Punahnya jalak jambul bourbon dari muka bumi

2/11/2016
Bourbon crested starling atau huppe crested starling (Fregilupus varius) adalah jenis burung jalak yang merupakan burung endemik pulau La Reunion (Bourbon 1970), Prancis. 

Sayang, burung jalak dengan jambulnya yang cantik ini telah dianggap punah dari muka bumi. 



Spesies burung jalak ini diidentifikasi pertama kalinya pada tahun 1669, dan populasi saat itu masih dalam jumlah banyak dan masih bisa ditemukan di rawa-rawa serta bukit bebatuan. Di temukan berkelompok ketika mencari makanan berupa serangga dan buah-buahan.


burung punah
Spesimen jalak bourbon yang sudah punah

Tahun demi tahun, ancaman perburuan untuk menjadikan burung ini sebagai makanan, rusaknya habitat, alih fungsi hutan menjadi pemukiman dan penyakit membuat keberadaan spesies ini semakin lama semakin menghilang. Bahkan burung terakhir yang masih hidup dan mampu bertahan hidup itu pun tewas di tangan pemburu pada tahun 1837. 


Sejak tahun 1850 s/d 1860, para ilmuwan dan ornitholog menetapkan bahwa spesies burung jalak unik ini telah punah dari muka bumi. Walau ada rumor yang menyebutkan kemungkinan kalau spesies ini masih ada sampai tahun 1868.
 

Jalak jambul bourbon atau Bourbon crested starling memiliki ukuran tubuh sepanjang 30 cm. tubuhnya berwarna abu-abu kecoklatan, ekor sepanjang 11.4 cm. Kepala,leher dan dada berwarna putih, dan jambul berwarna abu-abu. Penampilannya lebih mirip ke burung hoopoes atau hud-hud, karena itu pula sebagian kalangan menyebut burung ini dengan nama lain yaitu hoopoes starling. 

Sayang sekali ya, semoga nasib jalak asli Indonesia tidak akan menjadi punah seperti jalak jambul bourbon ini. 



Salam
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
close