Fakta perburuan dan perdagangan ilegal burung kakatua di Indonesia

5/15/2015
Penyelundupn puluhan ekor kakatua jambul kuning yang dimasukkan dalam botol air mineral telah membuat prihatin banyak pihak. Hingga kini, spesies burung yang termasuk jenis langka dan dilindungi ini masih banyak diburu dan diperdagangkan secara liar.  Berikut fakta-fakta mengenai perburuan dan perdagangan ilegal burung kakatu di Indonesia. 

perdagangan liar burung kakatua di Indonesia
Puluhan ekor burung kakatua jambul kuning yang diselundukan dalam botol air minum



Indonesia yang merupakan negara kepulauan, memiliki tujuh jenis kakatua yang sebagian besar adalah burung endemis. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia memiliki setidaknya sepertiga dari semua jenis burung kakatua yang ada di Indonesia.

Selain memiliki penampilan yang cantik, burung kakatua memiliki sifat mudah beradaptasi, selain itu mudah dilatih beragam atraksi maupun bicara.  Karena keunikannya tersebut , ketujuh jenis burung kkatua yang ada di Indonesia masuk dalam daftar jenis burung yang sering diperdagangkan secara ilegal. 


Akibat maraknya perburuan liar tersebut, ditambah dengan hilangnya habitat mereka membuat enam jenis dari ketujuh jenis kakatua di Indonesia masuk dalam perlindungan Pemerintah dan Undang-Undang. Meski begitu, banyak pihak menganggap bahwa penegakan hukum bagi para pelaku perburuan dan perdagangan ilegal ini masih lemah. 



Sebagai jenis burung yang biasa hidup berkelompok di habitatnya di alam bebas, tentu saja membuat spesies ini mudah ditangkap oleh para pemburu. Dalam sekali perburuan, puluhan ekor burung kakatua bisa ditangkapi untuk kemudian diselundupkan dengan berbagai macam cara untuk mengelabui pihak yang berwenang. Akibatnya, sekitar separuh dari burung kakatua kebanyakan mati saat diselundupkan. 


Jadi dalam kasus ini, perburuan dan perdagangan ilegal burung kakatua di seluruh dunia dianggap sebagai kejahatan besar urutan ketiga setelah narkoba dan senjata. Karena perburuan dan penyelundupan burung kakatua di Indonesia telah berlangsung lama, maka tentu saja hal tersebut berakibat pada populasinya di alam bebas. 



Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar spesies burung eksotis ini tidak punah. 


Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pelbagai kalangan mulai dari masyarakat umum hingga pemerintah yang bisa membantu meminimalisir maraknya perburuan dan perdagangan ilegal beberapa jenis burung di Indonesia. 


Untuk pengamat, pecinta, dan penggemar burung
Anda bisa menikmati keindahan burung di alam bebas dengan mengamati perilaku dan mendengarkan suaranya, atau membiasakan diri untuk membeli burung-burung hasil tangkaran resmi.  


Untuk pemerintah
Mengupayakan untuk memperkuat undang-undang mengenai perlindungan satwa. 


Untuk para penegak hukum
Agar bisa menindak dengan tegas para pelaku perburuan dan perdagangan liar burung langka dan dilindungi layaknya kejahatan kriminal lainnya. 


Untuk organisasi konservasi
Untuk selalu mengupayakan perlindungan habitat dan memberikah penyadaran kepada masyarakat banyak. 


Untuk masyarakat lokal
Agar bisa membantu untuk mengawasi dan mencegah penangkapan burung-burung liar di alam, serta memberikan laporan pada pihak berwenang jika melihat adanya tindakan tersebut.


Untuk masyarakat umum
Membantu menyebarkan informasi melalu media sosial dan mendukung upaya konservasi satwa di habitatnya. 


Untuk media
Agar lebih banyak mengangkat isu terkait satwa dan lingkungan sebagai upaya penyadartahuan kepada masyarakat luas. 




referensi: burung.org
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close