Cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi

9/04/2015
Seperti halnya burung murai batu atau kacer, tledekan juga memiliki naluri sebagai burung petarung atau fighter. Hanya saja, popularitas burung tledekan cenderung meredup beberapa tahun terakhir ini, padahal dulu spesies ini sangat terkenal di arena-arena lomba. Tledekan kini hanya tinggal menunggu waktu saja, meskipun sekarang hanya dipelihara sebagai burung rumahan, namun siapa tahu di tahun depan burung yang terkenal dengan 'gaya nyeklek' ini bisa kembali naik pamornya. Untuk itu, berikut cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi. 

cara merawat burung tledekan


Salah satu kemungkinan yang menjadi penyebab mengapa popularitas tledekan semakin menurun adalah harga jual yang cukup tinggi. Untuk harga burung yang masih trotolan rata-rata dibanderol dengan harga Rp 200.000 - RP 300.000 sebuah harga yang dianggap cukup mahal bagi sebagian besar kicaumania, terlebih lagi ukuran burung ini yang hanya sebesar ciblek. 


Namun bukan berarti tledekan tidak memiliki penggemar setianya. Banyak kicaumania yang masih tetap setia memelihara burung tledekan ini, lantaran selain memiliki suara kicauan yang merdu dan penuh variasi, tledekan mempunyai gayanya tersendiri yang cukup nyentrik yaitu gaya nyeklek atau gaya mengangkat kepalanya menghadap keatas sambil menggoyangkan lehernya hingga ke belakang sambil berbunyi. 


Jika kita berkunjung ke pasar-pasar burung, sering kita menemukan burung tledekan yang dijual di sana. Namun sebelum tertarik untuk menawarnya, ada baiknya anda bertanya dulu asal usul dari burung tledekan tersebut. Karena di pasaran sering kita jumpai burung tledekan yang masih dalam kondisi bakalan atau hasil tangkapan hutan dan burung tledekan bahan yang belum bocor suaranya, serta burung tledekan yang sudah gacor. Nah, harga-harga yang ditawarkan tentu berbeda, begitu pula dengan perawatannya yang jelas-jelas berbeda. 


Perawatan tledekan bakalan hutan agar burung ini bisa hidup lama ketika dipelihara di rumah maka harus dilatih terlebih dahulu dengan pakan keringnya atau voer, setelah itu anda bisa merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi.


Untuk melatih burung makan voer bisa disimak lagi tulisannya di sini: 



Setelah burung tledekan mulai menggemari pakan voernya, maka perawatan lanjutannya adalah sebagai berikut: 


  • Mandikan burung tledekan pada pagi hari sekitar pukul 06:30 - 07:00, pemandiannya bisa menggunakan sistem cepuk atau disemprot.
  • Setelah burung dimandikan berikan pakan jangkrik sebanyak 2 ekor
  • Kemudian burung dijemur dengan durasi 1 - 2 jam, untuk musim panas seperti sekarang ini penjemuran cukup 30 menit - 1 jam saja.
  • Setelah itu, burung dianging-anginkan di teras rumah atau di tempat yang sejuk, sambil diberikan kroto segar sebanyak 1 sendok teh.
  • Lakukan pemasteran.
  • Menjelang sore hari atau sekitar pukul 14:00 - 15:00, burung diberi pakan ulat hongkong sebanyak 3 ekor
  • Menjelang malam hari, sangkar diberikan kerodong lalu burung dibiarkan untuk beristirahat sampai pagi hari saatnya pengembunan. 

Dengan menerapkan metode cara merawat burung tledekan bakalan agar rajin bunyi tersebut secara rutin setiap hari, burung tledekan bakalan akan menjadi burung yang rajin bunyi dengan gayanya yang khas.


Semoga manfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

loading...