Kipasan kebun, si burung kebun yang kian tergusur

6/10/2015
Kipasan Kebun (Rhipidura leucophrys)
Kipasan Kebun (Rhipidura leucophrys). Foto: Hanom Bashari/Burung Indonesia
Namanya memang kipasan kebun, julukannya tersebut identik dengan kegemarannya bermain dan bercengkerama di perkebunan meski sebenarnya spesies burung yang memiliki nama latin Rhipidura leuchophrys ini sering terlihat di perkotaan terutama di Ternate, Tidore, Halmahera dan sekitarnya. Tapi kini, kipasan kebun semakin jarang terlihat seolah keberadaannya kian tergusur.  

Keberadaan kipasan kebun di Maluku mungkin lebih mirip dengan keberadaan cucak kutilang yang banyak ditemukan di Pulau Jawa. Burung yang memiliki nama daerah yang cukup unik yaitu "Baikole" yang artinya "Pantat yang bergoyang".

Julukan lucu tersebut tak lain dikarenakan burung kipasan kebun memiliki kebiasaan menggoyang-goyangkan pantatnya sambil mengibarkan ekor laksana kipas para jago-jago kungfu ketika beraksi. 

Kipasan kebun memiliki penampilan yang berbeda dan mudah dikenali, seluruh tubuhnya berwarna hitam sedangkan bagian perutnya berwarna putih, dan terkadang tampak alis putih memanjang di atas matanya.

Burung kipasan kebun menyebar mulai ari Maluku, Maluku Utara, Papua hinga Australia. Di daerah Maluku, burung kipasan kebunlah yang mengisi relung yang biasa digunakan oleh cucak kutilang di daerah Jawa, yaitu mulai ari kawasan pemukiman hingga kebun-kebun di pinggiran hutan. 


Di Ternate, burung ini mudah dijumpai di wilayah kota, mereka bahkan tidak begitu terpengaruh oleh banyaknya manusia yang beraktivitas. Bahkan sebagai burung pemakan serangga, mereka tak segan-segan "blusukan" hingga ke lorong-lorong perumahan untuk mencari serangga yang gemar berkumpul di sekitar tempat-tempat sampah atau di halaman rumah. 


Untuk bersarang pun burung kipasan kebun tidak terlalu memikirkan tempat yang mewah, mereka sering terlihat bersarang di cabang-cabang kecil pohon mangga atau rambutan yang terdapat di pekarangan rumah, bahkan tak sedikit yang membangun sarangnya di kabel-kabel listrik sepanjang jalan. 


Yang mengkhawatirkan adalah keberadaan kipasan kebun kini mulai tergusur, baik oleh pembangunan dan juga oleh keberadaan burung cucak kutilang yang merupakan burung lepasan.


 Sebagai jenis burung yang dibawa dari daerah lain, cucak kutilang berhabitat di relung yang sama dengan kipasan kebun, dan akibat yang mungkin saja terjadi adalah munculnya persaingan antara mereka, perlahan namun pasti jika tidak segera dikendalikan, cucak kutilang akan menguasai perkotaan dan menggusur burung lokal yang dalam kasus ini adalah kipasan kebun. 

Berikut beberapa suara kicauan burung kipasan kebun.
 





Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close