Perawatan burung yang sedang mengeram dan mengasuh anak-anaknya

12/07/2015
Merawat burung yang sedang ditangkarkan perlu perhatian ekstra khusus, terutama saat burung sedang mengeram atau merawat anak-anaknya. Selain faktor eksternal seperti lingkungan, gangguan bisa datang dari dalam kandangnya, terlebih jika indukan bersifat agresif. Berikut tips perawatan burung yang sedang mengeram dan mengasuh anak-anaknya.

breeding lovebird


Adalah sebuah kebanggaan tersendiri menyaksikan burung peliharaan yang kita tangkarkan mulai menunjukkan perilaku akan bertelur, misalnya rajin memunguti bahan-bahan sarangnya. Pada saat itu juga si penangkar akan berharap-harap cemas, sampai si burung benar-benar meletakkan telurnya di sarang atau glodoknya.

Kecemasan si penangkar akan berubah menjadi kebahagiaan manakala burung tersebut benar-benar bertelur. Namun kebanyakan dari kita sering dibuat penasaran dengan jumlah telurnya, sehingga sering melakukan tindakan yang berpotensi gangguan, misalnya mengangkat sangkarnya hanya untuk melihat jumlah telurnya di sarang atau membuka glodoknya. 


Hal yang demikian jika sering dilakukan sebenarnya akan memberi dampak buruk pada burung yang sedang ditangkarkan. Dalam beberapa kasus, banyak burung indukan yang cenderung mengabaikan telur-telunya atau bahkan merusak telurnya lantaran stres akibat sering merasa terganggu.


Sebagai panduan bagi anda terutama penangkar pemula, berikut ini tips perawatan burung yang sedang mengeram dan merawat anak-anaknya. 


Perawatan burung ketika sedang mengerami telur 


Pada waktu burung sedang mengerami telur-telurnya, sebisa mungkin kita harus berusaha untuk tidak mengganggunya karena bisa mengakibatkan burung indukan menjadi stres. Kalaupun ingin melakukan tindakan pemeriksaan atau candleing egg, maka lakukan pada waktu burung indukan sedang berada di luar sarang atau glodoknya. Selain itu, hindari juga mengintip sarang jika tidak dibutuhkan  kecuali misalnya untuk pencatatan atau pemeriksaan rutin yang dilakukan setelah telur berumur lebih dari 10 hari.


Secara umum jumlah telur yang diletakkan oleh masing-masing burung itu berbeda, sehingga ada baiknya anda memiliki pengetahuan mengenai jumlah telur dari beberapa jenis burung. Dengan pengetahuan tersebut anda bisa tahu kapan burung akan mulai mengerami telur-telurnya dan memprediksikapan telur itu akan menetas. Untuk mempermudah, berikut tabel rata-rata jumlah telur dari masing-masing jenis burung.

Nama burung |  Jumlah telur rata-rata      
Kenari  :  3 - 6 butir       
Lovebird  :  4 - 7 butir      
Murai batu  :  1 - 4 butir      
Kacer  :  3 - 4 butir      
Cucak hijau  :  2 - 3 butir      
Ciblek  :  2 - 3 butir      
Pleci  :  2 - 4 butir   

Pada saat burung indukan sedang mengerami telur-telurnya, kewajiban pemilik adalah menyediakan pakan tinggi nutrisi, termasuk juga menyediakan sumber-sumber mineral yang dibutuhkan. Untuk menjaga kondisi indukan selama masa mengeram bisa diberikan BirdVit atau BirdMineral, selain itu juga untuk menghindari gagalnya pengeraman akibat burung indukan yang kekurangan gizi.
Perawatan burung ketika sedang merawat anak-anaknya. 


Rata-rata telur akan menetas setelah dierami selama dua minggu atau sekitar 12 - 14 hari. Pada masa tersebut pemberian pakan harus mulai lebih ditingkatkan dua - tiga kali lipat dari biasanya. Hal tersebut adalah untuk mencukupi kebutuhan pakan yang dikonsumsi oleh indukan jantan dan betina, juga untuk meloloh anak-anaknya. 


Adapun pakan yang diberikan selama masa perawatan anak-anaknya itu tentu berbeda-beda tergantung jenis burung yang anda tangkarkan, misalnya untuk burung kenari anda bisa menyediakan pakan berupa egg food dan sayur-sayuran untuk melengkapi kebutuhannya, begitu juga dengan lovebird yang bisa ditambahkan dengan jagung muda dan kangkung. Sedangkan untuk burung pemakan serangga seperti kacer dan murai batu bisa diberikan pakan jangkrik secukupnya. 


Masalah yang sering terjadi saat burung merawat anak-anaknya adalah indukan yang membuang atau membunuh anak-anaknya. Hal tersebut biasanya terjadi akibat indukan yang terlalu stres, birahi atau terlalu agresif. Untuk indukan yang demikian harus selalu dilakukan pemantauan secara berkala. 


Kasus yang sering muncul adalah burung jantan yang terlalu agresif menyerang indukan betina atau anak-anaknya. Jika tidak segera dipisahkan maka indukan betina atau anak-anaknya yang akan menjadi korban. 


Perilaku agresif burung jantan biasanya muncul akibat terlalu banyak mengkonsumsi pakan yang membuatnya birahi atau faktor lain seperti mendengarkan suara burung jantan lain yang gacor. 

Selain itu, gangguan dari lingkungan dalam bentuk serangan predator atau suara ramai/berisik dari orang lalu lalang dan suara kendaraan cenderung akan membuat induk betina rentan stres sehingga bisa membuatnya mengabaikan serta tidak merawat anak-anaknya. 

Itulah beberapa tips perawatan burung yang sedang mengeram dan merawat anak-anaknya.


Semoga bermanfaat
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close