Ini alasan jangan lepas burung sembarangan

1/03/2016
Sering kita lihat orang yang sengaja melepasliarkan beberapa jenis burung untuk tujuan menjaga lingkungan. Sebenarnya hal tersebut baik adanya jika telah diperhitungkan secara matang, namun akan jadi sesuatu yang buruk jika dilakukan dengan sembarangan. Berikut ini adalah alasan-alasan mengapa jangan lepas burung sembarangan. 

jangan lepas burung sembarangan


Burung yang telah dipelihara lama.
Burung peliharaan yang telah dirawat sejak lama cenderung tidak mampu mencari makan sendiri. Kebiasaan mereka selama ini adalah menunggu makanan bukan mencari makanan, karena itu ketika burung tersebut lepas dari sangkarnya atau sengaja dilepasliarkan akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan makanannya. Selain itu juga belum memiliki pengalaman saat bersaing mendapatkan makanan dengan burung-burung liar. Akibatnya banyak dari burung tersebut yang mati kelaparan atau tertangkap kembali saat mendekati rumah yang ada sangkar burungnya untuk mendapatkan makanan.

Burung yang bukan dalam wilayah penyebarannya

Melepasliarkan burung di daerah yang bukan termasuk daerah penyebaran burung tersebut mempunyai resiko yang cukup besar bagi burung liar yang sudah ada (burung lokal) maupun burung itu sendiri. Karena kita belum tahu bagaimana karakter sebenarnya dari burung tersebut di alam liar, sehingga dikhawatirkan jenis burung yang akan dilepasliarkan itu termasuk jenis burung yang invasif dan bisa mengganggu keberadaan burung asli daerah tersebut.  Sudah banyak kasus terjadi dimana burung asli terusik oleh keberadaan burung pendatang, sehingga menyebabkan punahnya populasi burung asli di daerah tersebut. 

Burung yang mengidap penyakit

Hati-hati ketika melepasliarkan burung ke alam apalagi jika burung tersebut dalam keadaan sakit atau terinfeksi penyakit. Burung yang mengidap penyakit beresiko menyebarkan penyakitnya ke burung lain yang ada di alam liar.  

Karena itulah, sebelum melepasliarkan burung ke alam liar, ada baiknya kita mengetahui bagaimana karakter dan penyebaran mereka atau berkonsultasi dahulu dengan pihak terkait misalnya BKSDA jika burung yang akan dilepaskan itu terdiri dari jumlah yang cukup banyak dan  jika yang akan dilepasliarkan itu termasuk jenis yang dilindungi jangan sampai keberadaan burung tersebut di alam justru menyebabkan terganggunya burung lain atau malah burung itu sendiri yang tidak bisa beradaptasi dan tidak bisa bersaing dengan burung lainnya. 


Sebelum melepasliarkan burung ke alam liar, ada beberapa aturan yang harus dipahami antara lain: 


Mengenalkan makanan alaminya yang bukan didapat dari hasil ternakan. Pakan burung peliharan selama ini adalah jangkrik, kroto, ulat hongkong dan ulat kandang, pakan-pakan tersebut umumnya diperoleh dari para peternak. Untuk membantu burung bertahan hidup di alam liar, terutama burung yang sudah lama dipelihara, hasil tangkaran atau dirawat sejak masih anakan, maka burung tersebut harus mulai dikenalkan dengan pakan alaminya seperti ulat, kumbang, cacing dan sebagainya. Hilangkan kebiasaan burung mengkonsumsi pakan kering / voernya, sehingga dengan begitu burung tersebut mempunyai peluang bertahan hidup yang cukup panjang.

Cek kondisi kesehatannya sebelum burung akan dilepasliarkan. Burung yang mengidap suatu penyakit akibat bakteri, virus atau parasit bisa mengganggu atau menulari burung liar yang menetap di kawasan tersebut. Sebelum dilepaskan sebaiknya burung tersebut melalui tahapan karantina terlebih dahulu.

Jangan lepaskan burung yang sudah jinak. Melepasliarkan burung yang sudah jinak cenderung akan memberinya kematian ketika berada di alam liar. Burung yang sudah jinak cenderung kurang peka terhadap lingkungannya terutama hewan predator sehingga mereka akan mudah sekali menjadi mangsanya. Sebelum dilepaskan ke alam, ada baiknya burung yang jinak tersebut diberikan terapi penggirasan atau dibuat jadi liar kembali. 

Jangan melepasliarkan burung yang bukan berasal dari daerah penyebarannya. Pelepasan burung dari pasar tanpa kajian ekologi justru berpotensi menimbulkan masalah antara lain penularan penyakit ke burung liar maupun ledakan populasi burung asing yang kemudian menjadi kompetitor bagi jenis asli.
 
Dengan mencermati beberapa hal di atas, mudah-mudahan burung yang akan kita lepasliarkan itu bisa memberi manfaat banyak baik bagi lingkungan dan juga burung lain yang sudah ada. 

Semoga bermanfaat
Iklan Premium Omkicau

Artikel Terkait

loading...