Membuat ulat hongkong kering untuk burung peliharaan

10/12/2015
Ulat hongkong adalah sejenis larva serangga yang umum dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk hewan peliharaan. Tingginya protein dalam ulat hongkong ini membuat pakan ini menjadi favorit kicaumania untuk diberikan pada burung peliharaannya selain jangkrik dan kroto.

Ulat hongkong yang sudah kering
Ulat hongkong yang sudah kering
Namun perlu diperhatikan juga dalam pemberiannya, karena ulat hongkong memiliki lapisan kulit tebal yang disebut exoskeleton, nah lapisan kulit ini kadang tidak bisa dicerna oleh burung sehingga akan dikeluarkan kembali melalui kotorannya. Karena itulah, banyak kicaumania yang lebih senang memberikan ulat hongkong yang sedang berganti kulit atau ulat yang berwarna putih agar bisa dicerna sempurna oleh semua jenis burung peliharaan.

Adapun kandungan nutrisi yang terdapat dalam ulat hongkong adalah sebagai berikut: 
  • Protein kasar :   48%      
  • Kadar abu :   40%      
  • Kadar air :   57%      
  • Lemak kasar :   40%      
  • Kandungan ekstrak non nitrogen :   8%   
Meskipun mempunyai kandungan protein yang tinggi, namun dalam pemberiannya sebaiknya dibatasi karena ulat hongkong dikenal "menyebabkan panas" sehingga dikhawatirkan bisa memunculkan banyak masalah. 

Selain itu, penyimpanan ulat hongkong pun menjadi masalah tersendiri, terutama oleh kemunculan semut, aroma yang tak sedap sampai ulat yang berubah menjadi kepompong sehingga tidak bisa digunakan. 

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut ada alternatif lain dalam pemberian ulat hongkong ini, yaitu dengan mengeringkannya. Pemberian ulat hongkong dalam bentuk kering itu memiliki cukup banyak manfaat, di antaranya:
  • Lebih awet dalam penyimpanannya karena tidak memerlukan perawatan sebagaimana ulat hongkong hidup
  • Mempunyai kandungan lemak dan air yang lebih sedikit.
  • Tidak perlu khawatir dengan kulitnya yang keras, dan tidak perlu menunggu sampai ulat berubah warna menjadi putih. 
Untuk membuat ulat hongkong kering, maka cara yang dilakukan adalah:
 

  • Siapkan ulat hongkong yang akan dikeringkan, namun sebelumnya ulat hongkong tersebut sebaiknya dibuat mati / dihibernasi terlebih dahulu dengan menyimpannya selama beberapa menit (-/+ 15 menit) dalam freezer lemari pendingin atau kulkas. Jika masih ada ulat yang masih hidup maka kembali simpan dalam freezer sampai benar-benar mati.
    Setelah itu panaskan oven dalam kompor dengan api sedang. 
    Ratakan ulat hongkong dalam loyang datar, agar nantinya ulat tidak menempel pada loyang, sebelumnya loyang tersebut bisa diberi lapisan tepung jagung, atau mentega.
  • Panggang ulat hongkong dalam oven selama kurang lebih 30 menit atau lebih, dengan mengamati kekeringannya setiap 10 – 20 menit sekali, agar ulat tersebut tidak hangus atau terlalu kering. 
  • Setelah dirasa cukup kering,  keluarkan ulat-ulat tersebut dan dibiarkan dingin dengan cara diangin-anginkan.  

Tempatkan ulat hongkong dalam wadah atau toples untuk digunakan.


Selamat mencoba
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments

Komentar spam akan langsung kami hapus

close