Perawatan dan penangkaran burung edel sanger

11/11/2014
Selain blackthroat (Serinus atrogularis) yang mempunyai suara kicauan yang ngerol ada satu jenis burung lagi yang mempunyai suara tak kalah bagusnya dengan burung blakthroat yaitu sanger atau herda sanger / edel sanger atau Gray singing finch (Serinus leucopygius).  


Burung finch dengan tubuh kecil yaitu sekitar 10-11 cm ini memiliki suara kicauan yang ngeroll dengan suara yang lantang. Namun karena kurangnya informasi mengenai jenis burung ini membuat tidak banyak orang yang tertarik memeliharanya.

Seperti halnya blackthroat sanger berasal dari Afrika yang mulai diperkenalkan ke Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu namun burung sanger kurang mendapatkan perhatian dari banyak penggemar burung di Indonesia, padahal kalau kita mau merawat dan memeliharanya burung sanger memiliki suara kicauan yang cukup menarik dan diakui oleh banyak kalangan penangkar burung di seluruh dunia sebagai suara burung yang paling melodius dari semua jenis burung finch.

Burung sanger atau gray singing finch adalah burung finch yang berasal dari Afrika Selatan. Penyebaran burung ini meliputi Senegal timur hingga Sudan, dan banyak ditemukan di sekitar peternakan, perkampungan, dan perkebunan.  

Ada tiga sub-spesies dari burung sanger ini yang semuanya memiliki penyebaran di Afrika yaitu :
  1. Serinus leucopygius leucopygius tersebar di Sudan, Ethipioa selatan dan Uganda.
  2. Serinus leucopygius pallens tersebar di Nigeria bagian utara.
  3. Serinus leucopygius riggenbachi tersebar di Senegal hinga ke Sudan bagian barat.
 
Membedakan burung sanger jantan dengan betina

Membedakan jenis kelamin dari burung sanger ini sangat sulit dilakukan karena keduanya memiliki penampilan yang mirip. Biasanya burung jantan bisa dibedakan dari kemampuannya berkicau, karena memang hanya burung jantan yang memiliki suara kicauan yang bervariasi daripada burung betina yang cenderung hanya memiliki suara panggilan monoton.


Namun meskipun begitu, banyak penangkar-penangkar burung yang telah berpengalaman memiliki patokan-patokan khusus dalam membedakan jenis kelamin burung sanger ini, yaitu dengan memperhatikan bercak putih yang terdapat pada bagian bawah paruhnya. 

Pada burung jantan warna putih ini cukup jelas terlihat dibanding pada burung betina, dan bercak putih ini juga akan bisa terlihat ketika burung jantan mengembangkan tenggorokannya ketika berkicau.

Karakter burung sanger

Seperti burung mozambik atau Green singin finch, burung sanger memiliki perilaku akan sangat agresif terhadap burung lain sejenisnya, namun burung sanger akan sangat kompatibel jika disatukan dengan burung lain dari kelompok atau genus yang berbeda, misalnya saja dengan blackthroat atau kenari, dan karena itu pula burung ini banyak dikawinsilangkan dengan blackthroat untuk menghasilkan anakan yang disebut dengan Black-Sang.
 
Perawatan harian

Burung sanger adalah burung pemakan biji-bijian seperti halnya burung kenari dan burung jenis finch lainnya, sehingga dalam perawatannya mereka bisa diberikan pakan berupa canary seed atau pakan biji-bijian yang bias diberikan pada kenari atau burung finch. Untuk menambah asupan nutrisi burung setiap hari, maka pemberian telur rebus harus selalu diberikan setiap harinya, termasuk juga telur rebus yang dicampurkan dengan pakan lainnya seperti Egg-Food. Selain itu pemberian sayur-sayuran hijau pun harus selalu tersedia setiap harinya.

Untuk merangsang burung sanger cepat berkicau bisa dilakukan dengan memberikan pakan berupa biji kuaci (biji bunga matahari), namun masalahnya adalah burung sanger tidak mengenali pakan ini sebagai makanannya, jadi untuk itu anda harus melakukan sedikit trik dan modifikasi agar burung mau menganggap biji kuaci sebagai makanannya, yaitu dengan cara mengupas lalu memotong kecil-kecil biji kuaci lalu dicampur dengan pakan biji-bijian lainnya.

Menangkarkan sanger

Jika anda sudah memiliki sepasang burung sanger ini maka anda bisa menangkarkan mereka seperti halnya menangkar burung kenari. Menangkarkannya pun bisa dilakukan dalam kandang harian, kandang koloni, atau soliter. Bagian terpenting dari penangkaran ini adalah lokasi yang tenang dan tanpa gangguan sedikitpun baik dari aktivitas manusia atau gangguan lain yang bisa datang dari binatang atau hewan lainnya.

Selama ditangkarkan, pasangan burung itu harus mendapatkan pakan yang lebih lengkap, termasuk dengan menyediakan telur rebus, biji-bijian, buah dan sayuran yang berwarna hijau gelap. Selain itu sebuah tulang sotong bisa disajikan untuk melengkapi kebutuhan kalsiumnya.
Tempat sarang yang digunakan adalah tempat sarang yang berbentuk mangkuk terbuka, seperti yang digunakan dalam penangkaran kenari. 

Tempat sarang ini bisa terbuat dari papan kayu, plastik, atau batok kelapa. Sedangkan untuk bahan sarangnya bisa menggunakan bahan sarang yang terbuat dari sabut kelapa, rumput kering, atau bahan sarang yang banyak dijual di toko-toko perlengkapan burung.

Selama berkembang biak, burung sanger betina akan bertelur dengan jumlah telur sebanyak 3 butir telur. Indukan kemudian akan mengerami telur-telurnya itu selama dua minggu. Setelah tiga minggu kemudian, anak-anak mereka akan mampu keluar dari sarangnya (berusia remaja). 

Sedangkan penyapihan bisa dilakukan setelah anakan berusia tujuh minggu, karena pada usia tersebut indukan biasanya akan siap untuk berkembangbiak lagi setelah anak-anaknya di angkat.

Namun perlu diperhatikan, bahwa kemampuan burung sanger berkembangbiak adalah maksimal tiga kali dalam setahun, dan setelah tiga kali itu biarkan burung beristirahat untuk kembali berkembangbiak pada tahun berikutnya.


Semoga bermanfaat
 
 
 
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close