Tips merawat burung murai batu yang dorong ekor

10/10/2015
Ekor panjang dari murai batu menjadikannya terlihat lebih menarik, terutama dengan gaya memecutnya yang khas. Namun masalah muncul ketika burung sedang dalam proses dorong ekor, karena sering terjadi gangguan yang sebabkan pertumbuhan ekornya menjadi terhambat. Untuk pencegahan dan perawatannya, berikut tips merawat burung murai batu yang dorong ekor.

Tips merawat burung murai batu yang dorong ekor
Foto: kicaumania.or.id

Saat burung murai batu selesai melewati masa mabungnya, maka tahap selanjutnya adalah proses pertumbuhan bulu-bulu baru, yang diawali dari bulu-bulu di bagian dada, kepala dan sayapnya, sedangkan ekor akan mendapat giliran yang terakhir.

Karena mendapat giliran yang terakhir itulah, maka penting kiranya kita untuk melakukan perawatan yang tepat agar pertumbuhannya menjadi lancar dan tidak terganggu. 


Salah perawatan maka bulu ekor akan cenderung menjadi lebih pendek dari yang biasanya (sebelum mabung), atau bahkan pada tingkat yang lebih parah, ekor akan berhenti tumbuh pada saat proses dorong ekor.  


Beberapa tips berikut bisa sedikit banyak membantu anda yang memelihara burung murai batu yang sedang dorong ekor, agar proses pertumbuhannya bisa berjalan lancar dan tanpa hambatan sehingga ekor bisa tumbuh panjang dengan sempurna. 


Perawatan murai batu dorong ekor: 

  • Pada pagi hari, berikan jangkrik sebanyak 4 - 5 ekor pada pagi dan sore hari.
  • Pemberian kroto sebaiknya diberikan cukup 2 kali seminggu sebanyak 1 cepuk pakannya.
  • Mandi cukup dilakukan dalam sangkarnya dengan cara meletakkan bak mandi dalam sangkarnya.
  • Penjemuran sebaiknya mulai dihentikan, namun sesekali boleh dijemur di bawah sinar matahari pagi dengan durasi tidak lebih dari 10 menit.
  • Berikan full kerodong dan jangan lupa untuk selalu membersihkan kotorannya.
  • Jika diperlukan bisa dilakukan pemasteran agar burung memiliki suara-suara baru yang penuh variasi.

Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus