Mengatasi burung yang tidak mau makan jangkrik

11/24/2014
Masalah umum yang sering menimpa burung peliharaan adalah burung yang tidak mau makan jangkrik. Hal tersebut biasanya terjadi pada beberapa jenis burung ocehan populer seperti kacer, murai batu, cucak jenggot,  dan sebagainya. Untuk itu perlu diketahui apa penyebab burung menolak makan serangga tinggi protein tersebut, meski sebelumnya sangat lahap dengan makanannya itu.




Masalah burung yang tidak mau makan jangkrik ini bisa menjadi masalah yang lebih besar, terutama pada burung yang selama inihanya mau berbunyi jika sebelumnya diberikan EF  berupa jangkrik. Penggemar burung di Indonesia memang sudah terbiasa memberikan jangkrik sebagai pendongkrak birahi dalam perawatan harian atau perawatan lomba.

Secara umum, masalah ini terjadi karena masalah psikologis dari burung tersebut, misalnya trauma atau ketakutan. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh masalah lain, seperti burung sakit dan burung yang terlalu memilih makanannya.

Trauma pada burung yang tidak mau makan jangkrik, biasanya karena jangkrik yang memberikan perlawanan dengan menggigit atau meronta. Hal itu biasanya terjadi pada jangkrik berukuran besar yang memiliki kulit dan daging yang alot atau keras.
Kasus lain yang sering terjadi adalah burung yang sakit, sehingga menolak makan serangga tersebut , lantaran adanya gangguan kesehatan pada bagian tenggorokan atau pencernaan mereka.

Untuk mengatasi masalah burung yang tidak mau memakan jangkrik, maka beberapa hal berikut bisa dilakukan sebagai terapi atau tindakan yang diperlukan agar burung mau memakan jangkrik yang ditawarkan.

  • Burung hanya diberikan jangkrik yang berukuran kecil, karena kulit dan daging mereka masih lembut sehingga burung tidak akan kesulitan menelannya.
  • Selain jangkrik kecil, jangkrik yang baru berganti kulit ( jangkrik warna putih) juga memiliki tubuh yang masih lembut sehingga jangkrik tersebut bisa diberikan untuk merangsang mereka mau memakan kembali jangkriknya, namun tentunya untuk mendapatkan jangkrik putih ini tentu sangat sulit, karena terkadang kita bisa mendapatkan jangkrik putih dalam kotak penyimpanan jangkrik dalam jumlah yang sedikit atau tidak ada sama sekali.
  • Jika ingin diberikan jangkrik berukuran besar, ada baiknya bagian kepala dan kaki-kaki belakangnya dicopot terlebih dahulu, agar burung lebih nyaman memakannya.
  • Ada beberapa burung yang memang cukup pemilih, mereka biasanya sudah terbiasa memakan jenis jangkrik tertentu, misalnya jangkrik alam dibanding jangkrik kalung, atau sebaliknya.  Di pasaran banyak beredar beberapa jenis jangkrik yang warna-warnanya cukup berbeda, ada jangkrik dengan warna full hitam, bahkan ada juga jangkrik dengan warna mirip kecoak (belang-belang). Untuk itu, silahkan perhatikan jenis jangkrik yang bagaimana yang ditolak oleh burung, lalu cobalah memberikan jenis jangkrik yang berbeda.
  • Alternatif lain adalah dengan hanya memberikan jangkrik yang telah dipotong bagian perutnya saja,  letakkan perut jangkrik tersebut dalam wadah pakannya.
  • Jika kasus burung tidak mau makan jangkrik adalah karena burung yang sakit, apakah itu sakit tenggorokan atau sakit pencernaan, maka yang bisa dilakukan adalah segera mengobati burung agar kembali normal dan makan dengan lahap.
Jika semua hal di atas telah dilakukan, tetapi burung tetap tidak mau memakan jangkriknya, maka alternatif lain adalah memberikan tepung jangkrik yang dicampur dengan makanannya yang lain ( voer atau kroto ), karena bagaimanapun jangkrik merupakan sumber protein yang tinggi dan bisa mengatur kondisi birahi dari burung kicauan.

Semoga bermanfaat
Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait

1 comments:

Write comments