Burung bondol, nasibmu kini ..

7/30/2015
Selain burung-madu, kemade dan pleci, bondol adalah jenis burung liar yang sering berkunjung ke pekarangan rumah. Keberadaan burung-burung liar tersebut tentu bisa menjadi indikator alami akan lingkungan yang berkualitas, namun sayangnya si bondol ini semakin hari semakin sulit ditemukan akibat seringnya ditangkapi dengan jaring dan juga akibat keracunan pestisida.

Bondol haji - Asep Ayat

Misalnya saja burung bondol haji (lonchura maja), jenis burung emprit ini paling suka bertengger dan bersarang di pohon palem merah yang ada di halaman atau di dalam sebuah lingkungan. Sementara di alam, ia justru lebi memilih padang rumput terbuka dan lahan persawahan. Spesies emprit  berkepala putih ini pun dikenal memiliki gaya unik saat terbang yaitu naik turun dalam kecepatan rendah.
Sedangkan bondol peking (Lonchura punctuala) sangat menyukai kebun dan semak-semak.  Jenis burung yang mempunyai tubuh bagian bawah berwarna putih bersisik coklat di dadanya ini pun memiliki gaya unik yaitu ekornya yang "goyang ngebor" waktu mendarat.


Bondol Peking - Asep Ayay


Semakin sulit ditemukan jenis bondol ini membuat Johan Iskandar, seorang Guru Besar Etnobiologi dari Universitas Padjadjaran merasa khawatir. Ia mengungkapkan bahwa kita semestinya bersyukur jika pekarangan atau lingkungan tempat tinggal kita masih sering dikunjungi oleh burung-burung liar, karena hal tersebut menjadi tanda bahwa kawasan tersebut memiliki kualitas lingkungan yang cukup baik, selain itu juga menunjukkan kualitas udara yang masih sejuk dan sehat. 


Dalam penelitiannya, Johan menemukan bahwa keberadaan bondol di alam mulai semakin terdesak. Ia mendapati bahwa sebelum tahun 1970-an di sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat, populasi beragam jenis bondol seperti bondol haij, bondol oto-hitam (Lonchura ferruginosa), dan bondol jawa (Lonchura leucogastroides) sangat berlmpah jumlahnya. Spesies burung tersebut hidup secara berkelompok besar yang jumlahnya bisa mencapai ratusan ekor. 


 
Bondol Jawa - Asep Ayat


Berbanding terbalik dengan situasi pada masa lalu, saat ini populasi bondol haji dan bondol oto-hitam semakin terus berkurang. Bahkan di beberapa tempat di sepanjang DAS Citarum, spesies ini mulai jarang ditemukan.  Menghilangnya jenis burung bondol di beberapa daerah di pulau Jawa antara lain disebabkan oleh dua faktor, yaitu keracunan pestisida dan penangkapan dengan cara dijaring untuk diperdagangkan. 


Selain jenis bondol seperti bondol haji, peking, jawa, dan oto-hitam yang biasa ditemukan ada juga beberapa jenis bondol lainnya yaitu bondol tunggir-putih, rawa, kalimantan, taruk, dan perut-putih.   



 
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close