Kenali empat masalah umum pada murai batu dan cara mengatasinya

1/12/2015
Memelihara burung kicauan seperti murai batu tidak lepas dari segala permalahan yang menghadang, bahkan tak jarang penggemar yang mengabaikan masalah yang sedang menimpa burung miliknya hingga akhirnya menjadi fatal. Berikut empat permasalahan umum yang kerap menimpa burung murai batu peliharaan dan bagaimana mengatasinya. 




1.SUARA BURUNG SERAK 

Burung murai batu yang mendadak bersuara serak bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk:

  • Penjemuran yang berlebihan
  • Akibat memakan makanan lain diluar pakan harian dan ekstra foodingnya (contohnya memakan ngengat, kupu-kupu, atau serangga lain diluar pakan).
  • Akibat perubahan cuaca atau suhu yang ekstrim.
  • Terjadi gangguan pada tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri atau parasit.
Untuk mengatasinya:
  • Jangan terlalu lama ketika menjemur burung (tidak berlebihan).
  • Segera ungsikan burung ketempat aman ketika terjadi perubahan suhu atau cuaca yang mendadak atau ekstrim.
  • Berikan air larutan selama dua - tiga hari yang setiap 12 jam sekali diganti dengan yang baru untuk menghindari cairan yang terkontaminasi atau rusak akibat sinar matahari, namun perlu diperhatikan agar tidak terlalu berlebihan memberikan air larutan untuk burung apalagi menjadikannya sebagai air minun utama.
  • Memberikan cacing tanah sebagai pakan tambahannya selama pengobatan.
    Bersihkan dahulu sangkar yang digunakan dengan desinfektan (FreshAves) sebelum digunakan untuk menghindari bakteri, tungau atau parasit yang bisa menyebabkan gangguan tersebut.
  • Jika suara serak terjadi akibat masalah tungau atau parasit yang bermukim dalam organ pernafasannya, sebaiknya segera obati burung dengan obat yang tepat.
2. KAKI BURUNG PINCANG

Masalah yang paling umum dan sering dialami oleh burung murai batu adalah burung yang sering mengangkat sebelah kakinya atau pincang. Masalah ini biasanya menimpa burung yang disimpan dalam sangkar harian dan jarang menimpa burung yang berada dalam kandang penangkaran.


Biasanya masalah ini terjadi karena:

  • Otot kaki yang keram atau kejang lantaran burung yang kurang aktif atau penyebab lainnya misalnya sangkar yang terlalu kecil, dan beberapa faktor penyebab lainnya (faktor X).
  • Terdapat luka pada bagian kuku kakinya, hal ini biasanya sering menimpa burung yang memiliki kuku-kuku yang cukup panjang, sehingga mengganggu setiap gerakannya.
  • Terdapat luka pada bagian kaki atau telapaknya, biasanya terjadi akibat kaki burung yang cedera karena tertusuk duri, potongan kayu yang kecil (kesura), atau karena infeksi dari jamur atau penyakit yang biasa menimpa telapak burung seperti bubulan (bumble foot).

Untuk mengatasi burung murai batu yang mengalami masalah pada bagian kaki-kakinya itu, bisa dilakukan dengan cara:



  • Jika masalah terjadi karena kejang-kejang atau kram kaki, biasanya burung akan berusaha mengobatinya dengan menghangatkan bagian kakinya itu dengan cara menempelkan atau menyembunyikan kakinya yang keram/kejang di bagian dadanya.
  • Solusi lain adalah menangkap burung lalu mengobatinya dengan mengoleskan minyak sambil diurut pelan pada bagian kaki yang sakit, namun dianjurkan untuk menggunakan obat-obatan yang tepat ketika menangani permasalahan kaki pada burung murai batu, yaitu dengan mengoleskan BirdCream pada bagian kaki yang bengkak atau sakit tersebut.
  • Jika ada luka mengangga / terbuka yang mengeluarkan darah pada bagian kakinya, segera obati dengan cairan antiseptik atau obat merah untuk menghindari infeksi.
    Selama pengobatan sebaiknya burung disimpan di tempat tenang, agar burung tidak terlalu banyak bergerak yang bisa mempercepat kesembuhannya.
3. BURUNG LUMPUH

Sering juga terjadi burung yang tiba-tiba kehilangan keseimbangan yaitu burung yang tidak bisa bertengger dengan sempurna, atau berdiri sempoyongan yang menyebabkan burung terlihat seperti lumpuh karena tidak mau bergerak dan hanya berdiam diri di dasar sangkar saja. Hal tersebut biasanya terjadi akibat burung yang mengalami defisiensi vitamin B, sehingga pengobatan yang tepat harus segera diberikan .


Untuk mengatasi burung murai batu yang tampak seperti lumpuh karena tidak bisa berdiri secara normal, maka pengobatan bisa dilakukan dengan memberikan BirdPro yang tinggi kandungan vitamin B dan B kompleknya. Berikan secara teratur, dan selama pengobatan burung sebaiknya ditempatkan di tempat yang tenang agar burung tidak terlalu banyak bergerak sehingga bisa mempercepat pemulihan dari burung tersebut.

4. TIDAK NAFSU MAKAN DAN KOTORAN BERLENDIR


Burung murai batu yang kehilangan nafsu makan biasanya terjadi akibat adanya gangguan atau masalah dalam pencernaannya, hal tersebut biasanya terjadi karena:

  • Akibat burung yang keracunan makanan, misalnya memakan serangga diluar pakan, memakan makanan yang sudah basi / kadaluarsa ( kroto atau voer yang sudah basi dan berjamur), atau minuman yang terkontaminasi bakteri dan jamur. Selain masalah gangguan pencernaan.
  • Burung yang stress berat, terutama menimpa pada burung bakalan yang baru didapatkan atau akibat lainnya seperti stress akibat kalah mental, terjatuh dari sangkar, dan terganggu oleh binatang lain seperti kucing.
  • Perilaku perawat yang tidak menjamin kebersihan sangkar dan burung, misalnya jarang membersihkan kotoran dan memandikan burung, sehingga burung sangat rentan terkena penyakit yang bersumber dari bakteri, virus, atau parasit yang mengganggu tenggorokan dan organ pencernaan.
  • Burung yang mengkonsumsi terlalu banyak pakan tinggi protein ( diluar kebiasaan ) sehingga kelebihan protein dalam tubuh yang tidak bisa tersalurkan akan menumpuk dan merusak organ-organ tubuh dan pencernaannya termasuk ginjal dan usus burung.
Untuk mengatasi masalah tersebut, maka burung harus dipisahkan dari keberadaan burung lain atau sejenis dengan menempatkan burung ditempat yang tenang dan bersuhu hangat, dan selama masa penyembuhannya burung diberikan BirdSlim secara teratur.

Itulah empat hal yang paling umum dan menimpa burung murai batu peliharaan, sehingga untuk menghindari burung mengalami masalah yang lebih besar lagi, pengetahuan mengenai tindakan dan obat-obatan yang tepat harus dimiliki oleh semua penggemar burung di Indonesia.

Semoga bermanfaat


Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus