Senandung burung pancawarna

3/13/2016
Tidak begitu banyak orang sekarang yang mengenal jenis burung yang dahulu pernah sangat popular ini, padahal suaranya dulu sering meramaikan halaman rumah kicaumania di era 90-an. Pancawarna kini memang tidak lagi menjadi burung favorit yang banyak diburu orang untuk dipelihara. Bahkan keberadaannya di pasar burung seringkali tidak dianggap oleh sebagian kicaumania. Walau begitu suaranya masih bisa kita nikmati untuk masteran burung kesayangan. 

robin pancawarna



Pancawarna yang selama ini dikenal di kalangan kicaumania sebenarnya memiliki nama resmi mesia telinga perak atau silver-eared mesia (Leiothrix argentauris). Spesies burung dengan tubuh yang penuh warna ini memiliki kekerabatan dengan robin peking atau red-billed leiothrix (Leiothrix lutea). Karena alasan itu pula, sebagian kicaumania menyebutnya dengan nama  robin pancawarna.

Spesies burung bertubuh mungil dengan corak tubuh berwarna-warni ini memiliki daerah penyebaran yang cukup luas, dari Himalaya di barat hingga Tiongkok bagian selatan dan di Semenanjung Malaysia hingga Sumatera. Habitatnya adalah semak-semak yang berada di hutan pegunungan dan kerap bergabung dengan kelompok burung lain untuk mencari makanan maupun berpindah tempat.

Berbeda dengan burung robin peking yang tidak memiliki penyebaran di dalam wilayah Indonesia, pancawarna justru mempunyai penyebaran hingga kawasan Sumatera. Namun spesies yang ditemukan di daerah Sumatera ini mempunyai perbedaan fisik dengan spesies yang tersebar di daratan Asia lainnya.

Burung yang ada di daratan Asia rata-rata memiliki corak hijau zaitun pada bagian tubuhnya, kepala hitam, pipi perak, leher berwarna kuning kehijauan berpadu jingga, dahi dan tunggir berwarna merah. Sedangkan spesies yang ada di Sumatera umumnya mempunyai bagian leher, sayap, dahi dan tunggir berwarna lebih kemerahan.

Karena adanya perbedaan fisik tersebut, burung pancawarna yang tersebar di wilayah Sumatera kemudian dimasukkan ke dalam anak jenis tersendiri yang terdiri dari:

  • Leiothrix argentauris rookmakeri yang ditemukan di wilayah Sumatera bagian utara.
  • Leiothrix argentauris laurinae yang ditemukan di wilayah Sumatera bagian barat.

Secara garis besar, burung pancawarna memang kurang begitu banyak diminati sebagian kalangan kicaumania di Indonesia. Hal ini tentu sangat berbeda jauh dengan kondisi sebelumnya beberapa tahun yang lalu, di mana keberadaannya sangat mudah ditemukan di pasar-pasar burung bersama dengan burung robin.

Berkurangnya minat sebagian kicaumania untuk memelihara jenis burung ini antara lain disebabkan oleh masih tingginya harga jual burung pancawarna di pasaran, selain itu juga lantaran suara kicauannya yang dianggap tidak sevariasi robin peking maupun burung kicauan popular lainnya.

Walaupun begitu, kita masih bisa mendengarkan merdunya suara kicauan burung pancawarna ini melalui audio mp3 atau suara rekaman berikut ini, baik untuk koleksi maupun sebagai masteran tanpa perlu memeliharanya di rumah.

Berikut beragam audio kicauan burung pancawarna untuk koleksi atau masteran.

  1. Suara kicauan burung pancawarna v1 - DOWNLOAD
  2. Suara kicauan burung pancawarna v2 - DOWNLOAD

Salam kicau!
Produk khusus penangkaran omkicau

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Komentar spam akan langsung kami hapus

close