Kipasan belang, burung unik yang berkicau sambil mengipaskan ekornya

12/23/2015
Kipasan belang (Rhipidura javanica) adalah burung yang unik. Ketika berkicau, burung ini akan mengembangkan ekornya hingga tampak seperti kipas. Meski penampilannya terlihat kurang menarik dengan bulu berwarna hitam-putih, namun suara dan tarian kipasnya itu mampu menarik perhatian siapapun yang melihatnya. 

burung kipasan



Keunikan lain yang dimiliki burung kipasan adalah secara rutin spesies burung ini akan mengunjungi daerah asal tempat burung ini dulu dibesarkan oleh induknya atau istilah populernya adalah mudik, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan burung kipasan mempunyai kebiasaan tersebut. 

Selain perilaku unik tersebut, burung kipasan dikenal sebagai jenis burung yang "temperamental" terutama saat sedang berkembangbiak / musim kawin. Burung yang tampaknya biasa-biasa saja ini bisa berubah menjadi burung pemarah dan akan berusaha menyerang apa pun yang melintas pepohonan tempatnya bersarang, termasuk hewan-hewan berukuran besar seperti kucing liar dan burung parasit seperti burung wiwik atau kedasih.

Dalam bahasa Inggris, kipasan belang dikenal dengan nama Pied fantail. Spesies burung ini banyak tersebar di daerah terbuka, hutan sekunder, mangrove hingga pekarangan rumah. Penyebarannya burung dari keluarga Rhipiduridae ini meliputi Semenjanjung Malaysia, Filipina, Sunda Besar, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Lombok. 

Makanan utamanya adalah serangga, namun berbeda dengan kerabatnya "flycatcher" yang gemar bertengger di atas ranting dahan tertinggi saat mencari mangsanya, burung kipasan sering berada tidak jauh dari permukaan tanah dengan bertengger pada akar-akar atau cabang pohon yang rendah. 

Saat melihat serangga, burung kipasan akan menyergapnya dengan kedua sayapnya lalu segera mematuk dengan paruhnya. Saat berburu mangsa, rambut-rambut halus (kumis) yang terdapat pada pangkal paruhnya membantu navigasi mereka saat menangkap serangga, meski dalam cahaya yang sangat redup. Karena itu, burung ini tidak pernah gagal saat memburu mangsanya. 

Kipasan belang juga sering terlihat melesat keluar dari semak-semak untuk melakukan gerakan akrobatik saat memburu serangga yang terbang. Gaya burung yang terlalu over-aktif atau sedikit gila-gilaan dalam berburu mangsanya itu membuat burung kipasan ini mendapat julukan "murai gila".

Jantan dan betina bisa dibedakan dari warna tubuhnya. Burung kipasan belang jantan mempunyai warna hitam gelap pada sebagian tubuhnya, sedangkan burung betina memiliki warna yang kecoklatan. 


Musim kawin biasanya berlangsung pada bulan Februari hingga Juli. Pada bulan-bulan ini mereka akan mulai aktif mencari pasangan untuk berkembangbiak. Namun sayangnya, burung kipasan yang sebenarnya adalah jenis burung dilindungi sesuai dengan UU No. 5/1990 dan PP No. 7/1999 ternyata masih banyak dipelihara oleh kicaumania kita.


Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close