Merawat dan menangkar burung cucak biru

1/16/2015
Cucak biru atau cucak gadung ( Irena puella ) adalah burung cantik berwarna kebiruan yang mempunyai  suara kicauan yang cukup merdu. Keberadaan spesies ini semakin sulit ditemukan di habitatnya, sehingga upaya penangkaran harus segera dilakukan. Berikut bagaiman merawat dan menangkar burung cucak biru.

cucak gadung jantan betina




Menangkar burung cucak biru di musim hujan
Kandang yang digunakan sebaiknya menggunakan kandang aviary atau kandang semi/permanen, mengingat ukuran burung cucak biru yang termasuk besar.
Tempat sarang yang digunakan berbentuk mangkuk terbuka yang terbuat dari bahan rotan atau besek, tempat sarang itu kemudian ditempatkan di lokasi yang strategis dengan ketinggian yang cukup.  Sedangkan bahan sarangnya menggunakan sabut kelapa atau bahan sarang lain yang sebagian di atur dalam tempat sarangnya sedangkan sisanya di sebarkan di sekitar kandangnya.



Menjodohkan cucak biru
Proses perjodohan cucak biru akan berjalan lebih efektif dan berhasil jika dilakukan di saat musim hujan. Sepasang burung cucak biru bisa langsung dimasukkan ke dalam kandang penangkarannya untuk proses perjodohan. Sifat cucak biru tidaklah seagresif burung kicauan lain ketika sedang dijodohkan, jadi hal tersebut bisa memberikan kemudahan bagi penangkarnya.

Proses perkembang biakan
Tidak lama setelah mereka terlihat melakukan ritual kawinnya yang ditandai burung jantan dan betina yang saling menunjukan kebolehannya berkicau, burung betina akan segera menyusun sarangnya dilanjut dengan bertelur sebanyak dua butir telur.

Telur telur tersebut akan dierami oleh indukan selama 13 hari , indukan jantan tidak membantu proses pengeraman tersebut tetapi mereka menjaga sarang dari luar dan sering terlihat membawakan makanan buat pasangannya yang seang mengeram tersebut.




Setelah 13 telur - telur pun akan mulai menetas dan pada waktu inilah kedua indukan akan saling merawat dan memberikan makanannya kepada anak-anak mereka, untuk itulah jatah makanan bagi mereka di saat ini harus lebih ditingkatkan terutama dari ekstra foodingnya yang berupa serangga seperti ulat hongkong, jangkrik dan ulat bambu.

Setelah usia 10 hari anakan bisa diberikan ring pengenal jika ada, dan mereka benar-benar bisa keluar dari sarangnya setelah berusia 12 hari. Pada usia ini anda sudah bisa mengangkat mereka untuk dirawat atau menunggu hingga mereka benar-benar bisa makan sendiri yaitu pada usia 42 hari.

Dalam penangkaran cucak biru ini yang terpenting adalah bagaimana menciptakan suhu yang dingin sebagaimana di musim penghujan, selain itu jika penangkaran dilakukan diluar musim hujan misalnya musim panas maka anda harus menyediakan bak mandi yang besar yang akan digunakannya untuk mandi sebagaimana perilaku mereka di alam liar jika mengalami musim panas / kering.

Makanan yang diberikan selama penangkaran adalah berupa buah-buahan segar berwarna merah, serangga seperti ulat bambu, ulat hongkong dan jangkrik serta bisa juga menyediakan nektar buatan atau air gula dalam wadah terpisah, namun harus diperhatikan juga keberadaan semut yang sewaktu-waktu bisa merubungi air nektar tersebut.

Selama penangkaran, burung jantan yang selalu berkicau adalah menunjukan ekspresi dan perilaku mereka dalam berpasangan. Hal tersebut adalah biasa bagi burung cucak biru yang memang di alamnya sering terlihat berpasangan dengan beberapa kelompoknya.

Burung cucak biru memang belum termasuk burung langka, namun keberadaannya di alam liar sudah semakin terancam oleh alih fungsi hutan dan pemalakan liar terutama hutan-hutan di Indonesia. Karena itulah penangkaran mereka adalah salah satu upaya dalam tetap menjaga kelestarian mereka dan menjaga keseimbangan dengan yang terdapat di alam liar.

Semoga manfaat dan salam kicau!
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait