Sulawesi streaked flycatcher, spesies burung baru di Indonesia

11/27/2014
Spesies burung batu dari jenis sikatan telah ditemukan oleh para peneliti dan ahli ornitologi dari Amerika Serikat dan Indonesia di Pulau Sulawesi. Burung yang dideskripsikan sebagai Sulawesi streaked flycatcher (Muscicapa sodhii) sebelumnya pernah ditemukan pada tahun 1997 atau 15 tahun yang lalu, namun waktu itu mereka menganggap burung tersebut sebagai jenis sikatan burik atau Gray-streaked flycatcher (Muscicapa griseisticta) yang merupakan burung migran.



Dr Berton Harris dari Princeton University yang memimpin penelitian tersebut mengungkapkan bahwa burung ini ditemukan pertama kalinya pada tahun 1997 namun sempat dianggap sebagai burung sikatan burik,  pada tahun 2011 dan 2012 mereka kembali ke daerah tersebut di Sulawesi Tengah untuk melakukan pengamatan lebih lanjut untuk membuktikan bahwa burung itu sebenarnya adalah spesies burung yang baru. 

Setelah berminggu-minggu para ilmuwan dan ahli burung tersebut berkemah di dekat Kota Baku Bakulu, mereka pun menemukan burung tersebut di tempat pertama terlihat dan kemudian melakukan pengamatan. Setelah melakukan proses identifikasi yang meliputi ukuran tubuh, genetika, bulu dan suaranya ditemukan bahwa jenis burung ini memiliki corak dan warna bulu yang sedikit berbeda, sayap dan ekor yang lebih pendek, serta paruh yang lebih tebal dan kokoh.

Perbandingan sulawesi streaked flycatcher (kiri) dengan spesies lainnya


Penelitian DNA terhadap spesies burung ini pun menunjukkan temuan lain, ternyata spesies ini tidak memiliki hubungan yang dekat dengan burung sikatan burik atau gray-streaked flycathcer tetapi lebih cenderung memiliki keterkaitan dengan burung yang berasal dari Thailand yaitu Asian brown flycatcher (Muscicapa dauurica siamensis). Suara kicauannya pun sangat mirip dengan spesies burung Asia lainnya namun lebih melengking.

"Kami beruntung bisa membuat rekaman pertama yang berhasil didapatkan ketika burung ini bernyanyi," kata Dr Pam Rasmussen dari Michigan State University yang juga adalah co-penulis makalah yang diterbitkan dalam jurnal PLos ONE.

Video rekaman dari burung Sulawesi streaked flycatcher yang berhasil mereka rekam bisa anda lihat di http://vimeo.com/112796724

" Pada saat ini, spesies burung tersebut jauh dari resiko kepunahan, namun hal ini bisa berubah jika kawasan ini menjadi pertanian," kata Dr Rasmussen.

Sedagkan penyebutan nama latin untuk spesies burung yang baru ditemukan ini adalah sebagai bentuk penghormatan kepata ahli ekologi dan burung terkini yaitu Dr Navjot Sodhi yang adalah seorang Proffesor di Universitas Nasional Singapura. Beberapa jenis hewan pun diberi nama dengan namanya termasuk siput, ikan dan kepiting.

Semoga bermanfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait