Merawat anakan burung liar

10/11/2015

Perburuan terhadap burung-burung liar dianggap sebagai tindakan ilegal di beberapa daerah, terlebih jika burung tersebut termasuk jenis yang dilindungi. Terkadang pula indukan burung yang sedang mengerami telur-telur menjadi salah satu korbannya, akibatnya telur akan gagal menetas yang menyebabkan berkurangnya populasi spesies tersebut. 


Merawat anakan burung liar
Add caption

Apa yang akan anda lakukan ketika menemukan sarang kosong berisi telur atau anakan burung di dalamnya? Jika sarang tersebut berisi anakan burung yang cukup banyak dipelihara seperti pleci atau ciblek tentu anda akan langsung memungut dan membawanya pulang untuk dirawat.
Tapi di beberapa negara, tindakan mengambil telur atau anakan burung dari sarangnya termasuk juga merusak sarangnya adalah ilegal dan bisa dikenai sangsi jika nekat melakukannya.

Namun ketika menemukan sarang burung yang berisi telur atau anakan burung, maka harus kita lakukan adalah menunggui induknya. Jika sarang tersebut masih dirawat oleh induknya maka tidak berapa lama burung indukan akan datang baik untuk mengeram atau memberi makan anak-anaknya, dan kewajiban dari kita adalah menjaganya tanpa merusak hubungan keluarga dari burung tersebut. 


Akan tetapi setelah butuh waktu lama menunggu sarang tersebut namun tidak datang burung indukan baik fisik atau suara kicauannya yang akan memperingatkan kita untuk menyingkir, maka kemungkinan besar burung memiliki sarang tersebut telah diburu atau telah tertangkap, apalagi jika di lokasi tersebut banyak berkeliaran pemburu-pemburu amatir yang menenteng senapan mimisnya atau orang-orang yang sibuk dengan kandang jebakannya .


Merawat piyikan burung sebenarnya merupakan sebuah tugas yang sangat berat, terlebih kita harus rajin memberikannya makanan sebanyak dua -tiga kali dalam waktu satu jam. Itu karena metabolisme piyikan burung yang begitu cepat sehingga mereka akan cepat sekali merasa lapar setiap menit demi menitnya, dengan begitu mereka akan cepat tumbuh dewasa dalam waktu yang tidak terlalu lama.


 Sarang yang berisi anakan/piyikan burung tersebtu disimpan dalam wadah misalnya besek atau kardus sepatu. Dan untuk memberi kehangatan pada burung tersebut, wadah tersebut bisa disimpan di dekat sumber lampu, misalnya lampu bohlam. Namun untuk mencegah panas dan sinar lampu yang berlebihan, lampu bohlam tersebut sebaiknya ditutupi dengan kain atau kertas. 


Sedangkan untuk pakan yang diberikan adalah voer lembut yang terlebih dahulu dibasahi dengan air yang bersih (siap minum) dan untuk pakan tambahannya adalah kroto dan jangkrik yang telah dimutilasi bagian kaki, sayap serta kepalanya.


Lolohkan voer basah dengan menggunakan syringe atau stik berujung tumpul langsung ke mulut burung, begitu juga dengan kroto dan potongan jangkriknya. Berikan pakan tersebut setiap kali mereka menjerit minta makan.
Jika anda sering melakukannya dengan penuh kesabaran dan rutin, burung akan terus bertumbuh dan menjadi burung yang jinak. Bahkan jika anda juga melakukan pemasteran, maka setelah dewasa nanti burung akan mampu menguasi lagu-lagu masterannya. 


Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close