa kondisi tertentu yang membuat seorang penangkar melakukan metode poligami, yaitu:

  • Permintaan pasar yang terus meningkat
  • Burung jantan yang mulai merusak sarang atau telurnya.
  • Salah satu burung yang terlalu agresif dengan pasangannya.
  • Penangkar yang ingin mempunyai keturunan dengan kualitas yang sama dengan indukan.
Pada dasarnya poligami memang bisa dilakukan terhadap beberapa jenis burung kicauan peliharaan termasuk juga burung-burung yang bersifat teritorial maupun non-teritorial. Namun hal yang cukup penting ketika menerapkan metode poligami pada penangkaran burung-burung yang bersifat teritorial seperti ciblek, kacer, murai batu atau cucak hijau adalah rutin melakukan pemantauan dan pencatatan perilaku sebagai upaya mencegah dan mengatasi ketika terjadi kendala dalam perjodohan, perkawinan, serta pengembangbiakkan seekor burung jantan dengan beberapa burung betina sekaligus dalam satu musim.



Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close