Suntik mati untuk burung magpie yang mengancam manusia

9/05/2015
Magpie termasuk burung asli Australia yang terkenal sangat agresif, bahkan tak hanya menyerang binatang saja namun magpie juga punya nyali yang besar dengan menyerang manusia. Setiap menjelang musim semi yang berlangsung dari bulan September hingga pertengahan November, burung yang penampilannya mirip kacer itu mulai menyiapkan serangannya. 

magpie menyerang manusia


Pemerintah setempat biasanya akan memberi papan-papan pengumuman dengan peringatan hati-hati dari sambaran burung magpie yang bisa menyerang siapapun yang melintas di daerah tempatnya bersarang. Bahkan para pengendara sepeda pun diwajibkan untuk memberi tambahan asesoris di atas helm mereka agar tidak diserang.

Magpie adalah jenis burung yang biasa hidup bergerombol, namun pada musim-musim tertentu seperti musim kawin, mereka akan sendirian atau berpasangan. Nah pada saat itulah, mereka akan menyerang dengan paruhnya yang kuat dan cukup tajam. Tapi di luar musim semi atau musim berkembang biak, magpie adalah jenis burung yang ramah dan jarang sekali mengganggu.


Akhir-akhir ini, perilaku magpie sepertinya semakin terus bertambah ganas bahkan sifat agresifnya itu kini dianggap mulai membahayakan manusia. Perilaku burung magpie yang sangat liar itu ditemukan di Australia Capital Teritori (ACT) atau Canberra. Sehingga untuk mengatasi masalah serangan tersebut, Dewan Kota dan Taman ACT melakukan pencegahan dengan tindakan 'culling' atau seleksi buatan dengan cara suntik mati bagi burung magpie yang mempunyai perilaku cukup agresif.


"Magpie tidak hanya menyerang orang berjalan, atau helm sepeda tanpa duri buatan," kata Daniel Iglesia Direktur Konservasi dan Taman Canberra kepada Canberra Times, Sabtu 4 September 2015.


"Ada banyak kasus, mereka menyerang anak-anak yang sedang asik makan. Kasus terhangat saat seorang anak sedang mengunyah kue, seekor Magpai mencengkram kepala anak itu, memasukkan paruhnya ke mulut si anak," ujar Iglesias. Beberapa kasus bahkan ada yang nyaris buta akibat ulah burung itu.
Pihak Dewan Konservasi dan Taman Kota sendiri telah mengakui bahwa mereka telah 'membunuh' sekitar 25 - 20 ekor burung magpie di danau Yurrabi, 


Gungahlin, Canberra bagian utara. Bahkan mereka juga telah mempunyai rencana untuk membunuh lebih banyak burung lagi. Tindakan tersebut mendapat kecaman dari aktvisi penyayang binatang yang lantas menyarangkan agar burung-burung itu seharusnya dipindahkan saja ke tempat lain daripada di bunuh.

Namun Iglesias membantah, menurutnya magpie itu burung yang sangat teritorial ia akan mati-matian menjaga wilayahnya.  "Kami pernah mencoba hal itu (memindahkan burung ke tempat lain red), namun keesokan harinya mereka balik lagi." katanya.


Iglesias lebih menyalahkan manusia yang menyebabkan berubahnya perilaku magpie tersebut, menurutnya ini akibat dari manusia yang terlalu sering memberi makan burung-burung itu, sehingga mereka menganggap makanan di tangan manusia atau mulutnya adalah makanannya juga.


Di ACT burung magpies bukanlah termasuk spesies burung yang dilindungi namun di negara bagian tetanggganya, New South Wales, magpie termasuk jenis yang dilindungi.


Kegiatan culling atau seleksi buatan ini yang dilakukan dalam rangka mengatur ulang populasi hewan-hewan liar yang berlebihan atau terlalu membahayakan ini adalah hal yang biasa di Australia, terutama di Canberra. Dewan Kota dari ibu kota negara Australia ini bahkan mengumumkan secara transparan kegiatan mereka serta menyebutkan alasan pemberlakuan culling bagi hewan-hewan tersebut.
Setiap tahunnya, ACT juga melakukan hal yang sama pada spesies hewan asli mereka yaitu Kangguru.


Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close