Penampakan empat jenis kedasih berwujud srigunting

2/29/2016
Sepintas penampilannya mirip dengan burung srigunting, namun jika diperhatikan lebih teliti akan tampak beberapa perbedaan yang mencolok. Kedasi berwujud srigunting ini dikenal dengan nama drungo-cuckoo dan banyak ditemukan di kawasan Asia termasuk di Indonesia. Saking miripnya, banyak kicaumania salah mengidentifikasi dan justru memeliharanya sebagai burung peliharaan.

Penampakan empat jenis kedasih berwujud srigunting



Drungo-cuckoo merupakan spesies burung dari genus surniculus yang berasal dari keluarga cuculidae. Burung ini masih satu keluarga dengan kedasi atau wiwik yang sudah kita kenal, dan sama-sama memiliki sifat parasit yaitu menitipkan telurnya di sarang burung lain. Namun berbeda dengan jenis kedasi pada umumnya, drungo-cuckoo memiliki penampilan yang mirip dengan burung srigunting.

Karena kemiripannya itu, banyak kicaumania yang terkecoh karena menganggapnya sebagai burung srigunting yang dikenal pintar berkicau dan bisa meniru suara burung lainnya. Padahal burung ini hanya memiliki suara yang mengalun monoton, yang oleh sebagian orang bahkan dianggap sebagai suara mati.

Di seluruh dunia, spesies burung ini hanya bisa ditemukan di kawasan tropis Asia saja, terutama di Indonesia. Ada empat spesies burung yang termasuk dalam genus surniculus ini, dan tiga di antarananya banyak ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.


Empat sub-spesies drungo-cuckoo:

  1. Kedasi maluku atau Moluccan drongo-cuckoo (Surniculus musschenbroeki)
  2. Kedasi ekor-garpu atau Fork-tailed drongo-cuckoo (Surniculus dicruroides)
  3. Kedasi hitam atau Square-tailed drongo-cuckoo (Surniculus lugubris)
  4. Philippine drongo-cuckoo (Surniculus velutinus)

1. Kedasi maluku

Kedasi maluku atau Moluccan drongo-cuckoo adalah spesies burung endemik Indonesia dengan daerah persebaran meliputi Sulawesi, Butung, Bacan dan Halmahera. Burung ini memiliki berukuran kecil (23 cm) dengan tubuh berwarna hitam keunguan.


kedasi maluku

Penampilannya mirip srigunting, namun dengan kepala dan bentuk paruh yang lebih kecil serta adanya bercak putih pada paha yang bisa terlihat jelas ketika sedang bertengger. Pada burung remaja, bercak putih tersebut terdapat lebih banyak pada bagian tenggorokan, dada dan penutup ekor bawahnya.


Berikut suara kedasi maluku



2. Kedasi ekor garpu


Kedasi ekor garpu atau fork-tailed drungo-cuckoo memiliki tubuh sedikit lebih besar dari kedasi maluku, yaitu sekitar 25 cm. Tubuhnya berwarna hitam bersemu kebiruan dengan bentuk ekor yang panjang bergarpu mirip ekor srigunting pada umumnya. Yang membedakan dengan spesies srigunting adalah bentuk paruh yang tipis dan sedikit melengkung, serta adanya warna putih pada bagian tungging dan sisi ekornya.




Terdapat dua sub-spesies yang tersebar secara global, namun ada perbedaan yang sangat mencolok terkait penyebarannya terutama dari dua versi yang berbeda yaitu versi Birdlife dengan versi IOC.


Menurut versi Birdlife:

  • Surniculus dicruroides dicruroides memiliki penyebaran di Sub-benua India, China selatan, Myanmar, Vietnam bagian utara. Pada musim dingin burung ini akan bermigrasi ke Indochina, Semenanjung Malaysia, Sumatera (dan P. Nias), Jawa dan Kep. Natuna.
  • Surniculus dicruroides stewarti memiliki penyebaran di Sri Lanka dan India bagian selatan.

Sedangkan menurut versi IOC adalah sebagai berikut:

  • Surniculus dicruroides dicruroides memiliki penyebaran di Himalaya, India bagian tengah & selatan, pada musim dingin bermigrasi sampai Semenanjung Malaysia dan Sunda Besar.
  • Surniculus dicruroides barussarum memiliki penyebaran di Nepal hingga ke India timur-laut dan Bangladesh timur melalui Myanmar sampai Indochina dan Semenanjung malaysia, Sumatera dan Bangka, Kalimantan dan Filipina barat-daya.

Berikut suara kedasi ekor-garpu 


 
3. Kedasi hitam


Kedasi hitam atau Square-tailed drongo-cuckoo memiliki tubuh berukuran sedang, yaitu 23 cm. Tubuhnya berwarna hitam mengkilap kecuali bulu pada bagian pahanya. Terdapat warna putih pada bulu-bulu di bagian paha serta di sisi bawah bulu terluar dari ekornya. 



Burung jantan memiliki iris mata berwarna coklat, sedangkan betina memiliki iris mata berwarna kuning. Penampilannya mirip srigunting namun mempunyai perbedaan dari bentuk tubuh, gerakan dan gaya terbangnya.


Terdiri dari dua sub-spesies dengan penyebarannya masing-masing, yaitu:

  • Surniculus lugubris barussarum banyak tersebar di Nepal hingga ke India timur-laut dan Bangladesh timur, Myanmar,Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Bangka, Kalimantan dan Filipina barat-daya.
  • Surniculus lugubris lugubris yang banyak terseber di Pantai barat daya India, Sri Lanka, Jawa dan Bali.


Berikut suara kedasi hitam






4. Kedasi Filipina

Berbeda dengan tiga spesies yang bisa ditemukan di Indonesia, kedasi pilipina atau Philippine drungo-cuckoo hanya memiliki penyebaran di wilayah Filipina saja. Burung ini berukuran panjang 23 cm, paruhnya tipis dan melengkung dengan bentuk ekor panjang dan menggarpu. Bulu-bulunya berwarna biru kehitaman dengan warna yang lebih tegas pada bagian punggung hingga kepalanya.





Itulah empat jenis burung drungo-cuckoo yang memilik kemiripan dengan burung srigunting, semoga dengan mengenal beberapa macam spesies tersebut kita bisa membedakan spesies burung srigunting dengan kedasi.


Salam
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close