Tiong-batu kalimantan, burung endemik Kalimantan yang unik

11/27/2015
Penampilan mirip burung gagak terlebih dengan bentuk paruh yang besar, karena alasan itu pula banyak yang mengira tiong-batu kalimantan atau Bornean bristlehead (Pityriasis gymnocephala) memiliki kekerabatan dengan gagak.

Tiong-batu kalimantan


Bukan itu saja keunikan burung endemik Kalimantan ini, karena selain hal tersebut masih banyak juga yang menyangka spesies burung ini masih satu keluarga dengan burung jagal papua, bahkan bentet, jalak sampai mengelompokkannya sebagai genus tersendiri.   


Tiong-batu kalimantan merupakan burung endemik Kalimantan. Spesies burung ini berukuran panjang 26 cm ini memiliki bentuk kepala yang botak dengan kulit berwarna kuning dan merah terang. Pada pipinya terdapat seperti tompel hitam, dengan bentuk paruh yang cukup besar. 


Habitat tiong-batu kalimantan adalah hutan-hutan rawa, gambut, kerangas, dan hutan-hutan dataran rendah yang ada di Pulau Kalimantan. Pernah tercatat pula keberadaan burung ini di Sabah, Malaysia di hutan yang berada di ketinggian 1.000 meter dpl. 


Tiong-batu kalimantan memiliki suara panggilan dan kicauan yang cukup khas, biasanya mereka saling berbalas dalam kelompok burung yang terdiri dari 3 - 10 individu. Walau begitu, tiong-batu kalimantan sering pula bergabung dengan kelompok burung yang terdiri dari beragam jenis burung, dan karena tubuhnya yang besar membuatnya tampak seperti kepala regu. 


Suara kicauan tiong-batu kalimantan tidaklah semerdu burung kicauan jenis lainnya apalagi burung peliharaan populer. Suaranya justru terdengar sangat aneh dan lebih mirip suara klakson kendaraan, dan tak jarang juga disertai dengan suara ringkihan yang bergema mirip seperti orang tertawa. 


Tiong-batu kalimantan
Burung betina bisa dibedakan dari bercak merah di samping perutnya

Sulit untuk menemukan spesies burung ini di habitatnya, terlebih mereka termasuk jenis yang pemalu sehingga lebih sering terdengar suaranya saja ketimbang burung itu sendiri. Meski termasuk burung yang cukup aktif dan tak mau diam, terkadang burung ini hanya berdiam diri di dahan pohon saja sambil melihat sekelilingnya. Makanan utama burung tiong-batu kalimantan adalah serangga dan juga invertebrata kecil.  


Tiong-batu kalimantan saat ini berada dalam status terancam punah. Hal yang paling menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup spesies ini adalah rusaknya hutan-hutan dataran rendah di Kalimantan yang disebabkan oleh pembalakan liar, alihfungsi hutan, serta kebakaran hutan. 


Suara tiong-batu kalimantan
 




Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait