Emprit jepang (society finch) untuk babuan kenari

4/23/2015
Society finch atau oleh finch mania sering disebut dengan sebutan emprit jepang (emje) adalah salah satu jenis burung finch yang cukup popular dan banyak dipelihara. Meski bukan termasuk jenis burung yang pintar berkicau dan dipelihara hanya untuk ditangkarkan saja, namun finch jenis ini ternyata bisa dimanfaatkan sebagai babuan atau fostering bagi burung finch jenis lainnya, terutama kenari. 

emprit jepang untuk babuan kenari


Menangkarkan kenari menjadi salah satu kegiatan tambahan yang banyak dilakukan oleh para penggemar burung di seluruh Indonesia. Selain bisa memuaskan hobi, menangkarkan kenari juga bisa menjadi bentuk usaha yang menguntungkan. Namun kendala yang sering dihadapi adalah ketika burung indukan selalu mengabaikan atau membuang telur-telurnya. Jika itu yang terjadi maka alternatif yang bisa ditempuh untuk melanjutkan produksi adalah dengan memanfaatkan babuan, dalam hal ini emprit jepang atau society finch.

Meski dikenal sebagai burung yang pintar mengeram dan merawat anak-anaknya, namun untuk memanfaatkan indukan emprit jepang sebagai babuan tentu tidak semudah yang dibayangkan. Butuh proses dan kondisi-kondisi tertentu, terutama untuk merangsang agar burung mau segera mengerami telur-telurnya tersebut.
Emprit jepang harus berada dalam kondisi berkembang biak atau nesting sebelum bisa ditugaskan sebagai babuan, karena pada saat itu merupakan waktu yang tepat bagi kita memberikan telur atau anakan burung lainnya, termasuk kenari. Namun begitu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merangsang emprit jepang masuk pada siklus perkembangbiakkan, yaitu :


1. Menyiapkan dua buah tempat sarang yang berbeda, yaitu sarang model finch (model tertutup atau glodok) dan sarang model kenari (model terbuka). Jika mereka memilih salah satu dari sarang tersebut maka sarang yang lain harus segara diangkat.
2. Memasukkan telur dummy (telur palsu) ke dalam tempat sarangnya. Jika burung mulai berusaha mengerami telur-telur tersebut, maka kita bisa mengganti telur dummy dengan telur kenari yang asli. 


Jika anda mau, sebelum diletakkan dalam sarangnya, telur kenari tersebut diberi tanda berupa 'titik kecil' menggunakan spidol permanen, tujuannya adalah sebagai identifikasi jika sewaktu-waktu indukan emprit jepang bertelur maka kita bisa segera mengangkat telur yang tidak ditandai agar proses pengeraman telur kenari itu berjalan tanpa hambatan. 


Selain itu, jika terdapat banyak telur dalam satu sarang maka bisa menyulitkan indukan untuk mengaturnya, dan jika kemudian dua spesies yang berbeda menetas secara bersamaan, maka secara naluriah induk burung akan lebih cenderung memberi makan anak-anak mereka daripada anak asuhnya. 


Selama emprit jepang mengerami telur-telurnya, pastikan tidak ada gangguan yang terjadi baik di dalam maupun di luar kandang penangkarannya. Setelah telur menetas, berikan mereka pakan tinggi nutrisi yang bisa didapat dari biji-bijian, sayuran, eggfood, dan biji berkecambah serta sesekali pakan tambahan seperti ulat hongkong baik hidup atau kering. 


Setelah 10 hari anak kenari itu menetas, anda sebenarnya bisa saja mengangkatnya untuk kemudian memberinya hand feeding, namun sebaiknya waktu yang tepat untuk memisahkan anak asuh dengan induk semangnya itu adalah ketika sudah berusia +/- 30 hari, karena pada usia tersebut anakan sudah mampu mencari makan sendiri. 


Tidak ada batasan sampai kapan emprit jepang bisa dimanfaatkan sebagai babuan, karena hal tersebut tergantung pada kondisi dan siklus perkembangbiakkan mereka. Karena itulah, merawat emprit jepang jika ingin dipergunakan sebagai babuan sebaiknya sangat diperhatikan, terutama dari pakan dan kebersihannya.
Selain emprit jepang, jenis burung finch lain yang juga cukup banyak dimanfaatkan sebagai babuan adalah zebra finch.  


Salam kicau!!

Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close