Tips melatih jalak suren trotolan makan sendiri

10/15/2015
Di pasaran banyak dijual burung jenis jalak suren dalam kondisi masih anakan atau trotolan. Untuk merawat jalak suren trotolan ini perlu perhatian yang khusus terutama burung yang masih dalam status lolohan dan belum sepenuhnya makan voer. Untuk itu, tips melatih jalak suren trotolan makan sendiri bisa membantu anda yang ingin memeliharanya. 

http://www.agrobur.com/2015/10/merawat-anakan-burung-liar.html


Tips melatih jalak suren trotolan makan sendiri


Mengetahui apakan burung jalak suren tersebut sudah mau makan sendiri atau masih diloloh bisa dilihat dari bagaimana anakan tersebut belajar nangkring. Jika anakan burung masih mempunyai bulu-bulu piyikan dan belum kuat untuk bertengger maka anakan jalak suren tersebut masih harus diberi makan dengan cara diloloh. 


Meloloh anakan burung jalak suren bisa menggunakan voer yang sudah dibasahi dengan air. Dan dengan menggunakan stik, burung diberi makan mulai dari pukul 07:00 pagi sampai dengan pukul 17:00 sore hari, dengan jeda waktu setiap 2 - 3 jam sekali dan diberikan jemur secukupnya. 


Untuk meloloh burung yang masih anakan silakan baca lagi cara merawat anakan burung liar 


Jika anakan burung jalak suren tersebut sudah tampak kuat bertengger dan mulai sering naik turun tangkringannya dengan lincah maka perawatan yang diberikan adalah:  


Menyimpan pakan voer basah di dalam cepuk pakannya yang ditempatkan dalam sangkarnya saat burung dijemur pada pagi harinya. Biarkan saja pakan tersebut berada di sana untuk membuat burung mengerti dan tertarik pada makanannya itu. 


Lakukan pelolohan dengan menggunakan stik dari luar sangkar. Stik digunakan untuk mengambil makanannya yang ada di dalam sangkarnya lalu diberikan pada burung untuk diloloh. 


Hentikan beberapa saat sampai burung benar-benar mengerti bahwa pakannya itu ada di hadapannya (cepuk pakannya) pada tahap ini sebaikna posisi tenggeran dan tempat makannya dibuat berjauhan, jadi kita bisa memantau apakah burung mau mendekati tempat pakannya itu atau tidak, jika tidak setelah beberapa jam kemudian berikan lolohan kembali. 


Lakukan hal tersebut selama dua hari, dan pada hari ketiga burung diloloh dengan cara mengangkat cepuk pakannya dari dalam sangkar lalu didekatkan dan dilolohkan menggunakan stik, pada tahap ini sebaiknya tempat pakan dimain-mainkan dengan cara didekatkan ke paruhnya lalu dijauhkan sampai si burung tertarik dan mengejar tempat pakannya itu. Jika burung masih enggan melakukannya, kembali pada tahap pertama. 


Jika burung kemudian mengejar tempat pakannya, usahakan agar burung tahu bahwa stik mengambil makanannya dari tempat pakannya itu dengan cara didekatkan lalu dilolohkan. 


JIka perawatan di atas rutin dilakukan secara berulang kali, maka burung akan segera mengerti makanannya tersebut dan akan mempunyai inisiatif mengambil makanannya sendiri dari cepuk pakan yang berisi voer basah itu. 


Setelah beberapa hari, sekarang waktunya mengenalkan voer kering pada burung tersebut dengan cara : 


Menjemur burung pada pagi hari dan hanya menyediakan air minum saja tanpa makanan. Setelah penjemuran masukkan tempat pakan yang sudah diisi dengan voer kering. Pantau burung tersebut , karena jika burung sudah mengenali makanannya ia akan segera memakan voer keringnya dengan lahap. Jika tidak, ulangi langkah sebelumnya. 


Jika burung sudah mau makan voer kering, sebaiknya tetap pantau bagaimana bentuk kotorannya. Jika kotoran berbentuk gumpalan kecil atau berwarna encer keputihan maka voer kering sebaiknya segera dibasahi dengan air. 


Selama itu pula perkembangan burung terus dipantau, jika kotoran berupa gumpalan padat besar, maka burung sudah mau makan voer keringnya dengan normal dan tanpa perlu lagi dibasahi dengan air. 


Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close