Tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen

11/21/2015
Burung murai batu yang sering membuka sayapnya ketika bertemu musuh dikenal dengan istiah ngebetmen. Biasanya kondisi tersebut dibarengi pula dengan perilaku burung yang ngejeruju atau turun ke dasar sangkar sambil ngeriwik. Hal ini tentu tidak disukai oleh kicaumania karena akan mengurangi penampilannya saat dilombakan. Berikut tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen

tips mengatasi murai batu yang suka ngebetmen
Iustrasi | Foto courtesy Davidsbirds


Ngebetmen atau dikenal juga dengan istilah ngelowo adalah sifat alami yang muncul pada burung petarung jenis murai batu. Kondisi ini bahkan hampir sama dengan kondisi mbagong pada burung kacer. Biasanya, perilaku tersebut muncul jika kondisi burung sedang dalam kurang fit namun naluri fighternya terlalu tinggi.

Walaupun demikian ,apa pemicu sebenarnya hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Namun berdasarkan pengalaman para murai batu mania di Indonesia, kondisi ngebetmen bisa saja muncul karena beberapa faktor berikut ini:
  • Burung yang sedang over birahi (OB).
  • Burung yang kalah mental atau down ketika melihat lawan terlalu agresif.
  • Murai batu yang belum tuntas masa mabungnya (sedang dorong sayap / ekor), namun dipaksakan untuk diadu bersama burung lain.
  • Burung yang sering dijemur secara berlebihan atau melebihi durasi yang dianjurkan.
  • Murai batu yang terlalu jinak.
  • Sudah bawaan karakter dari burung tersebut.
Untuk penanganan burung murai batu yang terlanjur ngebetmen atau ngelowo , ada beberapa macam pola perawatan yang bisa diterapkan sesuai dengan apa yang menjadi penyebab seperti pada poin di atas. Untuk lebih jelasnya, silakan simak penanganan murai batu yang ngebetmen berikut ini:

Murai batu yang alami over birahi ketika ditarungkan cenderung akan menunjukkan perilaku ngebetmen saat melihat lawannya. Untuk mengatasinya, sebaiknya burung tersebut diberikan terapi penenangan terlebih dahulu dan hindari untuk melombakannya jika kondisinya masih belum siap betul. Beberapa bentuk terapi yang bisa diberikan untuk menurunkan birahi sang burung antara lain:
  • Rutin mengembunkan burung setiap pagi hari.
  • Mengurangi jatah pakan tambahannya atau extra fooding yang bisa memicu birahi terutama jangkrik, sedangkan pakan yang bisa diberikan untuk mengurangi over birahi adalah cacing tanah atau ulat bambu yang diberikan pada pagi dan sore hari sampai kondisinya benar-benar pulih kembali.
  • Rutin mengumbar burung dalam kandang umbarannya setiap hari.
  • Mengurangi durasi penjemuran.
  • Memberikan multivitamin BirdVit selama masa terapi.
Selain beberapa pola perawatan seperti di atas, hal-hal lain yang perlu diperhatikan ketika akan mengadukan burung murai batu agar terhindar dari kondisi ngebetmen atau ngelowo adalah sebagai berikut:
  • Perhatikan umur burung sebelum dilombakan. Burung murai batu yang masih muda cenderung belum mempunyai pengalaman saat bertemu dengan lawan-lawannya terutama yang sudah mapan. Emosi mereka masih belum stabil dan terkadang meluap-luap, akibatnya burung tersebut bisa kelelahan dan berakhir dengan kondisi ngebetmen.
  • Hindari melombakan burung yang belum tuntas masa mabungnya atau sedang membereskan mabung, terutama saat proses dorong ekor / sayap. Burung murai batu yang sedang dalam kondisi tersebut cenderung belum memiliki fisik dan stamina yang fit, sehingga sangat rentan alami ngebetmen atau kalah mental/ngedrop. Hal yang sama berlaku pada murai batu yang terpantau jatuh bulu atau sedang memasuki masa mabungnya.
  • Jika ngebetmen terjadi akibat burung yang terlalu lama dijemur, maka terapi yang dilakukan adalah mengurangi atau menghentikan asupan pakan tambahan pemicu birahi dan bersifat panas seperti jangkrik dan ulat hongkong, pakan yang diberikan cukup cacing tanah dan ulat bambu saja. Selain itu, pemberian mandi sebaiknya ditambah dari yang biasanya dan penjemuran mulai dikurangi durasinya.
  • Untuk menangani masalah ngebetmen akibat burung murai batu yang terlampau jinak, maka yang dibutuhkan adalah kemauan dari si pemilik burung tersebut. Salah satu contohnya adalah ketika memberikan pakan jangkrik atau serangga lainnya, untuk membiasakan agar burung tidak terlampau jinak maka pemberiannya tersebut sebaiknya tidak dilakukan dengan diasongkan / disodorkan pada si burung, akan tetapi cukup dimasukkan ke dalam cepuknya lalu ditinggalkan.  Selain itu, pengumbaran yang teratur bisa membuat burung jadi tidak terlalu jinak.
  • Bagian terakhir adalah kondisi ngebetmen yang terjadi akibat mental atau karakter bawaan. Jika ini yang menimpa burung anda, maka akan sulit sekali untuk mengatasinya. Salah satunya cara yang bisa dilakukan adalah rutin memberikan multimineral seperti BirdMineral ataupun suplemen khusus seperti Testobird Booster untuk membantu mengatasi masalah metabolismenya sehingga nalurinya sebagai burung petarung (fighter) akan kembali muncul dan siap untuk ditandingkan.
Itulah beberapa penanganan masalah burung murai batu yang kerap ngebetmen. Dengan melakukan beberapa perawatan dengan teratur maka si burung akan kembali bisa tampil dengan lebih maksimal, sehingga bisa membanggakan majikannya.

Semoga bermanfaat
Katalog Produk Omkicau

Artikel Terkait